Connect with us

Pemerintah

Ketahanan Pangan Terjamin: Kunjungan Menteri Pertanian ke Gudang BULOG Jatim Pastikan Stok Aman 4,9 Juta Ton

Published

on

Sinergi Pemerintah Perkuat Jaminan Stok Pangan Nasional

Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) ke gudang penyimpanan milik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) di Jawa Timur menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan nasional. Dalam kesempatan ini, Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal, secara langsung meyakinkan bahwa stok pangan nasional berada pada level aman, mencapai angka 4,9 juta ton. Angka ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah fluktuasi pasar global dan tantangan iklim.

Kolaborasi antara Kementerian Pertanian sebagai regulator produksi dan BULOG sebagai stabilisator dan distributor utama, menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Peninjauan lapangan ini tidak hanya sekadar formalitas, namun merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memantau kondisi riil di lapangan, memastikan proses distribusi berjalan lancar, dan mengidentifikasi potensi kendala sedini mungkin. Dengan stok yang memadai, pemerintah berupaya meredam spekulasi harga dan menjamin akses pangan bagi seluruh masyarakat.

Mengurai Angka 4,9 Juta Ton: Jaminan Atau Sekadar Cadangan?

Angka 4,9 juta ton stok pangan nasional yang disampaikan oleh Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal, menunjukkan kapasitas penyimpanan yang signifikan. Meskipun jenis komoditas spesifik tidak dijelaskan secara rinci dalam laporan awal, stok pangan nasional umumnya didominasi oleh beras sebagai komoditas strategis utama. Selain itu, cadangan dapat meliputi jagung, gula, dan minyak goreng. Rizal menegaskan bahwa jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam beberapa waktu ke depan, serta untuk menjaga stabilisasi harga pasar, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat musim panen raya belum tiba.

  • Ketersediaan Beras: Mayoritas cadangan pangan BULOG adalah beras, yang menjadi indikator utama ketahanan pangan.
  • Fungsi Stabilisasi: Stok ini vital untuk operasi pasar dan intervensi harga saat terjadi lonjakan.
  • Respon Cepat: Cadangan memungkinkan pemerintah merespons bencana alam atau gangguan pasokan mendadak.
  • Perencanaan Jangka Panjang: Angka tersebut juga mencerminkan upaya perencanaan jangka panjang pemerintah.

Namun, penting untuk secara kritis menganalisis apakah angka tersebut representatif terhadap kebutuhan jangka panjang dan tantangan yang lebih besar. Ketahanan pangan tidak hanya soal kuantitas, melainkan juga kualitas, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Evaluasi berkala terhadap kondisi gudang, manajemen rantai pasok, dan kapasitas penyerapan hasil panen petani lokal menjadi krusial untuk memastikan bahwa angka tersebut benar-benar mencerminkan kondisi ketahanan pangan yang kuat, bukan sekadar cadangan statis.

Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Konsep sinergi untuk ketahanan pangan menjadi benang merah dalam setiap pernyataan pejabat terkait. Sinergi ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari hulu hingga hilir. Kementerian Pertanian bertanggung jawab dalam meningkatkan produksi di tingkat petani melalui program intensifikasi, bantuan benih, pupuk, dan irigasi. Sementara itu, BULOG berperan dalam penyerapan hasil panen petani, pengelolaan stok, serta distribusi ke seluruh pelosok negeri. Kunjungan Mentan ke gudang BULOG di Jawa Timur adalah simbol dari koordinasi erat ini, memastikan bahwa kebijakan di tingkat produksi selaras dengan kebutuhan di tingkat distribusi dan konsumsi.

Isu ketahanan pangan ini bukan kali pertama menjadi perhatian publik. Sebelumnya, portal kami juga pernah mengulas tantangan iklim dan dampaknya pada produksi beras nasional, menunjukkan kompleksitas permasalahan yang ada dan upaya adaptasi yang harus terus dilakukan. Lingkaran setan antara produksi yang tidak stabil akibat perubahan iklim, fluktuasi harga pupuk global, hingga tantangan logistik di kepulauan Indonesia, memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain itu, sinergi juga mencakup kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan potensi produksi dan kebutuhan konsumsi di setiap wilayah, serta dengan pelaku usaha swasta untuk memperluas jaringan distribusi. Tujuannya adalah membangun ekosistem pangan yang tangguh, tidak mudah goyah oleh guncangan eksternal maupun internal. Ke depan, strategi diversifikasi pangan dan peningkatan nilai tambah produk pertanian lokal juga harus menjadi bagian integral dari sinergi ini, mengurangi ketergantungan pada satu atau dua komoditas utama.

Tantangan dan Strategi Masa Depan

Meskipun stok pangan saat ini diklaim aman, tantangan ketahanan pangan Indonesia masih sangat besar. Perubahan iklim yang memicu kekeringan atau banjir, serangan hama penyakit, hingga konversi lahan pertanian menjadi non-pertanian, terus mengancam stabilitas produksi. Selain itu, dinamika harga pangan global yang dipengaruhi oleh konflik geopolitik dan kebijakan perdagangan negara-negara produsen juga dapat berdampak signifikan terhadap pasokan dan harga di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat strategi jangka panjang yang meliputi:

  1. Peningkatan Produktivitas Pertanian: Mendorong inovasi dan teknologi pertanian, seperti bibit unggul tahan cuaca ekstrem dan praktik pertanian berkelanjutan.
  2. Penguatan Infrastruktur Logistik: Memperbaiki akses jalan dan sarana transportasi untuk distribusi yang lebih efisien dari sentra produksi ke konsumen.
  3. Diversifikasi Pangan Lokal: Menggalakkan konsumsi pangan non-beras untuk mengurangi tekanan pada komoditas tunggal.
  4. Manajemen Buffer Stock yang Optimal: Memastikan cadangan pangan selalu pada level aman dan dapat diakses dengan cepat.
  5. Digitalisasi Rantai Pasok: Menggunakan teknologi untuk memantau stok, harga, dan distribusi secara real-time.

Komitmen Menteri Pertanian dan Direktur Utama BULOG ini adalah langkah positif, namun keberlanjutan program dan responsif terhadap tantangan yang terus berkembang akan menjadi penentu utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang hakiki bagi Indonesia. Transparansi data, akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan akan menjadi pilar utama menuju masa depan pangan yang lebih cerah.

Pemerintah

ADUN Kesidang Tetapkan Larangan Keraian Warga Asing di Ruang Terbuka Demi Ketenteraman Awam

Published

on

ADUN Kesidang mengumumkan larangan tegas bagi warga asing untuk mengadakan sebarang majlis keraian di kawasan terbuka dalam konstituensinya. Kebijakan ini diberlakukan demi mengelakkan sebarang pertikaian atau potensi kacau ganggu terhadap penduduk tempatan. Langkah ini menandai upaya proaktif pihak berkuasa tempatan untuk menjaga keharmonian dan ketenteraman awam di tengah dinamika populasi yang beragam.

Kebijakan baru ini muncul sebagai respons terhadap berbagai keluhan dan keprihatinan yang disampaikan oleh penduduk setempat mengenai aktivitas di ruang publik. Selama beberapa waktu, ADUN Kesidang telah menerima masukan terkait potensi gangguan akibat perayaan atau perkumpulan warga asing yang kadang kala melampaui batas waktu atau menimbulkan kebisingan. Dengan adanya larangan ini, diharapkan permasalahan tersebut dapat diminimalisir secara efektif, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi semua pihak.

ADUN Kesidang menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di kawasan publik. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski hak untuk berkumpul dan berekspresi dihormati, hal itu tidak boleh mengganggu hak-hak dasar penduduk lain untuk menikmati ketenangan dan ketenteraman di lingkungan tempat tinggal mereka. Kebijakan ini bukan bertujuan untuk mendiskriminasi, melainkan untuk menegakkan peraturan demi kebaikan bersama dan mengelola penggunaan ruang publik secara adil.

Latar Belakang dan Tujuan Larangan

Keputusan untuk memberlakukan larangan ini didasari oleh beberapa faktor yang telah menjadi perhatian serius di DUN Kesidang. Pihak berkuasa melihat peningkatan kejadian yang melibatkan perayaan atau perkumpulan di ruang terbuka yang seringkali menimbulkan gesekan sosial. Alasan utama yang mendorong kebijakan ini meliputi:

  • Pencegahan Gangguan Kebisingan: Beberapa majlis keraian menghasilkan tingkat kebisingan yang mengganggu terutama pada waktu malam atau di kawasan perumahan padat.
  • Penjagaan Kebersihan dan Ketertiban: Aktivitas keraian kadang menyisakan sampah dan mengganggu kebersihan lingkungan, serta menyebabkan ketidaktertiban umum.
  • Penghindaran Konflik Sosial: Potensi perselisihan antara warga asing dan penduduk tempatan dapat timbul akibat perbedaan budaya atau ekspektasi terkait penggunaan ruang publik.
  • Pengelolaan Ruang Publik yang Efisien: Memastikan bahwa ruang terbuka dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat tanpa adanya monopoli atau gangguan yang merugikan.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi panduan jelas bagi warga asing mengenai batasan dalam menggunakan fasilitas umum. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap komunitas mematuhi norma dan peraturan yang berlaku demi menjaga integritas sosial di kawasan tersebut. Ini bukan kali pertama isu mengenai pengelolaan ruang publik dan integrasi komunitas menjadi sorotan di negeri ini. Artikel sebelumnya, misalnya yang membahas panduan etika penggunaan ruang publik di bandar-bandar besar, juga menyoroti pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonian sosial.

Dampak Terhadap Komunitas dan Integrasi Sosial

Larangan ini secara langsung akan mempengaruhi cara komunitas warga asing bersosialisasi dan merayakan acara-acara khusus mereka. Penting bagi ADUN dan pihak berkuasa setempat untuk menyediakan saluran komunikasi yang jelas serta alternatif yang sesuai bagi warga asing agar mereka tetap dapat menjalankan tradisi dan berkumpul tanpa melanggar peraturan. Ini adalah elemen krusial dalam mendorong integrasi alih-alih isolasi. Tanpa opsi yang memadai, kebijakan semacam ini berpotensi menimbulkan rasa terpinggirkan di kalangan komunitas warga asing, yang pada gilirannya dapat menghambat upaya integrasi sosial.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh banyak kota di Malaysia dalam mengelola populasi yang beragam dan menjamin keharmonian sosial. Keseimbangan antara hak individu untuk berekspresi dan kepentingan kolektif untuk ketenteraman awam selalu menjadi titik perdebatan. ADUN Kesidang berpendapat bahwa kebijakan ini adalah langkah yang diperlukan untuk menegakkan prinsip ‘hidup bersama’ yang saling menghormati di kawasan mereka. Dialog antara pihak berkuasa, penduduk tempatan, dan perwakilan komuniti warga asing menjadi sangat penting untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh serta penerimaan yang positif terhadap kebijakan ini.

Langkah ke Depan dan Dialog Komunitas

Pihak berkuasa tempatan diharapkan tidak hanya memberlakukan larangan, tetapi juga untuk secara proaktif terlibat dalam dialog dengan pelbagai komuniti. Ini termasuk menjelaskan rasional di balik kebijakan, mendengarkan masukan, dan mencari solusi kreatif untuk memfasilitasi kebutuhan sosial dan budaya warga asing dalam batasan yang ditetapkan. Misalnya, menggalakkan penggunaan lokasi tertutup yang dikendalikan atau menyediakan ruang khusus yang dirancang untuk acara komuniti, yang mematuhi peraturan kebisingan dan kebersihan.

Kebijakan seperti yang diterapkan di Kesidang ini memerlukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitasnya dan untuk menyesuaikannya jika diperlukan. Tujuannya adalah mencapai lingkungan yang inklusif dan harmonis di mana semua penduduk, tanpa mengira latar belakang, dapat hidup berdampingan dengan damai. Untuk informasi lebih lanjut tentang peraturan tata kota dan panduan penggunaan ruang publik di Malaysia, masyarakat boleh merujuk kepada portal rasmi Kementerian Perumahan dan Kerajaan Tempatan (KPKT) atau laman web Majlis Perbandaran tempatan. Keterbukaan informasi dan dialog konstruktif adalah kunci untuk keberhasilan kebijakan publik yang sensitif terhadap keberagaman masyarakat.

[Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang peraturan perbandaran dan komunitas](https://www.kpkt.gov.my/)

Continue Reading

Pemerintah

Wamenkomdigi Nezar Patria Ungkap Peran Krusial AI dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti peran sentral teknologi dalam mendukung keberlanjutan program pangan nasional. Nezar menegaskan bahwa implementasi kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan Command Center berbasis AI merupakan langkah krusial untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperkuat keamanan pangan di Indonesia.

Inisiatif ini datang di tengah tantangan global akan perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan disrupsi rantai pasok yang menuntut solusi inovatif. Pemerintah Indonesia secara aktif mencari jalan untuk mengoptimalkan sektor pangan demi menjamin ketersediaan dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Visi ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Mengapa Teknologi Kunci Ketahanan Pangan?

Ketahanan pangan merupakan pilar fundamental bagi stabilitas dan kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia sebagai negara agraris dan kepulauan, tantangan dalam mencapai ketahanan pangan seringkali kompleks, mulai dari distribusi yang tidak merata, praktik pertanian yang belum optimal, hingga dampak perubahan iklim yang ekstrem. Nezar Patria menggarisbawahi bahwa teknologi hadir sebagai jawaban strategis untuk mengatasi berbagai hambatan ini.

Dengan adopsi teknologi mutakhir, sektor pangan dapat bertransformasi menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar maupun lingkungan. Penggunaan sensor, data analitik, dan otomatisasi dapat mengubah cara petani bekerja, meningkatkan produktivitas lahan, dan mengurangi kerugian pasca-panen. Ini adalah lompatan besar dari metode konvensional menuju pertanian yang presisi dan berkelanjutan.

Beberapa manfaat teknologi dalam ketahanan pangan meliputi:

  • Peningkatan Produktivitas: Teknologi pertanian presisi memungkinkan penggunaan pupuk dan air yang lebih efisien, serta deteksi dini hama dan penyakit.
  • Optimalisasi Rantai Pasok: Pelacakan produk dari hulu ke hilir mengurangi waktu tempuh dan meminimalkan kerusakan selama pengiriman.
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Analisis big data memberikan insight untuk prediksi panen, fluktuasi harga, dan kebutuhan pasar.
  • Reduksi Limbah Pangan: Pemantauan kondisi penyimpanan dan transportasi secara real-time membantu mencegah pembusukan.
  • Mitigasi Risiko Iklim: Model prediktif dapat memperingatkan petani tentang cuaca ekstrem, memungkinkan mereka mengambil tindakan pencegahan.

Peran Strategis Command Center Berbasis AI

Command Center berbasis AI yang dicanangkan Nezar Patria adalah inti dari strategi digitalisasi pangan ini. Pusat komando semacam ini berfungsi sebagai otak sentral yang mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data besar dari berbagai sumber di seluruh ekosistem pangan. Mulai dari data cuaca, kondisi tanah, citra satelit lahan pertanian, hingga informasi pasar dan logistik distribusi.

Kecerdasan buatan dalam Command Center ini akan menganalisis pola, mengidentifikasi anomali, dan memberikan rekomendasi tindakan secara otomatis kepada pemangku kepentingan. Misalnya, AI dapat memprediksi potensi gagal panen di suatu daerah akibat hama, lalu menginformasikan dinas terkait untuk segera mengirimkan bantuan atau mengatur pasokan dari daerah lain. Ini menciptakan sistem yang proaktif, bukan reaktif.

Infrastruktur Command Center ini bukan hanya tentang perangkat keras, melainkan juga integrasi perangkat lunak cerdas yang mampu belajar dan beradaptasi. Kemampuannya untuk memproses dan menyajikan informasi secara visual dan mudah dipahami akan sangat membantu pengambil keputusan di tingkat nasional maupun daerah untuk merumuskan kebijakan yang tepat waktu dan berbasis bukti.

Menuju Ekosistem Pangan Berkelanjutan dan Inklusif

Langkah Wamenkomdigi Nezar Patria dalam mendorong adopsi teknologi canggih untuk ketahanan pangan sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ekonomi digital yang kuat dan inklusif. Transformasi digital di sektor pertanian tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi pertanian dan mendorong inovasi di kalangan startup lokal.

Artikel sebelumnya sering membahas tentang urgensi digitalisasi di berbagai sektor, dan inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan visi tersebut di salah satu sektor paling vital. Tantangan yang dihadapi antara lain adalah kesiapan infrastruktur digital di daerah terpencil dan peningkatan literasi digital para petani. Oleh karena itu, program ini harus dibarengi dengan edukasi dan dukungan yang komprehensif agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata.

Komitmen terhadap pembangunan Command Center berbasis AI ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan pangan Indonesia. Dengan demikian, target ketahanan pangan yang kuat, efisien, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang dapat dicapai melalui sinergi antara kebijakan yang tepat dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Upaya ini akan membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju swasembada pangan yang lestari dan berdaya saing global. Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif digitalisasi pemerintah dapat dilihat melalui portal resmi seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Continue Reading

Pemerintah

Polda Banten Gelar Simulasi Besar Pengamanan May Day: Pastikan Aksi Buruh Berjalan Aman

Published

on

Polda Banten secara sigap menyelenggarakan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka persiapan menghadapi potensi demonstrasi Hari Buruh Internasional atau May Day. Kegiatan berskala besar ini menegaskan komitmen kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Buruh berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa mengesampingkan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat Hari Buruh kerap menjadi momen bagi serikat pekerja untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Simulasi yang melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan ini tidak hanya berfokus pada respons terhadap eskalasi konflik, melainkan juga pada manajemen kerumunan, pengamanan objek vital, serta optimalisasi jalur lalu lintas. Kepolisian Daerah Banten mempersiapkan berbagai strategi komprehensif untuk mengantisipasi skenario terburuk, mulai dari unjuk rasa damai hingga potensi tindak anarkis. Latihan ini dirancang untuk menguji koordinasi antarunit, kesiapan peralatan, dan kemampuan personel dalam menghadapi tekanan di lapangan, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasari oleh prosedur operasional standar yang ketat.

Strategi Komprehensif dalam Simulasi Pengamanan

Latihan Sispamkota yang digelar Polda Banten mencakup simulasi berbagai aspek penting dalam pengamanan aksi massa. Pendekatan multi-lapisan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua pihak, baik demonstran maupun masyarakat umum. Beberapa poin penting yang menjadi fokus simulasi meliputi:

  • Pengendalian Massa yang Proporsional: Pelatihan teknik negosiasi, pembubaran massa sesuai prosedur, dan penggunaan alat pengendali massa non-mematikan.
  • Pengamanan Objek Vital: Penempatan personel di area strategis seperti kantor pemerintahan, pusat bisnis, dan fasilitas umum untuk mencegah kerusakan atau gangguan.
  • Pengaturan Arus Lalu Lintas: Simulasi rekayasa lalu lintas dan pengalihan jalur untuk meminimalkan dampak kemacetan akibat aksi unjuk rasa.
  • Penanganan Medis Darurat: Kesiapan tim medis dan ambulans untuk menangani potensi korban dari kedua belah pihak.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Latihan bersama dengan instansi terkait seperti TNI, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk respons terpadu.
  • Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan drone untuk pemantauan udara, kamera CCTV, dan sistem komunikasi terintegrasi untuk pengambilan keputusan cepat dan akurat.

Latar Belakang dan Urgensi Kesiapan May Day

Hari Buruh, yang diperingati setiap 1 Mei, seringkali menjadi platform utama bagi para pekerja untuk menyuarakan hak-hak mereka. Tuntutan-tuntutan mulai dari kenaikan upah, perbaikan kondisi kerja, hingga penolakan terhadap kebijakan tertentu kerap mewarnai demonstrasi. Oleh karena itu, kesiapan aparat keamanan menjadi fundamental untuk menjamin bahwa penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara demokratis dan damai, tanpa mengganggu ketertiban umum atau menimbulkan kerugian material.

Simulasi ini mengingatkan pada upaya serupa yang gencar dilakukan pihak kepolisian menjelang Pemilu 2024 lalu, seperti yang pernah kami ulas dalam artikel ‘Polda Perkuat Kesiapan Hadapi Potensi Konflik Elektoral’. Kesiapan proaktif semacam ini menunjukkan pendekatan preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan publik.

Menjaga Keseimbangan Hak Berpendapat dan Ketertiban

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tujuan utama dari simulasi ini bukanlah untuk membatasi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, melainkan untuk memfasilitasi agar hak tersebut dapat terlaksana dengan aman dan tertib. Pemahaman akan peran Polri dalam pengamanan aksi unjuk rasa adalah sebagai penjamin keamanan dan pelindung hak asasi manusia, bukan sebagai penghalang. Dialog dan komunikasi dengan perwakilan serikat buruh juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengamanan, untuk membangun pengertian dan mencegah kesalahpahaman.

Dengan persiapan yang matang melalui Sispamkota, Polda Banten berupaya meminimalisir segala bentuk risiko yang mungkin timbul saat Hari Buruh. Harapannya, peringatan May Day di wilayah Banten dapat berjalan kondusif, menghasilkan penyampaian aspirasi yang efektif tanpa mengganggu harmoni sosial dan produktivitas daerah.

Continue Reading

Trending