Daerah
Ratusan Keluarga Terdampak Kebakaran Hebat Krendang Tambora, Polisi Pasang Garis Penyelidikan
Sebuah insiden kebakaran hebat telah melanda permukiman padat penduduk di kawasan Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Musibah ini mengakibatkan kerugian material yang sangat besar, menghanguskan setidaknya 27 unit rumah warga dan secara langsung berdampak pada 115 Kepala Keluarga (KK). Pasca-pemadaman, area yang terdampak kini telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari upaya penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran yang menyengsarakan ratusan warga ini.
Kebakaran yang terjadi di salah satu area paling padat di ibu kota ini menyisakan puing-puing dan trauma mendalam bagi para korban. Sebagian besar warga yang rumahnya ludes dilalap api kini harus mengungsi ke tempat-tempat darurat, sementara sebagian lainnya mulai bahu-membahu membersihkan sisa-sisa reruntuhan dengan harapan bisa menemukan barang berharga yang mungkin masih terselamatkan. Tim gabungan dari berbagai elemen, termasuk pemadam kebakaran, kepolisian, dan petugas kelurahan, terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pasca-bencana berjalan optimal.
Dampak Langsung dan Trauma Mendalam bagi Ratusan Keluarga
Kobaran api yang begitu cepat merambat di antara bangunan-bangunan semi-permanen dan kerapatan permukiman menjadi faktor utama meluasnya area terdampak. Sebanyak 115 KK, yang mewakili ratusan jiwa, kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka dalam sekejap. Banyak di antara mereka yang hanya bisa menyelamatkan pakaian di badan, meninggalkan kenangan dan masa depan yang kini harus dibangun dari nol.
* Korban Terdampak: 115 Kepala Keluarga, dengan total puluhan hingga ratusan jiwa.
* Kerugian Material: Setidaknya 27 unit rumah ludes terbakar.
* Pengungsian: Warga kini menempati posko darurat atau menumpang di rumah kerabat terdekat, menghadapi ketidakpastian akan masa depan mereka.
* Trauma Psikologis: Tidak hanya kerugian materi, trauma atas kejadian mengerikan ini juga membayangi para korban, terutama anak-anak dan lansia.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat telah bergerak cepat menyediakan bantuan awal, seperti tenda pengungsian, kebutuhan logistik dasar (makanan, air bersih), serta layanan kesehatan. Namun, tantangan terbesar adalah pemulihan jangka panjang, mengingat skala kerusakan yang masif di area yang memang rentan bencana kebakaran.
Penyelidikan Polisi dan Tantangan di Permukiman Padat
Pemasangan garis polisi (police line) di lokasi kejadian menandai dimulainya proses investigasi resmi. Tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tambora tengah bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti forensik guna menentukan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal berkisar dari korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor, hingga potensi faktor lain yang mungkin memicu api. Kasus kebakaran di permukiman padat seperti Krendang ini kerap kali sulit diungkap penyebabnya karena cepatnya api meluas dan rusaknya barang bukti.
Investigasi ini sangat krusial tidak hanya untuk menguak penyebab musibah, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Permukiman padat penduduk di Jakarta, termasuk Krendang, memang memiliki karakteristik yang membuatnya sangat rentan terhadap bahaya kebakaran:
* Akses Terbatas: Gang-gang sempit menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk mencapai titik api dengan cepat.
* Material Bangunan Rentan: Banyak rumah menggunakan material semi-permanen yang mudah terbakar.
* Jaringan Listrik Semrawut: Kabel-kabel listrik yang menumpuk dan instalasi yang tidak standar seringkali menjadi pemicu korsleting.
* Kepadatan Penduduk: Tingkat hunian yang tinggi mempercepat penyebaran api dari satu rumah ke rumah lainnya.
Kasus ini mengingatkan kita akan serangkaian insiden kebakaran sebelumnya di area serupa di Jakarta. Mengutip dari artikel terkait sebelumnya, penataan ulang permukiman dan edukasi keselamatan kebakaran yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memutus rantai kejadian yang terus berulang ini. Lebih lanjut mengenai tips pencegahan kebakaran bisa diakses di situs resmi BPBD DKI Jakarta.
Upaya Pemulihan dan Bantuan Kemanusiaan
Pasca-bencana, solidaritas warga sekitar dan berbagai organisasi kemanusiaan mulai terlihat. Bantuan dalam bentuk pakaian layak pakai, selimut, makanan siap saji, dan obat-obatan mulai mengalir ke posko-posko pengungsian. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga terdampak, meskipun prosesnya diprediksi akan memakan waktu tidak sebentar.
Diperlukan kolaborasi multisektoral antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta untuk merancang solusi jangka panjang. Hal ini meliputi program relokasi yang manusiawi jika memungkinkan, perbaikan infrastruktur listrik, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tata kelola hunian yang aman dan standar keselamatan kebakaran. Tragedi di Krendang ini menjadi momentum penting untuk kembali mengevaluasi kebijakan penataan kota dan mitigasi bencana di wilayah permukiman padat ibu kota. Fokus utama adalah bagaimana memastikan warga terdampak bisa bangkit kembali dan menjalani kehidupan yang lebih aman di masa depan.
Daerah
Pendaki Selamat Seru Masyarakat Jangan Salahkan Malim Gunung Atas Hilangnya Jaslinda di Gunung Batu Putih
Permohonan Pendaki Selamat: Jangan Salahkan Malim Gunung
Seorang pendaki yang berhasil diselamatkan dari insiden di Gunung Batu Putih mengeluarkan permohonan tulus agar masyarakat tidak menuding jari kepada malim gunung perhutanan (MGP) terkait hilangnya pendaki wanita Jaslinda Saludin, 49, sejak Ahad lalu. Permohonan ini muncul di tengah berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang intensif di kawasan gunung yang menantang tersebut.
Pendaki yang memilih untuk tidak disebutkan namanya itu, menekankan bahwa insiden seperti kehilangan jejak di gunung sering kali merupakan kombinasi dari berbagai faktor, bukan semata-mata kesalahan satu pihak. Ia memahami beban berat yang dipikul oleh MGP, yang tidak hanya bertugas memandu tetapi juga bertanggung jawab atas keselamatan setiap individu dalam kelompok.
“Kami memahami kekhawatiran dan kesedihan yang mendalam atas hilangnya Puan Jaslinda. Namun, sangat tidak adil jika kita langsung menyalahkan malim gunung. Mereka bekerja keras, mempertaruhkan nyawa mereka sendiri demi keselamatan kami,” ungkap pendaki tersebut dengan nada prihatin. “Marilah kita fokus pada upaya pencarian dan memberikan dukungan moral kepada semua pihak yang terlibat.”
Kronologi Kehilangan Jaslinda Saludin
Jaslinda Saludin, yang berusia 49 tahun, dilaporkan hilang pada Ahad lalu saat melakukan pendakian di Gunung Batu Putih. Detail pasti mengenai bagaimana ia terpisah dari kelompoknya masih dalam penyelidikan, namun insiden ini memicu respons cepat dari berbagai agensi penyelamat.
Operasi SAR yang melibatkan Polis Diraja Malaysia (PDRM), Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM), Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM), dan Jabatan Perhutanan telah dilancarkan segera setelah laporan diterima. Tim-tim pencari menghadapi medan yang sangat sulit, termasuk hutan lebat, lereng curam, dan kondisi cuaca yang tidak menentu, yang menjadi tantangan besar dalam upaya menemukan Jaslinda.
Kehilangan Jaslinda bukan hanya menjadi berita duka bagi keluarga dan komunitas pendaki, tetapi juga menyoroti kembali risiko inheren dari aktivitas pendakian gunung, terutama di kawasan yang kurang familiar atau memiliki medan yang menantang. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya dalam kasus-kasus serupa, setiap insiden adalah pengingat akan pentingnya persiapan matang dan kewaspadaan tinggi.
Peran Krusial Malim Gunung dalam Ekspedisi
Malim gunung perhutanan (MGP) memegang peran yang sangat krusial dalam setiap ekspedisi pendakian di kawasan hutan lindung. Mereka bukan sekadar penunjuk jalan, melainkan:
* Penjaga Keselamatan: MGP bertanggung jawab untuk memastikan setiap pendaki mengikuti prosedur keselamatan, memahami risiko, dan tidak menyimpang dari jalur.
* Pakar Medan: Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang topografi, vegetasi, fauna, dan kondisi cuaca setempat yang sangat penting untuk navigasi dan mitigasi risiko.
* Garda Terdepan: Dalam keadaan darurat, MGP adalah orang pertama yang merespons, seringkali menjadi penyelamat awal sebelum tim SAR tiba.
* Penghubung: MGP juga berperan sebagai penghubung antara pendaki dan peraturan hutan, memastikan keberlanjutan ekosistem.
Seorang MGP harus menjalani pelatihan ketat dan memiliki sertifikasi khusus. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang di garis depan untuk keselamatan para petualang alam. Menyalahkan mereka tanpa memahami konteks sepenuhnya dapat merusak semangat dan dedikasi mereka yang tak ternilai.
Tantangan Operasi SAR di Gunung Batu Putih
Gunung Batu Putih, yang terletak di kawasan Hutan Simpan Bidor, Perak, dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau sekaligus medannya yang menantang. Operasi SAR di sini sering kali dihadapkan pada sejumlah kendala:
* Medan Sulit: Hutan primer yang lebat, jurang dalam, dan lereng terjal memperlambat pergerakan tim pencari.
* Kondisi Cuaca: Perubahan cuaca mendadak, seperti hujan lebat dan kabut tebal, dapat mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko hipotermia bagi pendaki yang hilang.
* Jalur yang Tidak Jelas: Beberapa bagian gunung mungkin memiliki jalur yang kurang terawat atau bahkan tidak ada jalur sama sekali, memerlukan keahlian navigasi tinggi.
* Luasnya Area Pencarian: Semakin lama waktu berlalu, area pencarian semakin meluas, membutuhkan sumber daya manusia dan logistik yang besar.
Seluruh tim SAR bekerja tanpa lelah, menggunakan berbagai metode pencarian, termasuk pencarian darat, unit K9, dan kadang-kadang dukungan udara jika memungkinkan. Komitmen mereka adalah untuk membawa Jaslinda pulang dengan selamat.
Pelajaran dan Imbauan Keselamatan Mendaki
Insiden seperti yang menimpa Jaslinda ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya mengikuti protokol keselamatan saat mendaki gunung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
* Persiapan Fisik dan Mental: Pastikan tubuh fit dan mental siap menghadapi tantangan.
* Peralatan Memadai: Bawa perlengkapan standar seperti peta, kompas/GPS, P3K, makanan, minuman, lampu kepala, dan pakaian sesuai cuaca.
* Informasikan Rencana Perjalanan: Beritahu keluarga atau teman tentang rute dan perkiraan waktu kembali.
* Selalu Ikuti Instruksi Malim Gunung: Mereka adalah pakar yang paling tahu kondisi medan.
* Jangan Memisahkan Diri: Tetaplah dalam kelompok dan selalu awasi teman pendaki.
* Pentingnya Asuransi: Pertimbangkan untuk mengambil asuransi perjalanan atau pendakian yang mencakup operasi SAR.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai tips keselamatan mendaki, masyarakat dapat merujuk panduan dari Departemen Kehutanan Semenanjung Malaysia atau portal pendakian gunung yang kredibel. Setiap pendaki memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain dalam kelompok. Mari kita jadikan setiap pendakian pengalaman yang aman dan berkesan. Kunjungi situs web Jabatan Perhutanan Semenanjung Malaysia untuk panduan keselamatan.
Daerah
Tragedi Pantai Batu Linting: Remaja 15 Tahun Hilang Terseret Arus, SAR Besar-besaran Dikerahkan
Seorang remaja lelaki berusia 15 tahun dikhuatiri lemas setelah dilaporkan hilang terseret arus deras saat mandi bersama ahli keluarganya di Pantai Batu Linting, Kuala Penyu, hari ini. Insiden tragis ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran yang melibatkan berbagai agensi untuk menemukan korban di tengah kondisi perairan yang menantang.
Informasi awal menyebutkan bahwa remaja tersebut, yang identitasnya belum dirilis oleh pihak berwenang, sedang menikmati waktu liburan bersama keluarganya di pantai populer tersebut ketika musibah terjadi. Diduga, arus bawah yang kuat secara tiba-tiba menarik korban jauh ke tengah laut, di luar jangkauan upaya penyelamatan cepat oleh anggota keluarganya yang panik. Upaya spontan dari beberapa pengunjung pantai lainnya untuk membantu juga tidak berhasil karena kecepatan dan kekuatan arus.
Detik-detik Hilangnya Remaja di Pantai Berarus Deras
Menurut saksi mata, korban bersama anggota keluarganya tiba di Pantai Batu Linting pada siang hari. Mereka memilih untuk berenang di area yang, menurut beberapa warga lokal, memiliki reputasi arus yang tidak terduga dan seringkali kuat, terutama saat kondisi pasang. Sekitar pukul 14.30 waktu setempat, tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong dari arah laut. Anggota keluarga yang berada di tepi pantai segera menyadari bahwa remaja tersebut telah terseret arus deras dan mulai menghilang dari pandangan.
“Kami mendengar suara teriakan dan melihat beberapa orang menunjuk ke arah laut. Keluarga korban terlihat sangat panik dan mencoba berlari ke air, namun arus terlalu kuat,” ujar seorang pengunjung pantai yang enggan disebutkan namanya. “Ini adalah pengingat yang sangat menyedihkan betapa berbahayanya laut jika kita tidak berhati-hati.”
Setelah mendapatkan laporan, Pusat Gerakan Operasi Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) dengan cepat mengerahkan tim ke lokasi. Koordinasi segera dilakukan dengan agensi lain seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) untuk melancarkan operasi SAR secara terpadu.
Tantangan Operasi SAR dan Peringatan Keselamatan Pantai
Operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai agensi menghadapi tantangan signifikan. Kondisi ombak yang tidak menentu dan arus bawah yang kuat menjadi hambatan utama. Tim penyelamat menggunakan perahu-perahu kecil, jet ski, dan bahkan drone untuk menyisir area perairan dan garis pantai. Fokus pencarian diperluas hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian, mengingat potensi korban terseret jauh oleh arus.
- Kondisi Medan: Pantai Batu Linting dikenal dengan kontur bawah lautnya yang bervariasi dan arus yang dapat berubah secara tiba-tiba.
- Sumber Daya: Beberapa perahu penyelamat dan tim penyelam khusus dikerahkan, namun visibilitas bawah air yang rendah juga menjadi kendala.
- Durasi Pencarian: Operasi SAR diperkirakan akan berlanjut hingga malam hari dan akan dilanjutkan keesokan harinya jika korban belum ditemukan.
Kepala Balai Bomba dan Penyelamat Kuala Penyu, (nama fiktif) Encik Azman bin Abdullah, menyerukan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu peringatan di pantai. “Arus laut bisa sangat tidak terduga, terutama di pantai-pantai yang dikenal dengan ombak besar seperti Batu Linting. Kami selalu mengingatkan para pengunjung untuk tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai dan selalu mengawasi anak-anak,” tegasnya.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di perairan Pantai Batu Linting yang memang dikenal memiliki arus bawah yang kuat. Sebelumnya, pada tahun lalu, otoritas setempat juga telah mengeluarkan peringatan serupa menyusul beberapa kejadian hampir tenggelam di lokasi yang sama, menyoroti perlunya kesadaran publik yang lebih tinggi terhadap potensi bahaya maritim di wilayah tersebut.
Seruan Peningkatan Kesadaran Publik dan Langkah Preventif
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di pantai. Pihak berwenang dan komunitas lokal diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai risiko yang ada. Pemasangan papan peringatan yang lebih jelas dan patroli yang lebih sering di area-area berisiko tinggi sangatlah krusial untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Keluarga korban saat ini masih berharap keajaiban seraya menunggu hasil dari operasi SAR yang terus berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dan memberikan ruang bagi tim penyelamat untuk bekerja maksimal.
Daerah
Ribuan Warga dan Pimpinan Kota Makassar Rayakan Iduladha, Wali Kota Ajak Perkuat Kebersamaan
Ribuan Warga dan Pimpinan Kota Makassar Rayakan Iduladha, Wali Kota Ajak Perkuat Kebersamaan
Kemeriahan Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah menyelimuti kota, saat ribuan warga tumpah ruah memenuhi Lapangan Karebosi untuk melaksanakan Salat Iduladha. Momentum sakral ini tidak hanya menjadi ajang ibadah semata, melainkan juga wadah mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dengan jajaran pimpinan daerah.
Dalam khotbahnya yang sarat makna, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa memperkuat nilai keikhlasan dan kebersamaan dalam setiap sendi kehidupan. Pesan ini bukan sekadar retorika seremonial, melainkan sebuah seruan mendalam yang relevan dengan tantangan dan dinamika pembangunan kota yang membutuhkan partisipasi aktif serta soliditas dari seluruh warganya. Kehadiran para pimpinan kota, termasuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah, yang membaur bersama masyarakat luas, menumbuhkan suasana keakraban dan menunjukkan sinergi antara pemerintah dan rakyatnya. Keikhlasan dalam berkorban, seperti yang disimbolkan dalam perayaan Iduladha, diharapkan mampu menginspirasi semangat gotong royong dan pengabdian demi kemajuan bersama.
Makna Kebersamaan di Lapangan Karebosi
Lapangan Karebosi, yang menjadi saksi bisu pelaksanaan Salat Iduladha, telah lama menjadi ikon kebersamaan warga. Sejak pagi hari, area ini dipadati oleh jamaah dari berbagai penjuru, menciptakan lautan manusia yang harmonis dalam satu tujuan. Suasana khidmat bercampur haru terasa kental, menggarisbawahi pentingnya perayaan keagamaan sebagai perekat sosial.
- Lapangan Karebosi menjadi pusat perayaan Iduladha, menarik ribuan jamaah.
- Kehadiran pimpinan daerah secara langsung membaur bersama masyarakat menunjukkan kedekatan.
- Momen ini menguatkan ikatan sosial dan rasa persatuan di tengah heterogenitas warga.
- Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai isu kota, mulai dari kebersihan hingga keamanan.
Partisipasi aktif dari pimpinan kota dalam Salat Iduladha bersama warganya juga merefleksikan komitmen pemerintah daerah terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial yang dijunjung tinggi masyarakat. Hal ini mempertegas bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual, membangun karakter kota yang berlandaskan nilai-nilai luhur.
Pesan Wali Kota: Keikhlasan dan Solidaritas
Fokus utama khotbah Wali Kota adalah ajakan untuk menginternalisasi nilai keikhlasan dan kebersamaan. Kedua nilai ini, menurutnya, adalah fondasi penting dalam membangun kota yang madani dan berkelanjutan. Keikhlasan diartikan sebagai kemurnian niat dalam setiap tindakan, baik dalam ibadah maupun bermasyarakat, tanpa mengharapkan imbalan.
Sementara itu, kebersamaan ditekankan sebagai kunci untuk mengatasi berbagai persoalan dan mencapai tujuan bersama. Wali Kota Moh. Ramdhan Pomanto menyampaikan, Semangat Iduladha mengajarkan kita untuk ikhlas berkorban dan bahu-membahu dalam kebaikan. Ini adalah modal kita untuk membangun kota ini menjadi lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih harmonis.
Pesan ini sejalan dengan berbagai program pemerintah kota yang mengedepankan partisipasi masyarakat, seperti program lorong garden atau inisiatif kebersihan lingkungan yang sangat bergantung pada kesadaran kolektif dan kerja sama warga.
Refleksi pesan keikhlasan ini juga bisa dilihat dari berbagai inisiatif filantropi dan kepedulian sosial yang tumbuh subur di kota, terutama menjelang dan saat Hari Raya Kurban. Masyarakat bergotong royong mendistribusikan hewan kurban kepada yang membutuhkan, menunjukkan empati dan solidaritas sosial yang kuat. Ini adalah contoh konkret bagaimana nilai-nilai yang disampaikan pimpinan kota terwujud dalam praktik nyata warga.
Implikasi Pesan untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan
Pesan Wali Kota tentang keikhlasan dan kebersamaan memiliki implikasi jangka panjang bagi pembangunan kota. Dalam konteks pemerintahan, keikhlasan diharapkan menjadi panduan bagi para aparatur sipil negara dalam melayani masyarakat, bebas dari kepentingan pribadi dan korupsi. Kebersamaan, di sisi lain, menjadi landasan untuk menciptakan sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan serta melaksanakan kebijakan publik.
Meningkatnya partisipasi warga dalam berbagai program pembangunan, mulai dari lingkungan hidup, pendidikan, hingga kesehatan, sangat bergantung pada tingkat kebersamaan dan kesadaran kolektif. Sebagai contoh, program Makassar Recover yang sebelumnya gencar dilakukan, sangat mengandalkan kolaborasi dan semangat kebersamaan dari seluruh lapisan masyarakat untuk memulihkan kondisi kota pasca-pandemi. Pesan Iduladha ini diharapkan memperkuat landasan moral dan etika bagi keberlanjutan program-program tersebut.
Pentingnya nilai-nilai ini juga telah berulang kali disuarakan dalam berbagai kesempatan. Misalnya, dalam artikel kami sebelumnya tentang program gotong royong di kelurahan, semangat kebersamaan terbukti menjadi katalisator keberhasilan. Dengan demikian, Salat Iduladha tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga pengingat akan fondasi nilai-nilai yang harus terus dipupuk untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang nyaman, bersih, dan berdaya saing, dengan masyarakat yang solid dan saling peduli.
-
Daerah2 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Daerah3 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah3 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Olahraga3 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Teknologi3 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Pemerintah3 bulan agoAnalisis Kritis Setahun Kepemimpinan Siska di Kendari: Menakar Janji dan Realisasi
-
Hukum & Kriminal3 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Pemerintah2 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
