Pemerintah
Proses Pemakzulan Sara Duterte Bergulir Lagi di Parlemen Filipina: Mekanisme dan Dampaknya
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali menjadi sorotan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi melanjutkan proses pemakzulan terhadapnya. Kejadian ini berlangsung lebih dari setahun setelah upaya serupa sebelumnya dibatalkan atas dasar konstitusional, menandai babak baru dalam drama politik di negara tersebut.
Pengajuan pemakzulan kali ini menunjukkan persistensi oposisi atau faksi-faksi tertentu dalam parlemen yang berupaya untuk menuntut pertanggungjawaban Duterte. Meskipun detail mengenai tuduhan spesifik untuk upaya terbaru ini belum sepenuhnya dirinci dalam sumber awal, proses pemakzulan di Filipina biasanya didasarkan pada pelanggaran konstitusi, pengkhianatan, penyuapan, korupsi, kejahatan berat lainnya, atau pengkhianatan kepercayaan publik.
Kembali Menghadapi Proses Pemakzulan
Upaya pemakzulan terhadap Sara Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, bukanlah hal baru. Lebih dari setahun yang lalu, sebuah inisiatif serupa terganjal di parlemen karena dianggap tidak memenuhi syarat konstitusional. Pembatalan tersebut kala itu memberikan kelonggaran politik bagi Duterte, namun kini, tekanan kembali memuncak. Pengulangan proses ini menyoroti dinamika politik yang bergejolak di Filipina, terutama mengingat posisi Sara Duterte sebagai Wakil Presiden, yang memiliki peran penting dalam suksesi kepemimpinan.
Keberhasilan proses pemakzulan sangat bergantung pada dukungan politik di DPR dan Senat. Ini bukan hanya pertarungan hukum, melainkan juga perebutan narasi dan kekuatan politik.
Memahami Mekanisme Impeachment di Filipina
Proses pemakzulan di Filipina diatur ketat oleh Konstitusi 1987, khususnya pada Pasal XI. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan checks and balances terhadap pejabat tinggi negara. Berikut adalah langkah-langkah kunci dalam proses pemakzulan:
- Pengajuan Pengaduan: Proses dimulai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pengaduan pemakzulan dapat diajukan oleh anggota DPR atau warga negara biasa melalui anggota DPR.
- Verifikasi dan Rujukan ke Komite: Setelah diajukan, pengaduan akan dirujuk ke Komite Kehakiman DPR. Komite ini akan menentukan apakah pengaduan tersebut memiliki ‘bentuk’ dan ‘substansi’ yang cukup.
- Pemungutan Suara di Komite: Jika komite menemukan adanya dasar yang cukup, akan ada pemungutan suara. Jika disetujui, rekomendasi akan diajukan ke sidang pleno DPR.
- Pemungutan Suara di DPR: Di sidang pleno DPR, dibutuhkan setidaknya sepertiga (1/3) dari seluruh anggota untuk menyetujui artikel pemakzulan. Jika ambang batas ini terpenuhi, maka pejabat tersebut secara resmi ‘dimakzulkan’ oleh DPR.
- Pengiriman ke Senat: Setelah artikel pemakzulan disetujui oleh DPR, kasus tersebut akan dikirim ke Senat, yang akan bertindak sebagai pengadilan impeachment.
- Persidangan di Senat: Senat akan melakukan persidangan, dengan anggota Senat bertindak sebagai juri dan Ketua Mahkamah Agung memimpin sebagai presiding officer. Pihak yang memakzulkan (DPR) akan bertindak sebagai jaksa penuntut, dan pejabat yang dimakzulkan akan memiliki pembelaan hukum.
- Putusan Senat: Untuk menjatuhkan hukuman, diperlukan dua pertiga (2/3) suara dari seluruh anggota Senat. Jika terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dicopot dari jabatannya dan dapat dilarang untuk memegang jabatan publik lagi.
Dasar Hukum dan Tuduhan Potensial
Konstitusi Filipina secara jelas menetapkan dasar-dasar pemakzulan: pengkhianatan, penyuapan, korupsi, kejahatan berat lainnya (high crimes), atau pengkhianatan kepercayaan publik (betrayal of public trust). Untuk kasus Sara Duterte, detail spesifik tuduhan yang kembali diajukan belum tersebar luas. Namun, pengalaman sebelumnya dan iklim politik menunjukkan bahwa tuduhan mungkin berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran prosedur keuangan publik, atau tindakan yang dianggap merusak integritas jabatan publik. Tuduhan ‘pengkhianatan kepercayaan publik’ seringkali menjadi payung besar yang mencakup berbagai dugaan pelanggaran etika dan moral yang tidak secara langsung merupakan tindak pidana.
Perbandingan dengan Upaya Sebelumnya
Upaya pemakzulan sebelumnya terhadap Sara Duterte dibatalkan karena ‘alasan konstitusional’. Ini bisa berarti berbagai hal, mulai dari kurangnya dukungan politik di tahap awal, masalah prosedural dalam pengajuan, hingga ketidaksesuaian substansi tuduhan dengan persyaratan konstitusional. Pengalaman ini mungkin menjadi pelajaran bagi para pengusul pemakzulan saat ini untuk memastikan bahwa semua aspek, baik prosedural maupun substansial, telah dipenuhi. Pertimbangan terhadap preseden hukum dan politik dari upaya sebelumnya akan menjadi kunci dalam menentukan nasib upaya pemakzulan yang terbaru ini.
Implikasi Politik dan Tantangan ke Depan
Bergulirnya kembali proses pemakzulan terhadap Wakil Presiden memiliki implikasi politik yang signifikan bagi Sara Duterte, koalisi yang berkuasa, dan lanskap politik Filipina secara keseluruhan. Ini bisa melemahkan posisi politiknya, mengganggu stabilitas pemerintahan, dan memicu ketegangan antara faksi-faksi politik yang berbeda.
Bagi Sara Duterte, tantangannya adalah untuk membuktikan ketidakbersalahannya dan mempertahankan posisinya. Bagi pihak yang memakzulkan, mereka harus mengumpulkan bukti yang kuat dan dukungan politik yang cukup di kedua majelis parlemen, sebuah tugas yang tidak mudah mengingat sejarah proses pemakzulan di Filipina yang jarang berhasil menyingkirkan pejabat tinggi. Hasil dari proses ini akan menjadi penentu penting bagi arah politik Filipina di masa mendatang. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai proses ini, Anda dapat merujuk pada analisis mendalam tentang mekanisme impeachment di Filipina.
Pemerintah
Tuan Ibrahim Sambut Tindakan Berani UMNO di Negeri Sembilan: ‘Buka Ruang Demokrasi Rakyat’
Pernyataan mengejutkan datang dari seorang pemimpin politik, Tuan Ibrahim, yang memberikan apresiasi atas tindakan berani UMNO di Negeri Sembilan. Langkah UMNO menarik dukungan terhadap administrasi kerajaan negeri disifatkan sebagai aksi strategis yang secara signifikan membuka ruang bagi rakyat untuk membuat pilihan pada Pilihan Raya Negeri (PRN) mendatang. Pernyataan ini sontak memanaskan suhu politik di Negeri Sembilan, mengisyaratkan dinamika baru menjelang kontestasi elektoral.
Tindakan UMNO tersebut bukan sekadar manuver politik biasa, melainkan sebuah keputusan krusial yang dapat membentuk ulang lanskap politik di Negeri Sembilan. Analisis awal menunjukkan bahwa penarikan dukungan ini berpotensi memicu gejolak, bahkan kemungkinan pembubaran Dewan Undangan Negeri (DUN), yang pada akhirnya akan mempercepat pelaksanaan PRN. Bagi Tuan Ibrahim, langkah ini adalah perwujudan demokrasi yang memungkinkan warga memiliki suara lebih jelas dalam menentukan arah kepemimpinan negara bagian mereka.
Latar Belakang Penarikan Dukungan dan Konteks Politik
Keputusan UMNO untuk menarik dukungan dari pemerintahan Negeri Sembilan tentu tidak terjadi dalam ruang hampa. Meskipun detail spesifik mengenai alasan di balik penarikan dukungan ini belum sepenuhnya terungkap, umumnya manuver semacam ini didorong oleh berbagai faktor. Ini bisa mencakup ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, perbedaan ideologi di antara partai koalisi, atau bahkan strategi jangka panjang menjelang pemilihan umum. Mengingat sejarah koalisi yang seringkali rentan terhadap perubahan aliansi, langkah UMNO ini menandai titik balik yang signifikan.
Sebelumnya, Negeri Sembilan diatur oleh sebuah koalisi yang melibatkan beberapa partai, termasuk UMNO. Pembentukan koalisi tersebut sendiri telah melalui negosiasi panjang pasca pemilihan sebelumnya, mencerminkan kompromi politik yang kompleks. Penarikan dukungan oleh salah satu pilar koalisi ini secara otomatis menempatkan stabilitas pemerintahan dalam sorotan tajam, mengundang pertanyaan serius mengenai kelangsungan mandat yang ada.
Implikasi Politik dan Peluang Rakyat Memilih
Apa yang dimaksud Tuan Ibrahim dengan ‘membuka ruang kepada rakyat untuk memilih’ adalah inti dari pernyataan tersebut. Secara fundamental, jika pemerintahan saat ini kehilangan mayoritas dan tidak ada partai lain atau koalisi baru yang dapat membentuk pemerintahan yang stabil, maka pilihan terbaik yang konstitusional adalah membubarkan Dewan Undangan Negeri dan menyerahkan keputusan kembali kepada rakyat melalui pemilihan umum. Ini dianggap sebagai proses demokrasi yang paling murni, di mana rakyat diberi kesempatan untuk menilai kinerja pemerintah sebelumnya dan memilih perwakilan baru.
- Peningkatan Keterlibatan Pemilih: Keputusan ini dapat memicu minat politik yang lebih tinggi di kalangan pemilih, mendorong mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi.
- Penilaian Ulang Kebijakan: PRN akan menjadi platform bagi partai-partai untuk mengusulkan visi dan kebijakan baru, serta bagi rakyat untuk mengevaluasi kembali arah pembangunan negeri.
- Pergeseran Aliansi Politik: Penarikan dukungan UMNO bisa memicu pergeseran aliansi di antara partai-partai lain, membentuk blok kekuatan baru menjelang PRN.
Menuju Pilihan Raya Negeri yang Kompetitif
Dengan potensi PRN yang semakin dekat, partai-partai politik di Negeri Sembilan kini berada dalam mode persiapan penuh. Pernyataan Tuan Ibrahim, terlepas dari afiliasi partainya, menegaskan bahwa langkah UMNO telah menciptakan medan persaingan yang lebih terbuka. Ini berarti setiap partai, termasuk yang oposisi, memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.
Para analis politik memprediksi bahwa PRN kali ini akan menjadi salah satu yang paling sengit dalam sejarah Negeri Sembilan. Isu-isu lokal, janji-janji pembangunan, serta integritas kandidat akan menjadi penentu utama. Rakyat Negeri Sembilan diharapkan akan menyaksikan perdebatan kebijakan yang lebih mendalam dan kampanye yang lebih intens dari berbagai pihak.
Masa Depan Pemerintahan Negeri Sembilan
Tindakan berani UMNO, yang disanjung oleh Tuan Ibrahim, telah menempatkan Negeri Sembilan di ambang babak baru dalam sejarah politiknya. Ini bukan hanya tentang penarikan dukungan satu partai, melainkan tentang prinsip demokrasi yang memungkinkan rakyat untuk senantiasa memiliki kuasa tertinggi dalam menentukan pemerintahan. Ke depan, fokus akan beralih pada bagaimana partai-partai memanfaatkan momentum ini, dan yang lebih penting, bagaimana rakyat Negeri Sembilan akan menggunakan hak pilih mereka untuk membentuk pemerintahan yang stabil dan responsif terhadap kebutuhan mereka.
Situasi politik saat ini menuntut setiap pemangku kepentingan untuk bertindak bijaksana, mengutamakan kepentingan rakyat dan stabilitas negara bagian di atas segala-galanya. Hasil dari PRN Negeri Sembilan tidak hanya akan menentukan siapa yang memimpin, tetapi juga akan mencerminkan kematangan demokrasi di Malaysia secara keseluruhan.
Pemerintah
OIKN Pastikan 170 Proyek IKN Nusantara Prioritaskan Kualitas dan Keberlanjutan
OIKN Pastikan 170 Proyek IKN Nusantara Prioritaskan Kualitas dan Keberlanjutan
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono secara tegas menyatakan komitmen pemerintah terhadap kualitas tinggi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebanyak 170 proyek infrastruktur, baik yang sudah rampung maupun masih dalam tahap pengerjaan, ditegaskan akan mengedepankan standar mutu terbaik. Penekanan pada kualitas ini krusial untuk menjamin keselamatan calon penghuni, memastikan efisiensi energi optimal, dan mewujudkan visi IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan.
Pernyataan Basuki ini bukan sekadar janji, melainkan refleksi dari filosofi dasar pembangunan IKN yang sejak awal dirancang sebagai ‘Smart Forest City’. Kualitas konstruksi dan pemilihan material menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem kota yang tidak hanya modern dan berteknologi tinggi, tetapi juga harmonis dengan alam dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Hal ini sejalan dengan berbagai dokumen perencanaan induk IKN yang selalu mengedepankan aspek keberlanjutan dan ketahanan lingkungan, menegaskan bahwa investasi pada kualitas adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota.
Standar Kualitas Berlapis demi Kota Pintar Berkelanjutan
Komitmen terhadap kualitas mencakup berbagai dimensi yang kompleks, mengingat IKN tidak hanya membangun gedung, tetapi juga sebuah ekosistem kota. Basuki mengindikasikan bahwa setiap proyek, mulai dari infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan sistem air bersih, hingga fasilitas pemerintahan, perumahan, dan utilitas pendukung, harus memenuhi spesifikasi teknis yang ketat. Penekanan pada efisiensi energi misalnya, akan terwujud melalui penggunaan material ramah lingkungan, desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi alami, serta penerapan teknologi pintar untuk pengelolaan energi.
Aspek keselamatan penghuni juga menjadi prioritas utama. Ini mencakup tidak hanya keamanan struktural bangunan terhadap gempa atau bencana alam lainnya, tetapi juga sistem keamanan terintegrasi, jalur evakuasi yang jelas, serta lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan. Pengawasan ketat dari OIKN dan lembaga terkait dipastikan akan mengawal setiap tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pemilihan kontraktor, pelaksanaan, hingga serah terima. Masterplan IKN sendiri telah merinci banyak dari prinsip-prinsip ini, yang kini harus diimplementasikan secara konkret di lapangan.
Fokus Kualitas dalam Berbagai Aspek Pembangunan IKN:
- Keamanan Struktural dan Material: Penggunaan bahan bangunan berkualitas tinggi, berstandar nasional dan internasional, serta desain yang tahan terhadap kondisi geografis dan iklim tropis Indonesia.
- Efisiensi Energi dan Lingkungan: Penerapan teknologi hijau, panel surya, sistem daur ulang air, dan desain bangunan hemat energi untuk meminimalkan jejak karbon.
- Teknologi Pintar dan Integrasi: Pemasangan sensor, sistem otomatisasi, dan jaringan serat optik yang terintegrasi untuk mendukung konsep kota pintar (smart city), mulai dari transportasi hingga pengelolaan sampah.
- Desain Ergonomis dan Keberlanjutan: Perancangan ruang publik, fasilitas pejalan kaki, dan transportasi massal yang nyaman dan aksesibel bagi semua kalangan, mendukung gaya hidup sehat dan aktif.
Mekanisme Penjaminan Mutu OIKN
Untuk memastikan semua proyek memenuhi standar yang dicanangkan, OIKN menerapkan beberapa mekanisme penjaminan mutu yang komprehensif. Pertama, adanya tim pengawas ahli yang beranggotakan insinyur dan profesional berpengalaman yang secara rutin memonitor kemajuan dan kualitas pekerjaan di lapangan. Kedua, penerapan sistem manajemen kualitas (SMK) yang ketat sesuai standar ISO untuk semua kontraktor dan konsultan yang terlibat.
Ketiga, pelaksanaan audit independen secara berkala untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan. Keempat, keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan praktisi lingkungan, dalam memberikan masukan dan rekomendasi. Komitmen ini juga menegaskan kembali pernyataan-pernyataan pemerintah sebelumnya mengenai keseriusan dalam membangun IKN sebagai contoh kota baru yang tidak hanya megah, tetapi juga kokoh dan bertanggung jawab secara lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan investor, yang telah lama mengikuti perkembangan proyek ambisius ini.
Pernyataan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono ini memberikan sinyal kuat kepada seluruh pihak yang terlibat bahwa tidak ada toleransi terhadap penurunan kualitas dalam pembangunan IKN. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa Ibu Kota Nusantara akan benar-benar menjadi pusat peradaban baru yang layak huni, aman, efisien, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Pemerintah
Gedung Putih Hadapi Penolakan Sengit atas Rencana Kontrol Politik Hibah Federal
Gedung Putih Hadapi Penolakan Sengit atas Rencana Kontrol Politik Hibah Federal
Ribuan akademisi, pemimpin kota, dan anggota kongres mendesak Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali rencana kontroversialnya. Rencana tersebut berupaya menerapkan kontrol politik yang lebih besar atas hibah federal, memicu gelombang penolakan sengit dari berbagai sektor masyarakat sipil dan pemerintahan.
Administrasi mengusulkan skema baru yang akan memungkinkan pejabat eksekutif meninjau dan berpotensi memveto hibah yang sebelumnya ditentukan berdasarkan meritokrasi atau kebutuhan program. Para kritikus berpendapat bahwa langkah ini dapat menyimpangkan tujuan awal pendanaan dan mengikis independensi institusi penerima. Ini bukan kali pertama administrasi berupaya memperluas pengaruhnya terhadap alokasi sumber daya federal, mengingat upaya sebelumnya untuk memusatkan kekuasaan eksekutif di berbagai bidang dan menyoroti perdebatan berkelanjutan mengenai batas-batas wewenang presiden.
Gelombang Penolakan dari Berbagai Sektor
Penolakan terhadap rencana ini datang dari spektrum luas pemangku kepentingan, masing-masing dengan kekhawatiran spesifik tentang potensi dampak kebijakan tersebut:
- Akademisi: Komunitas akademisi menyuarakan keprihatinan mendalam. Mereka khawatir intervensi politik akan merusak integritas penelitian ilmiah dan kebebasan akademik. Ribuan profesor dan peneliti dari berbagai universitas menandatangani petisi, memperingatkan bahwa keputusan berbasis politik akan menghambat inovasi, membatasi penelitian kritis, dan bahkan dapat mengarah pada penekanan temuan yang tidak sejalan dengan agenda pemerintah. Dana penelitian seringkali mendukung studi jangka panjang yang penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; intervensi politik dapat menghentikan proyek-proyek vital ini dan menggeser fokus penelitian dari objektivitas ilmiah menuju kepentingan politik sesaat.
- Pimpinan Kota: Para pemimpin kota di seluruh negeri juga menyatakan penolakan. Mereka mengandalkan hibah federal untuk mendanai layanan penting seperti infrastruktur, pendidikan publik, program kesehatan masyarakat, dan perumahan terjangkau. Para pemimpin lokal khawatir peninjauan politik dapat mempolitisasi alokasi dana krusial ini, mengabaikan kebutuhan nyata komunitas demi pertimbangan politik. Hal ini berpotensi merugikan warga di kota-kota yang tidak memiliki koneksi politik yang kuat atau tidak sejalan dengan kebijakan administrasi, menciptakan disparitas dalam pembangunan dan pelayanan publik.
- Anggota Kongres: Di Capitol Hill, sejumlah anggota kongres, baik dari partai oposisi maupun beberapa dari partai yang berkuasa, secara terbuka menentang rencana tersebut. Mereka melihatnya sebagai potensi penyalahgunaan kekuasaan eksekutif dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip checks and balances yang fundamental dalam sistem pemerintahan AS. Anggota parlemen menuntut transparansi lebih lanjut mengenai kriteria peninjauan dan implikasi jangka panjang terhadap konstituen mereka. Mereka juga berpendapat bahwa Kongres memiliki peran krusial dalam mengawasi bagaimana dana pembayar pajak dialokasikan, dan langkah ini berpotensi memangkas peran tersebut secara tidak konstitusional.
Implikasi Lebih Luas dan Dampak Jangka Panjang
Rencana Gedung Putih ini tidak hanya memicu perdebatan tentang alokasi dana, tetapi juga menimbulkan pertanyaan lebih besar tentang independensi lembaga-lembaga yang menerima hibah. Apabila keputusan pendanaan menjadi subjek tinjauan politik, hal itu dapat menciptakan efek mengerikan (chilling effect) di mana organisasi menghindari proyek atau penelitian yang berpotensi dianggap kontroversial secara politik. Ini juga bisa mengikis kepercayaan publik terhadap proses pemberian hibah, yang seharusnya didasarkan pada objektivitas dan manfaat bagi masyarakat.
Sejarah menunjukkan bahwa integritas proses hibah federal adalah fundamental bagi efektivitas program pemerintah. Setiap upaya untuk menyuntikkan politik ke dalam keputusan pendanaan berisiko merusak sistem yang sudah mapan dan berpotensi memicu ketidakadilan yang merugikan inovasi dan pelayanan publik. Diskusi serupa mengenai otonomi lembaga pemerintah dan pendanaan telah muncul beberapa kali di masa lalu, menunjukkan pola perdebatan berkelanjutan tentang keseimbangan kekuasaan dan menjaga independensi institusional.
Pakar tata kelola pemerintahan sering menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana publik untuk memastikan bahwa program-program berjalan efektif dan adil. Untuk memahami lebih lanjut mengenai pentingnya independensi riset ilmiah dan pendanaan federal, Anda bisa mencari informasi dari lembaga seperti National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine yang sering menerbitkan laporan terkait integritas ilmu pengetahuan.
Gedung Putih kini menghadapi tekanan signifikan untuk meninjau ulang atau bahkan membatalkan proposalnya. Masa depan pendanaan federal dan integritas proses hibah akan sangat bergantung pada bagaimana administrasi merespons kekhawatiran yang berkembang dari berbagai pemangku kepentingan ini, yang menuntut proses yang adil dan transparan tanpa campur tangan politik.
-
Daerah3 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Teknologi4 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Daerah4 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah4 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Olahraga4 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Hukum & Kriminal5 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Pemerintah4 bulan agoAnalisis Kritis Setahun Kepemimpinan Siska di Kendari: Menakar Janji dan Realisasi
-
Pemerintah3 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
