Hukum & Kriminal
Polres Bogor Perketat Penindakan Curanmor: Respon Cepat Terhadap Lonjakan Laporan dan Keresahan Warga
BOGOR – Kepolisian Resor (Polres) Bogor secara masif meningkatkan operasi penindakan terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di seluruh wilayah hukumnya. Langkah tegas ini diambil sebagai respons langsung atas lonjakan laporan curanmor yang mengkhawatirkan serta keresahan mendalam di tengah masyarakat. Komitmen Polres Bogor jelas: meringkus para pelaku kejahatan dan mengembalikan rasa aman bagi warga.
Peningkatan aktivitas curanmor telah menjadi sorotan utama, dengan data internal kepolisian yang menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi korban, tetapi juga menciptakan kekhawatiran kolektif akan keamanan properti pribadi. Oleh karena itu, prioritas utama saat ini adalah memutus mata rantai kejahatan curanmor dan memberikan efek jera kepada para pelakunya.
Strategi Penindakan Komprehensif Polres Bogor
Untuk menghadapi gelombang curanmor ini, Polres Bogor telah merumuskan dan mengimplementasikan strategi penindakan yang lebih komprehensif. Operasi melibatkan berbagai satuan, mulai dari Satuan Reserse Kriminal, Satuan Lalu Lintas, hingga Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan dan desa. Peningkatan intensitas patroli, baik secara terbuka maupun tertutup, kini difokuskan pada area-area yang teridentifikasi sebagai titik rawan curanmor, termasuk permukiman padat penduduk, pusat perbelanjaan, area parkir umum, hingga jalan-jalan sepi pada malam hari.
Polres Bogor juga mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk menunjang upaya pemberantasan. Tim khusus dibentuk untuk melacak jejak pelaku melalui data digital dan rekaman CCTV. Koordinasi lintas wilayah dengan kepolisian di daerah penyangga juga diperkuat, mengingat seringkali pelaku dan barang bukti bergerak melintasi batas administrasi. Kepala Polres Bogor, dalam berbagai kesempatan, menegaskan bahwa tidak akan ada ruang bagi para pelaku curanmor untuk bersembunyi. Penindakan akan dilakukan secara profesional namun tegas, sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Beberapa poin penting dalam strategi penindakan ini meliputi:
- Peningkatan frekuensi razia kendaraan di titik-titik strategis untuk mendeteksi kendaraan curian atau mencurigakan.
- Optimalisasi dan pemasangan CCTV tambahan di area-area publik yang dianggap rawan.
- Pemberdayaan dan kolaborasi lebih erat dengan elemen masyarakat, termasuk ketua RT/RW dan satuan pengamanan, sebagai sumber informasi awal.
- Pemanfaatan sistem pelacakan GPS pada kendaraan yang dilaporkan hilang untuk mempercepat penemuan.
Mengurai Akar Masalah dan Modus Operandi Pelaku
Analisis kepolisian menunjukkan bahwa peningkatan kasus curanmor seringkali dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi dan kelengahan masyarakat dalam menjaga keamanan kendaraan. Para pelaku curanmor terus berinovasi dalam modus operandi mereka. Modus yang paling sering ditemui antara lain penggunaan kunci T, pencurian dengan kekerasan di tempat sepi, hingga memanfaatkan kelengahan pemilik yang meninggalkan kunci pada kendaraan. Sebagian besar target adalah sepeda motor, namun pencurian mobil juga masih kerap terjadi.
Menyadari dinamika ini, edukasi kepada masyarakat menjadi sama pentingnya dengan penindakan. Polres Bogor berupaya tidak hanya mengejar pelaku tetapi juga memberikan pemahaman tentang cara-cara efektif mencegah terjadinya curanmor. Hal ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sadar kejahatan. Upaya serupa juga pernah digencarkan pada tahun sebelumnya, seperti tercatat dalam artikel laporan kinerja kepolisian tahun 2023.
Kolaborasi dengan Masyarakat: Kunci Pencegahan Efektif
Upaya pemberantasan curanmor tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Polres Bogor mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah preventif untuk mengamankan kendaraan mereka. Kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan adalah benteng pertama dalam melawan kejahatan ini.
Beberapa tips pencegahan curanmor yang sangat direkomendasikan antara lain:
- Gunakan Kunci Ganda: Selalu kunci stang dan tambahkan kunci pengaman tambahan seperti gembok cakram, alarm, atau kunci rahasia.
- Pilih Lokasi Parkir Aman: Parkirkan kendaraan di area yang terang, ramai, dan memiliki pengawasan, baik itu CCTV atau petugas keamanan. Hindari memarkir di tempat tersembunyi atau gelap.
- Pastikan Kendaraan Terkunci Rapat: Jangan pernah meninggalkan kunci kendaraan menempel, bahkan untuk sesaat. Selalu pastikan semua pintu dan jendela mobil terkunci rapat.
- Waspada Terhadap Orang Asing: Laporkan jika melihat orang atau kendaraan yang mencurigakan berputar-putar di lingkungan Anda tanpa tujuan jelas.
- Catat Informasi Kendaraan: Simpan salinan dokumen penting kendaraan dan catat nomor rangka serta nomor mesin. Ini akan sangat membantu jika terjadi kehilangan.
- Laporkan Segera: Jika menjadi korban curanmor, segera laporkan ke kantor polisi terdekat. Semakin cepat laporan dibuat, semakin besar peluang kendaraan dapat ditemukan.
Dengan sinergi antara aparat penegak hukum yang gencar menindak dan masyarakat yang proaktif dalam pencegahan, diharapkan angka kasus curanmor dapat ditekan secara signifikan. Polres Bogor berkomitmen penuh untuk terus bekerja keras demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, memastikan bahwa Bogor tetap menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.
Hukum & Kriminal
Buronan Internasional Dalang Bom Kereta Ditangkap di Malaysia, Akhiri Perburuan Global
Pihak berkuasa Malaysia berjaya menahan seorang suspek warga asing yang telah menjadi buruan antarabangsa, diduga sebagai dalang utama di sebalik serangan bom kereta api mematikan di negara asalnya. Bahagian NCB/Interpol (D12) Bukit Aman melakukan penangkapan berprofil tinggi ini, menandakan kejayaan signifikan dalam operasi pemburuan fugitif global yang telah berlangsung intensif.
Suspek, yang identitinya belum didedahkan kepada umum, dipercayai memainkan peranan penting dalam perancangan dan pelaksanaan serangan yang telah menyebabkan kerugian nyawa dan kecederaan serius. Insiden pengeboman kereta api tersebut, yang berlaku beberapa waktu lalu di sebuah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, telah mencetuskan kemarahan dan pencarian tanpa henti oleh agensi penguatkuasa undang-undang di seluruh dunia. Penangkapan ini mengakhiri perburuan intensif yang melibatkan pertukaran maklumat risikan antara pelbagai negara, menunjukkan komitmen global memerangi keganasan.
Detik-detik Penangkapan dan Operasi Senyap
Operasi penahanan yang dijalankan oleh unit khas Bahagian NCB/Interpol (D12) Bukit Aman dilaporkan berlangsung secara senyap dan profesional. Unit D12, yang khusus menangani jenayah transnasional dan aktiviti Interpol, telah memantau pergerakan suspek selama beberapa waktu sebelum melakukan serbuan terkoordinasi. Keberhasilan operasi ini menunjukkan kecekapan agensi penguatkuasa undang-undang Malaysia dalam menjejaki individu yang menjadi ancaman keselamatan global.
- Koordinasi Antarabangsa Kunci Kejayaan: Penangkapan ini tidak terlepas dari pertukaran data risikan secara berterusan dengan agensi rakan kongsi antarabangsa.
- Penggunaan teknologi pengesanan canggih membantu memantau pergerakan suspek tanpa terdeteksi.
- Kerjasama erat antara pejabat Interpol di pelbagai negara secara efektif menyekat laluan pelarian suspek.
Latar Belakang Serangan dan Impak Global
Serangan bom kereta api yang didalangi suspek tidak hanya meragut nyawa dan menyebabkan kecederaan parah kepada mangsa tidak bersalah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam terhadap kestabilan serantau. Media antarabangsa sebelum ini melaporkan secara meluas mengenai tragedi ini, menyoroti kekejaman tindakan keganasan dan mendesak semua negara untuk bekerjasama memburu pelaku. Penahanan dalang utama ini dijangka membawa kelegaan kepada keluarga mangsa dan juga menjadi isyarat jelas bahawa tiada tempat bersembunyi bagi penjenayah transnasional.
Artikel terdahulu mengenai insiden pengeboman tersebut seringkali menekankan cabaran dalam menjejak dalang yang melarikan diri ke luar negara, menonjolkan keperluan untuk jaringan keselamatan global yang kukuh. Kejayaan operasi kali ini adalah bukti keberkesanan kerangka kerjasama antarabangsa yang sedia ada, menegaskan bahwa kejahatan lintas batas akan selalu dikejar.
Proses Ekstradisi dan Langkah Selanjutnya
Dengan penangkapan ini, tumpuan kini beralih kepada proses ekstradisi. Malaysia dijangka akan bekerjasama rapat dengan negara asal suspek untuk memastikan suspek menghadapi pengadilan di mana jenayah tersebut berlaku. Proses ekstradisi melibatkan prosedur undang-undang yang rumit dan memerlukan kelulusan daripada pihak berkuasa kedua-dua negara.
- Fasa Proses Ekstradisi: Permintaan rasmi ekstradisi akan datang dari negara asal suspek.
- Mahkamah Malaysia akan melakukan semakan undang-undang secara menyeluruh.
- Penyerahan bukti dan dokumen sokongan yang relevan menjadi krusial.
- Keputusan akhir mengenai penyerahan suspek akan dikeluarkan berdasarkan prosedur hukum yang berlaku.
Pihak berkuasa Malaysia telah mengesahkan komitmen mereka untuk mematuhi undang-undang antarabangsa dan memastikan keadilan ditegakkan. “Kami akan memastikan semua prosedur undang-undang dipatuhi demi memastikan suspek dihadapkan ke muka pengadilan di tempat asal jenayahnya,” ujar seorang jurucakap polis yang tidak mahu namanya disiarkan, menunjukkan transparansi proses.
Peran Malaysia dalam Memerangi Kejahatan Transnasional
Penangkapan buronan ini memperkukuh reputasi Malaysia sebagai negara yang serius dalam memerangi kejahatan transnasional dan terorisme. Lokasi strategis negara ini di Asia Tenggara menjadikannya titik penting dalam jaringan Interpol untuk memburu penjahat yang melarikan diri. Kerjasama dengan organisasi seperti Interpol adalah esensial dalam memastikan keamanan global. Untuk informasi lebih lanjut mengenai peran Interpol dalam kejahatan internasional, kunjungi situs web mereka.
Pelajari lebih lanjut tentang peran Interpol dalam kejahatan internasional
Ini bukan kali pertama Malaysia terlibat dalam operasi penangkapan buronan berprofil tinggi yang dikehendaki oleh negara lain. Sejarah menunjukkan komitmen konsisten negara ini dalam membantu memerangi kejahatan lintas batas, menegaskan posisi Malaysia sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan global.
Keseluruhan operasi ini tidak hanya menandakan kejayaan dalam menangkap seorang dalang kejahatan, tetapi juga menegaskan pentingnya kerjasama antara agensi penguatkuasa undang-undang di seluruh dunia dalam menghadapi ancaman keselamatan yang semakin kompleks. Penahanan ini diharapkan menjadi peringatan keras kepada mereka yang cuba melarikan diri daripada keadilan, bahawa jangkauan undang-undang antarabangsa kini semakin luas dan efektif.
Hukum & Kriminal
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu di Bogor, Pemilik Jadi Tersangka
Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu, Pemilik Jadi Tersangka Kasus Kelalaian
Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun meninggal dunia secara tragis setelah menjadi korban serangan anjing pemburu. Insiden memilukan ini terjadi saat korban tengah asyik memancing di wilayah Bogor. Pihak kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus ini, dan kini telah menetapkan pemilik anjing sebagai tersangka. Proses penyelidikan mendalam terus berlangsung untuk mengungkap detail kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa anak tersebut.
Peristiwa mengerikan ini sontak mengejutkan masyarakat setempat dan kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab pemilik hewan, terutama bagi anjing yang memiliki insting berburu kuat. Penyelidikan oleh pihak berwenang berfokus pada potensi kelalaian pemilik dalam mengawasi dan mengendalikan hewan peliharaannya, yang berujung pada konsekuensi fatal.
Kronologi Tragis di Tepi Sungai
Kejadian nahas ini bermula ketika bocah malang tersebut sedang menikmati waktu memancingnya di salah satu sungai di Bogor. Tanpa disangka, beberapa ekor anjing pemburu, yang diduga sedang dilepasliarkan atau lepas dari pengawasan pemiliknya, tiba-tiba menyerang korban secara brutal. Saksi mata, yang saat itu tidak dapat berbuat banyak karena kecepatan dan keganasan serangan, menemukan korban dalam kondisi mengenaskan setelah anjing-anjing tersebut pergi.
Tim medis yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan pertama, namun luka parah yang diderita korban akibat gigitan dan cakaran anjing pemburu tidak mampu diselamatkan. Bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Insiden ini menegaskan betapa rentannya anak-anak terhadap bahaya yang tidak terduga, terutama di lingkungan yang seharusnya aman bagi mereka.
Pemilik Anjing Resmi Menjadi Tersangka
Setelah serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan bukti, pihak kepolisian secara resmi menahan pemilik anjing-anjing pemburu tersebut. Penetapan status tersangka didasarkan pada dugaan kelalaian yang diatur dalam hukum pidana, di mana tindakan tidak hati-hati atau kurangnya pengawasan terhadap hewan peliharaan menyebabkan kerugian fatal terhadap orang lain. Penyidik sedang mendalami aspek-aspek seperti riwayat anjing, izin kepemilikan, kondisi kandang, serta prosedur pelatihan dan pengawasan yang diterapkan oleh pemilik.
Kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan kasus lebih lanjut, termasuk potensi pasal-pasal lain yang relevan jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian yang lebih berat. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemilik hewan peliharaan, khususnya bagi mereka yang memelihara anjing dengan insting berburu atau potensi agresif, untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan masyarakat sekitar.
Bahaya Anjing Pemburu dan Tanggung Jawab Pemilik
Insiden ini kembali mengangkat diskusi mengenai bahaya dan risiko yang melekat pada pemeliharaan anjing pemburu, terutama jika tidak ditangani dengan benar. Anjing jenis ini umumnya memiliki insting predator yang kuat dan membutuhkan pelatihan serta sosialisasi yang ekstensif sejak dini. Tanpa pengawasan yang ketat dan lingkungan yang aman, potensi serangan terhadap manusia atau hewan lain menjadi sangat tinggi.
Beberapa poin penting terkait tanggung jawab pemilik anjing meliputi:
- Pelatihan dan Sosialisasi: Anjing, terutama ras besar atau yang memiliki insting kuat, memerlukan pelatihan disiplin dan sosialisasi yang konsisten agar tidak agresif terhadap lingkungan.
- Pengawasan Ketat: Selalu awasi anjing Anda, terutama di area publik atau jika ada anak-anak. Penggunaan tali atau kandang yang aman adalah mutlak.
- Regulasi dan Izin: Kenali dan patuhi peraturan daerah mengenai kepemilikan hewan, termasuk lisensi atau izin khusus untuk ras tertentu.
- Tanggung Jawab Hukum: Pemilik bertanggung jawab penuh atas tindakan hewan peliharaannya. Kelalaian dapat berujung pada konsekuensi hukum serius, termasuk tuntutan pidana seperti dalam kasus ini.
Masyarakat juga diharapkan proaktif dalam melaporkan hewan peliharaan yang terlihat berkeliaran tanpa pengawasan atau menunjukkan perilaku agresif kepada pihak berwenang. Baca lebih lanjut mengenai tanggung jawab pemilik hewan peliharaan di Kompas.com.
Seruan untuk Keselamatan Hewan dan Manusia
Tragedi di Bogor ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan serangan hewan peliharaan terhadap manusia. Mengingat kembali beberapa kasus serupa yang pernah terjadi, pentingnya edukasi dan penegakan hukum yang tegas menjadi krusial. Ini bukan hanya tentang hewan, tetapi juga tentang kesadaran manusia akan dampak dari tindakan mereka.
Pemerintah daerah, bersama komunitas pencinta hewan dan masyarakat umum, perlu berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman bagi semua. Sosialisasi mengenai etika kepemilikan hewan, sanksi bagi pelanggar, serta prosedur penanganan hewan agresif harus terus digalakkan. Harapannya, tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat kelalaian dalam mengelola dan mengawasi hewan peliharaan.
Hukum & Kriminal
Terkuak: Buronan AS Sembunyi di Bunker Depok Akhirnya Dideportasi
Pemerintah Indonesia berhasil menuntaskan kasus buronan lintas negara yang mencengangkan publik. Seorang warga negara Amerika Serikat (WN AS) berinisial AW, yang selama ini dicari otoritas negaranya, akhirnya dideportasi dari Republik Indonesia setelah terdeteksi bersembunyi di sebuah bunker di wilayah Depok. Penangkapan dan deportasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menjaga kedaulatan hukum dan mendukung penegakan keadilan internasional.
Operasi penangkapan AW merupakan hasil dari penyelidikan intensif dan koordinasi erat antara Ditjen Imigrasi dengan lembaga penegak hukum internasional, termasuk pihak berwenang Amerika Serikat. Informasi awal mengindikasikan bahwa AW telah lama menjadi target pencarian atas dugaan tindak pidana serius di negaranya. Keberadaannya di Indonesia, terutama dengan modus persembunyian yang tidak lazim di dalam bunker, menunjukkan tingkat upaya pelarian dan penyembunyian yang cermat.
Penangkapan Dramatis di Bunker Rahasia
Detail mengenai bunker tempat AW bersembunyi memang masih menjadi sorotan. Informasi awal menyebutkan bahwa buronan tersebut membangun atau menempati struktur bawah tanah yang dirancang untuk menyamarkan keberadaannya dari pantauan pihak berwenang. Lokasi persis dan bagaimana bunker itu ditemukan masih menjadi bagian dari penyelidikan internal, namun penemuan ini menggarisbawahi tantangan unik yang dihadapi petugas dalam melacak individu yang secara aktif berupaya menghindari deteksi. Tim Imigrasi melakukan pengintaian dan penyergapan berdasarkan informasi intelijen yang valid, memastikan penangkapan berlangsung tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Proses penangkapan AW menegaskan komitmen Indonesia dalam memerangi kejahatan lintas batas. Sejak awal, Ditjen Imigrasi aktif berkoordinasi dengan kedutaan besar AS dan badan-badan terkait untuk memastikan setiap langkah sesuai dengan prosedur hukum dan standar internasional. Buronan tersebut, setelah ditangkap, menjalani pemeriksaan mendalam untuk memastikan identitasnya dan memverifikasi status buronannya.
Proses Deportasi dan Konsekuensi Hukum di AS
Setelah penangkapan, AW segera diproses berdasarkan Undang-Undang Keimigrasian Republik Indonesia, khususnya terkait pelanggaran izin tinggal dan status sebagai buronan. Proses deportasi menjadi langkah akhir yang sah untuk menyerahkan AW kembali kepada yurisdiksi negaranya. Deportasi ini bukan hanya sekadar pemulangan, melainkan penyerahan subjek hukum yang memiliki implikasi pidana serius di negara asalnya. Selama proses administrasi, AW ditempatkan di ruang detensi Imigrasi sebelum jadwal penerbangannya diatur.
Di Amerika Serikat, AW kini akan menghadapi serangkaian proses hukum yang panjang dan ketat sesuai dengan dakwaan yang telah menantinya. Meskipun jenis kejahatan spesifik yang dituduhkan tidak disebutkan secara rinci oleh sumber, statusnya sebagai buronan internasional mengindikasikan tingkat keseriusan pelanggaran yang dilakukannya. Kasus seperti ini seringkali melibatkan tindak pidana berat seperti penipuan, penggelapan, atau bahkan kejahatan kekerasan, yang semuanya membawa konsekuensi hukum yang signifikan di AS.
Implikasi Luas bagi Keamanan Nasional dan Kerjasama Internasional
Kasus AW ini bukan hanya sekadar berita penangkapan buronan biasa. Ini mencerminkan beberapa aspek penting:
* Efektivitas Intelijen Imigrasi: Keberhasilan melacak individu yang bersembunyi sedemikian rupa menunjukkan peningkatan kapasitas intelijen dan operasional Ditjen Imigrasi.
* Kerjasama Internasional: Kasus ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga penegak hukum lintas negara dalam memburu buronan dan memerangi kejahatan transnasional. Tanpa pertukaran informasi yang cepat dan akurat, pelarian semacam ini akan lebih sulit diungkap.
* Tantangan Pengawasan Warga Asing: Keberadaan bunker dan upaya penyembunyian ekstrim ini juga menyoroti tantangan berkelanjutan bagi Imigrasi dalam memonitor keberadaan dan aktivitas warga negara asing yang memiliki niat jahat atau berstatus buronan di Indonesia. Artikel serupa di masa lalu juga menyoroti bagaimana WNA sering menyalahgunakan izin tinggal atau bahkan masuk secara ilegal.
Keberhasilan operasi ini mengirimkan pesan kuat bahwa Indonesia tidak akan menjadi surga persembunyian bagi para penjahat internasional. Pemerintah berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra global dalam menegakkan supremasi hukum dan memastikan bahwa mereka yang melarikan diri dari keadilan akan tetap bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Publik diharapkan terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tanah air, serta melaporkan jika ada indikasi aktivitas mencurigakan dari warga negara asing di lingkungan mereka. Kunjungi situs resmi Ditjen Imigrasi untuk informasi lebih lanjut mengenai peraturan dan pengawasan warga negara asing di Indonesia.
-
Daerah2 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Daerah3 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah3 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Teknologi3 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Olahraga3 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Pemerintah3 bulan agoAnalisis Kritis Setahun Kepemimpinan Siska di Kendari: Menakar Janji dan Realisasi
-
Hukum & Kriminal3 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Pemerintah3 bulan agoBPJS Kesehatan Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2026
