Pemerintah
Tol Burapha Withi Chachoengsao Dibuka Kembali Usai Kebakaran, Exat Konfirmasi Struktur Aman
CHACHOENGSAO – Otoritas Jalan Raya Thailand (Exat) membuka kembali ruas tol layang Burapha Withi arah Bangkok, yang melintasi Provinsi Chachoengsao, untuk umum pada Senin setelah penutupan sementara. Exat mengambil keputusan krusial ini menyusul konfirmasi menyeluruh dari tim insinyurnya bahwa insiden kebakaran truk yang terjadi beberapa hari sebelumnya tidak memengaruhi integritas struktural jalan tol tersebut. Pembukaan kembali ini secara efektif mengakhiri kekhawatiran publik atas potensi kerusakan fatal pada salah satu infrastruktur vital Thailand.
Beberapa hari sebelumnya, sebuah truk mengalami insiden kebakaran hebat, memaksa Exat menutup sebagian ruas jalan tol layang tersebut. Api berkobar cukup besar, menimbulkan asap pekat dan memicu kekhawatiran serius akan kerusakan pada pilar-pilar penyangga dan badan jalan. Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, fokus utama Exat segera beralih pada evaluasi dampak panas yang intens terhadap material konstruksi, terutama baja dan beton prategang yang menjadi tulang punggung struktur layang ini.
Exat segera menerjunkan tim ahlinya ke lokasi untuk melakukan serangkaian inspeksi dan pengujian mendalam. Tim ahli tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi retakan mikro, perubahan sifat material, atau indikasi kelemahan struktural akibat paparan panas ekstrem. Hasil asesmen tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa desain dan material konstruksi tol Burapha Withi memiliki ketahanan yang memadai terhadap suhu tinggi yang dihasilkan dari kebakaran. Konfirmasi ini menjadi dasar kuat bagi Exat untuk memberikan lampu hijau bagi operasional kembali ruas jalan tol.
Penutupan ruas tol layang Burapha Withi menyebabkan kemacetan signifikan dan penyesuaian rute bagi ribuan pengendara yang setiap hari bergantung pada jalur vital ini. Jalur alternatif di jalan raya biasa menjadi padat, memperpanjang waktu tempuh dan mengganggu aktivitas ekonomi. Masyarakat sangat mengapresiasi respons cepat Exat dalam melakukan penilaian dan memberikan informasi transparan, meskipun kekhawatiran akan keamanan infrastruktur tetap menjadi topik perbincangan. Ini menunjukkan betapa krusialnya jalur ini bagi mobilitas dan logistik regional.
Menilik Protokol Keamanan dan Ketahanan Infrastruktur
Kejadian kebakaran ini memberikan pelajaran penting mengenai ketahanan infrastruktur jalan tol di Thailand. Exat secara konsisten menekankan pentingnya menjaga standar konstruksi yang tinggi dan pemeliharaan rutin. Protokol keselamatan kebakaran di jalan tol layang harus selalu dievaluasi dan diperkuat, tidak hanya dari sisi material tetapi juga sistem tanggap darurat. Insiden ini mengingatkan pada kekhawatiran serupa yang pernah muncul pada beberapa tahun lalu terkait kekuatan jembatan atau tol layang lainnya di Asia Tenggara, menuntut pemerintah dan otoritas terkait untuk terus berinvestasi pada teknologi inspeksi dan mitigasi risiko yang lebih baik. Ini adalah langkah proaktif untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan jalan tol Burapha Withi dan infrastruktur serupa.
Exat melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan:
- Tidak ada keretakan atau deformasi struktural akibat panas ekstrem.
- Kekuatan beton dan baja penyangga tetap optimal pasca insiden.
- Sistem drainase dan penerangan jalan tidak terganggu fungsinya.
- Uji beban statis dan dinamis tetap menunjukkan stabilitas struktur.
Upaya Menjaga Kepercayaan dan Pembelajaran Berkelanjutan
Transparansi Exat dalam mengumumkan hasil konfirmasi keamanan menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik. Dalam konteks yang lebih luas, insiden seperti ini menegaskan bahwa semua operator jalan tol perlu segera tidak hanya memiliki rencana darurat yang matang, tetapi juga untuk secara berkala meninjau ulang dan memperbarui standar keselamatan mereka. Hal ini termasuk:
- Pemasangan sensor suhu atau asap di titik-titik rawan kebakaran.
- Pelatihan respons cepat yang berkelanjutan bagi petugas di lapangan.
- Kampanye kesadaran bagi pengemudi truk mengenai muatan berbahaya dan risiko kebakaran.
- Integrasi data insiden untuk analisis prediktif dan peningkatan sistem keamanan.
Exat menegaskan kembali komitmennya untuk terus memantau kondisi jalan tol Burapha Withi dan melakukan pemeliharaan preventif secara berkala, memastikan bahwa insiden serupa tidak akan mengancam keselamatan pengguna jalan di masa depan. Upaya ini mendukung visi jangka panjang Thailand untuk memiliki jaringan infrastruktur yang kuat dan aman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Otoritas Jalan Raya Thailand dan proyek-proyeknya, kunjungi situs resmi Exat.
Pemerintah
Relawan Prabowo Serukan Konsolidasi Nasional: Kawal Pemerintahan dan Jaga Soliditas
Relawan Prabowo Serukan Konsolidasi Nasional: Kawal Pemerintahan dan Jaga Soliditas
Sejumlah koordinator dan perwakilan relawan yang selama ini mendukung Presiden terpilih Prabowo Subianto menyerukan konsolidasi nasional. Seruan ini bertujuan untuk membentuk barisan yang lebih aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan mendatang, sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo tetap kokoh dan solid. Langkah ini dianggap krusial di tengah masa transisi pemerintahan dan tantangan yang mungkin muncul.
Para relawan menekankan pentingnya partisipasi aktif mereka tidak hanya saat kampanye, tetapi juga dalam mengawal implementasi program dan kebijakan pemerintah. Mereka berkomitmen untuk menjadi mata dan telinga masyarakat, memastikan bahwa janji-janji kampanye dapat terealisasi dengan baik. Konsolidasi ini juga menjadi penegas bahwa semangat kebersamaan yang telah terbangun selama periode pemilihan presiden tidak akan luntur setelah hasil pemilu ditetapkan, melainkan bertransformasi menjadi energi positif untuk mendukung stabilitas dan keberhasilan negara.
Mengapa Konsolidasi Penting di Awal Pemerintahan Baru?
Langkah konsolidasi ini bukan tanpa alasan. Memasuki periode pemerintahan baru, berbagai tantangan kompleks, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik, menanti. Oleh karena itu, dukungan yang terorganisir dan solid dari basis relawan dianggap vital untuk memberikan stabilitas politik serta membantu pemerintah dalam menjalankan agenda-agenda pembangunan. Ini juga merupakan upaya proaktif untuk menangkal narasi negatif atau disinformasi yang mungkin beredar, yang berpotensi mengganggu fokus pemerintah.
Peran relawan yang aktif dapat berfungsi sebagai jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan rakyat. Mereka dapat menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemangku kebijakan, sekaligus menjelaskan program-program pemerintah kepada konstituen di tingkat akar rumput. Ini akan meminimalkan kesenjangan informasi dan meningkatkan partisipasi publik dalam proses pembangunan nasional.
Peran Aktif Relawan dalam Mengawal Kebijakan
Seruan untuk menunjukkan sikap yang lebih aktif bukan sekadar retorika. Koordinator relawan berharap konsolidasi ini akan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam pengawalan pemerintahan. Beberapa poin kunci yang diharapkan dari peran aktif relawan meliputi:
- Pemantauan Kebijakan: Mengikuti dan mengevaluasi implementasi program-program pemerintah di berbagai sektor.
- Pemberian Masukan Konstruktif: Menjadi saluran aspirasi dan memberikan kritik membangun berdasarkan temuan di lapangan.
- Sosialisasi Program Pemerintah: Membantu menyebarluaskan informasi akurat tentang kebijakan dan capaian pemerintah kepada masyarakat luas.
- Melawan Disinformasi: Berperan aktif dalam melawan hoaks dan narasi negatif yang dapat mengganggu stabilitas nasional dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
- Penguatan Partisipasi Publik: Mendorong masyarakat untuk terlibat dalam proses-proses demokrasi dan pembangunan, seperti musrenbang atau forum-forum publik lainnya.
Pendekatan ini mengindikasikan transisi peran relawan dari agen kampanye menjadi pengawas sekaligus pendukung konstruktif pemerintahan. Seperti yang pernah disinggung dalam artikel kami sebelumnya mengenai fase pasca-pemilu, keterlibatan aktif semacam ini sangat dibutuhkan untuk menjaga momentum perubahan dan memastikan akuntabilitas (lihat artikel terkait di Situs Sekretariat Kabinet).
Mempertahankan Soliditas dan Citra Positif
Pentingnya menunjukkan bahwa dukungan terhadap Presiden Prabowo tetap solid merupakan bagian dari strategi untuk menjaga legitimasi dan stabilitas politik. Soliditas ini memberikan sinyal kuat kepada pihak internal maupun eksternal bahwa pemerintahan memiliki dukungan rakyat yang kuat, meminimalisir potensi polarisasi pasca-pemilu yang berkepanjangan. Citra soliditas ini penting untuk menarik investasi, menjaga kepercayaan pasar, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Konsolidasi nasional ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kelancaran jalannya pemerintahan Prabowo Subianto. Dengan dukungan yang terorganisir dan komitmen untuk mengawal secara aktif, diharapkan pemerintah dapat bekerja lebih efektif dan fokus dalam mencapai visi misi yang telah dicanangkan, demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Langkah para relawan ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang dinamika politik kontemporer, di mana dukungan publik yang terorganisir tidak hanya esensial selama kampanye, tetapi juga vital dalam fase implementasi kebijakan. Hal ini menunjukkan sebuah evolusi peran relawan dari sekadar motor penggerak elektoral menjadi mitra strategis dalam pembangunan bangsa.
Pemerintah
Investigasi Perambahan Cagar Alam Salak Phra: Ancaman Lapangan Golf Ilegal
KANCHANABURI – Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tumbuhan (DNP) Thailand telah meluncurkan penyelidikan mendalam terkait dugaan perambahan lahan di Cagar Alam Satwa Liar Salak Phra, Distrik Muang. Penyelidikan ini dipicu oleh laporan masyarakat mengenai transformasi lahan hutan menjadi lapangan golf, sebuah tindakan yang berpotensi melanggar undang-undang konservasi dan merusak ekosistem vital.
Kasus ini menyoroti kembali tantangan serius yang dihadapi Thailand dalam melindungi warisan alamnya dari kepentingan komersial ilegal. Salak Phra, yang merupakan cagar alam satwa liar pertama di Thailand, memiliki nilai ekologis yang tak ternilai, menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna endemik. Dugaan pembangunan fasilitas rekreasi skala besar seperti lapangan golf di kawasan lindung merupakan ancaman langsung terhadap keutuhan ekosistem ini.
Ancaman Serius bagi Konservasi Lingkungan
Dugaan perambahan di Salak Phra bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan serangan langsung terhadap prinsip konservasi. Pembangunan lapangan golf membutuhkan perubahan lanskap yang drastis, termasuk deforestasi, perataan tanah, dan penggunaan air dalam jumlah besar. Selain itu, pemeliharaan lapangan golf seringkali melibatkan penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang dapat mencemari sumber air dan tanah, membahayakan satwa liar serta masyarakat sekitar.
Juru bicara DNP menyatakan bahwa tim investigasi telah dikerahkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab. “Kami menanggapi laporan ini dengan sangat serius. Setiap bentuk perambahan di kawasan lindung adalah ilegal dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resminya. Proses penyelidikan akan mencakup verifikasi batas-batas lahan, pemetaan area yang diduga dirambah, dan wawancara dengan saksi mata.
Cagar Alam Salak Phra: Permata yang Terancam
Cagar Alam Salak Phra, yang terletak di provinsi Kanchanaburi, dikenal karena keindahan alamnya yang masih asli dan keanekaragaman hayati yang kaya. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi gajah liar, harimau, rusa sambar, dan berbagai spesies burung langka. Keberadaan cagar alam ini juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air penting yang memasok air bagi komunitas di sekitarnya.
- Keanekaragaman Hayati: Rumah bagi spesies langka dan endemik yang harus dilindungi.
- Fungsi Hidrologis: Berperan krusial sebagai daerah tangkapan air yang vital.
- Nilai Konservasi: Sebagai cagar alam satwa liar pertama di Thailand, memiliki signifikansi historis dan ekologis tinggi.
- Potensi Ekowisata: Menawarkan pengalaman alam yang autentik, jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan.
Perubahan fungsi lahan dari hutan konservasi menjadi lapangan golf secara fundamental akan mengubah karakter alami cagar alam ini, memecah koridor satwa liar, dan mengurangi kapasitas ekosistem untuk mendukung kehidupan. Ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga mencerminkan tantangan konservasi di tingkat nasional.
Pola Berulang Perambahan Lahan: Analisis Sistemik
Kasus perambahan lahan di Salak Phra bukan insiden terisolasi. Sepanjang sejarah, Thailand telah menghadapi berbagai tantangan terkait perambahan hutan dan lahan konservasi oleh individu atau kelompok dengan kepentingan ekonomi. Berita serupa sering kali muncul, yang mengindikasikan adanya pola berulang dalam upaya mengubah status lahan demi keuntungan finansial.
Pada beberapa tahun sebelumnya, insiden serupa juga dilaporkan di beberapa taman nasional dan cagar alam lainnya, memicu desakan publik untuk penegakan hukum yang lebih ketat dan reformasi manajemen lahan. Salah satu tantangan utama adalah koordinasi antar lembaga pemerintah dan potensi adanya oknum yang terlibat dalam memfasilitasi kegiatan ilegal ini. Informasi lebih lanjut mengenai upaya perlindungan lingkungan dan penegakan hukum oleh Departemen Taman Nasional dapat ditemukan di situs resmi mereka.
Implikasi Hukum dan Lingkungan
Pihak yang terbukti melakukan perambahan di cagar alam dapat menghadapi hukuman berat di bawah Undang-Undang Konservasi Satwa Liar dan Perlindungan Taman Nasional Thailand. Hukuman tersebut bisa berupa denda besar, penjara, atau bahkan keduanya. Lebih dari sekadar sanksi pidana, dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal ini seringkali tidak dapat diperbaiki sepenuhnya.
Kerusakan habitat, kepunahan spesies lokal, dan gangguan ekosistem adalah konsekuensi jangka panjang yang harus ditanggung. Masyarakat lokal juga akan merasakan dampak negatifnya, terutama jika sumber daya air atau mata pencarian tradisional mereka terpengaruh. Oleh karena itu, investigasi ini bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang melindungi masa depan lingkungan Thailand.
Mendesak Transparansi dan Penegakan Hukum
Untuk mengatasi masalah perambahan lahan secara efektif, diperlukan pendekatan yang komprehensif. DNP harus menunjukkan komitmen penuh dalam menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu. Selain itu, transparansi dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan mencegah kasus serupa terulang.
Pemerintah juga perlu mengevaluasi kembali mekanisme pengawasan dan perlindungan terhadap kawasan konservasi, memperkuat kapasitas penjaga hutan, serta melibatkan masyarakat lokal dalam upaya pengawasan. Edukasi publik mengenai pentingnya menjaga cagar alam juga merupakan investasi jangka panjang yang krusial. Kasus Salak Phra ini menjadi momentum penting bagi Thailand untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap konservasi lingkungan yang berkelanjutan.
Pemerintah
Awasi Ketat Pemilu Bangkok Pattaya: Masyarakat Diminta Jamin Transparansi dan Integritas
Masyarakat Diminta Awasi Ketat Pemilu Lokal Bangkok dan Pattaya
Kelompok masyarakat sipil secara tegas menyerukan partisipasi aktif publik dalam memantau jalannya pemilihan umum di Bangkok dan Pattaya yang dijadwalkan pada 28 Juni mendatang. Seruan ini mengemuka sebagai upaya krusial untuk memastikan bahwa seluruh proses pemungutan suara berlangsung dengan transparan, adil, dan membangun kepercayaan yang kuat di kalangan pemilih. Inisiatif ini menandakan komitmen kuat dari berbagai organisasi non-pemerintah untuk menjaga pilar-pilar demokrasi di tingkat lokal.
Pemilihan umum lokal memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga, mulai dari kebijakan kota, infrastruktur, hingga layanan publik. Oleh karena itu, integritas proses pemilu tidak hanya penting untuk hasil akhir, tetapi juga untuk legitimasi pemerintahan yang terpilih dan stabilitas sosial. Masyarakat sipil percaya bahwa dengan mata publik yang jeli, potensi penyimpangan dapat diminimalisir, dan setiap pelanggaran dapat segera diidentifikasi serta ditindaklanjuti.
Mengapa Pengawasan Publik Menjadi Sangat Penting?
Sejarah demokrasi di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa tanpa pengawasan yang memadai dari publik, integritas pemilu rentan terhadap berbagai bentuk kecurangan, baik itu manipulasi suara, praktik pembelian suara, hingga intimidasi pemilih. Di Thailand sendiri, isu-isu terkait keadilan elektoral seringkali menjadi sorotan dalam setiap siklus pemilu. Seruan ini adalah respons proaktif terhadap tantangan tersebut, menggarisbawahi beberapa poin penting:
- Mencegah Kecurangan: Kehadiran pengawas dari masyarakat dapat menjadi deterren efektif terhadap praktik curang di TPS atau selama penghitungan suara.
- Membangun Kepercayaan: Proses pemilu yang terbuka dan diawasi publik meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap hasil dan sistem demokrasi itu sendiri.
- Menjaga Akuntabilitas: Para penyelenggara pemilu dan kontestan politik lebih termotivasi untuk bertindak etis ketika mereka tahu ada banyak mata yang mengawasi.
- Edukasi Pemilih: Partisipasi dalam pengawasan juga mendidik masyarakat tentang hak-hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara.
Seruan ini bergema di tengah berbagai diskusi publik yang sebelumnya menyoroti tantangan integritas pemilu di tingkat nasional, seperti yang pernah kami ulas dalam artikel Mencari Keadilan Elektoral: Reformasi Pemilu Thailand dan Tantangannya. Pengalaman-pengalaman tersebut memperkuat urgensi pengawasan yang ketat di setiap tingkatan.
Peran Masyarakat dalam Menjamin Integritas Pemilu
Masyarakat tidak hanya diminta untuk memberikan suara, tetapi juga untuk mengambil peran yang lebih aktif sebagai ‘penjaga’ proses demokrasi. Ada berbagai cara bagi individu dan kelompok untuk berkontribusi dalam pengawasan ini:
1. Mengamati Proses di TPS
Warga yang berpartisipasi dapat mengamati secara langsung jalannya pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Pengamatan ini mencakup memastikan prosedur diikuti dengan benar, tidak ada tekanan terhadap pemilih, dan penghitungan suara dilakukan secara transparan. Penting untuk diingat bahwa pengamatan harus dilakukan secara damai dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. Melaporkan Dugaan Pelanggaran
Setiap dugaan pelanggaran, seperti pembelian suara, intimidasi, atau penyalahgunaan wewenang, harus segera dilaporkan kepada pihak berwenang yang relevan, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat atau organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pemantauan pemilu. Pelaporan yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk tindakan korektif.
3. Edukasi dan Kampanye Informasi
Kelompok masyarakat sipil juga dapat aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya suara mereka, hak-hak pemilih, dan bagaimana mengidentifikasi serta melaporkan pelanggaran. Kampanye informasi ini membantu meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi yang lebih cerdas.
4. Pemanfaatan Teknologi Digital
Di era digital, media sosial dan platform pelaporan online dapat menjadi alat yang kuat untuk memantau dan mendokumentasikan proses pemilu. Masyarakat dapat berbagi informasi, foto, atau video (dengan etika dan verifikasi) yang relevan untuk mendukung upaya pengawasan kolektif. Namun, verifikasi informasi adalah kunci untuk menghindari penyebaran berita palsu.
Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu adalah manifestasi nyata dari kekuatan kolektif dalam menjaga demokrasi. Ini adalah sebuah investasi dalam masa depan pemerintahan yang responsif dan akuntabel. Komisi Pemilihan Umum Thailand (ECT) sendiri seringkali menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam menjamin kelancaran dan integritas pemilu.
Dampak Pemilu Lokal bagi Warga
Pemilu di Bangkok dan Pattaya bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, melainkan penentuan arah pembangunan dan kualitas hidup jutaan warganya. Pejabat yang terpilih akan membuat keputusan tentang anggaran kota, proyek infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, memastikan bahwa proses pemilihan ini menghasilkan pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat adalah fundamental.
Kesuksesan pemilu yang transparan dan adil akan meningkatkan kepercayaan publik tidak hanya pada sistem elektoral, tetapi juga pada institusi pemerintahan secara keseluruhan. Sebaliknya, pemilu yang diragukan integritasnya dapat merusak kepercayaan, memicu ketidakpuasan, dan bahkan mengancam stabilitas. Oleh karena itu, seruan kelompok masyarakat sipil ini patut mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat di Bangkok dan Pattaya.
-
Daerah2 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Daerah3 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah4 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Teknologi3 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Pemerintah4 bulan agoAnalisis Kritis Setahun Kepemimpinan Siska di Kendari: Menakar Janji dan Realisasi
-
Hukum & Kriminal4 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Olahraga4 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Pemerintah2 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
