Pemerintah
PPU Alokasikan 9.000 Hektare Lahan Industri Dukung Ibu Kota Nusantara
THEOPINIONNEWS – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, secara proaktif menginisiasi pengembangan kawasan industri seluas sekitar 9.000 hektare. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menjadi penopang vital bagi keberlanjutan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan memproyeksikannya sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru di regional tersebut.
Langkah ambisius ini mencerminkan komitmen PPU dalam mendukung visi besar IKN, yang bukan hanya sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga sebuah kota cerdas dan berkelanjutan yang membutuhkan ekosistem industri yang kuat. Dengan skala lahan yang sangat besar, PPU berupaya menarik investasi signifikan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta regional.
Visi dan Skala Kawasan Industri Penunjang IKN
Kawasan industri seluas 9.000 hektare yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bukanlah angka yang kecil. Proyeksi ini menempatkan PPU sebagai salah satu pemain kunci dalam pengembangan infrastruktur pendukung IKN. Lahan yang dialokasikan tersebut memiliki potensi luar biasa untuk mengakomodasi berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, logistik, pengolahan hasil bumi, hingga industri pendukung teknologi dan energi terbarukan. Pemerintah daerah telah melakukan kajian awal mengenai potensi sektor yang paling relevan untuk dikembangkan, mengingat karakteristik geografis dan sumber daya alam Kalimantan Timur.
Pengembangan kawasan ini juga akan mempertimbangkan integrasi dengan infrastruktur transportasi yang telah dan akan dibangun, seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, untuk memastikan konektivitas yang efisien ke IKN dan pasar lainnya. Perencanaan yang matang sangat krusial agar kawasan industri ini tidak hanya berfungsi sebagai ‘tempat produksi’ tetapi juga sebagai katalisator inovasi dan transfer teknologi.
Pentingnya Ekosistem Industri bagi Ibu Kota Nusantara
IKN, yang secara resmi dinamai Nusantara, tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan ekosistem ekonomi yang komprehensif. Kawasan industri di PPU ini akan mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan:
- Basis Produksi: Memasok bahan bangunan, komponen, dan barang konsumsi yang dibutuhkan selama dan setelah pembangunan IKN.
- Pusat Logistik: Menjadi hub distribusi untuk barang dan jasa yang masuk maupun keluar dari IKN, mengoptimalkan rantai pasok.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Menarik tenaga kerja terampil dan tidak terampil, mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
- Peningkatan PAD: Kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi dari aktivitas industri.
- Diversifikasi Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang di Kalimantan Timur.
Sebelumnya, berbagai pihak telah menggarisbawahi pentingnya pembangunan ekonomi berkelanjutan di sekitar IKN, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik inti. Inisiatif PPU ini selaras dengan visi tersebut, menciptakan sabuk ekonomi yang kuat di sekeliling ibu kota baru.
Potensi Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Dengan statusnya sebagai daerah penunjang langsung IKN, Penajam Paser Utara secara otomatis menjadi magnet bagi para investor, baik domestik maupun asing. Potensi ekonomi yang ditawarkan meliputi:
- Akses Pasar yang Besar: Kehadiran IKN menciptakan pasar domestik yang signifikan untuk berbagai produk dan jasa.
- Insentif Investasi: Pemerintah pusat dan daerah kemungkinan akan menawarkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal untuk menarik investasi ke kawasan ini.
- Dukungan Infrastruktur: Pembangunan jalan, listrik, air, dan telekomunikasi yang terintegrasi dengan pengembangan IKN akan memudahkan operasional industri.
- Posisi Geografis Strategis: Terletak di jantung Kalimantan, dengan akses ke jalur pelayaran internasional dan sumber daya alam melimpah.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus memastikan kemudahan perizinan, ketersediaan lahan yang jelas, serta kepastian hukum bagi para calon investor. Ini merupakan faktor-faktor krusial yang menentukan keberhasilan menarik investasi berskala besar.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan kawasan industri raksasa ini tidak lepas dari tantangan. Isu-isu seperti pengadaan lahan, dampak lingkungan, ketersediaan sumber daya air dan energi yang berkelanjutan, serta pengembangan sumber daya manusia lokal yang kompeten harus menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah perlu menerapkan standar keberlanjutan yang tinggi, termasuk pengelolaan limbah yang canggih, penggunaan energi terbarukan, dan program reforestasi di area yang terdampak.
Komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci. Pemerintah PPU dan seluruh pemangku kepentingan wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat lokal, melindungi lingkungan, dan mewujudkan visi IKN sebagai kota dunia yang hijau. Kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan proyek ambisius ini dalam jangka panjang. Informasi lebih lanjut mengenai visi Ibu Kota Nusantara dapat diakses di sini.
Pemerintah
Polda Metro Siagakan 5.000 Personel Kawal Pilkades Serentak
Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel untuk Pengamanan Pilkades
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan ketertiban selama proses pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Tidak kurang dari 5.000 personel siap dikerahkan secara massif, menandakan keseriusan aparat dalam mengawal hajatan demokrasi di tingkat desa. Pengerahan pasukan besar-besaran ini bertujuan utama untuk menjamin netralitas, keamanan, serta kelancaran seluruh tahapan pemungutan suara agar berjalan tertib dan kondusif.
Langkah proaktif ini diambil mengingat potensi kerawanan yang kerap menyertai kontestasi Pilkades. Rivalitas antarcalon, mobilisasi massa, hingga dugaan pelanggaran menjadi beberapa isu yang membutuhkan perhatian ekstra dari aparat keamanan. Kesiapan Polda Metro Jaya dengan ribuan personelnya diharapkan mampu meminimalisir segala bentuk potensi konflik dan memastikan hak pilih masyarakat tersalurkan secara demokratis tanpa intimidasi. Berbagai persiapan telah dimatangkan, termasuk pemetaan area rawan dan pembentukan tim respons cepat, sebagaimana pernah ditekankan dalam arahan pimpinan kepolisian terkait pengamanan event publik berskala besar.
Menjaga Integritas Pilkades Melalui Netralitas Aparat
Netralitas aparat keamanan menjadi pilar krusial dalam menjamin legitimasi dan integritas Pilkades. Polda Metro Jaya secara tegas menggarisbawahi pentingnya sikap imparsial bagi setiap personel yang bertugas. Pelanggaran terhadap prinsip netralitas tidak hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga dapat memicu instabilitas di masyarakat.
- Briefing Internal Ketat: Seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan akan mendapatkan briefing menyeluruh mengenai kode etik dan standar operasional prosedur yang menjunjung tinggi netralitas.
- Sanksi Tegas: Ancaman sanksi disipliner hingga pidana menanti personel yang terbukti melakukan keberpihakan atau penyalahgunaan wewenang.
- Pengawasan Berlapis: Mekanisme pengawasan internal akan diaktifkan untuk memonitor gerak-gerik dan tindakan personel di lapangan.
- Fokus pada Penegakan Hukum: Prioritas utama adalah penegakan hukum murni terhadap segala bentuk tindak pidana, bukan intervensi politik.
Melalui upaya ini, diharapkan Pilkades dapat menghasilkan pemimpin desa yang sah dan dihormati oleh seluruh elemen masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Optimal
Pengamanan Pilkades bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata. Polda Metro Jaya aktif membangun sinergi dengan berbagai instansi terkait untuk menciptakan ekosistem keamanan yang komprehensif. Kolaborasi ini melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah daerah, serta panitia penyelenggara Pilkades di tingkat lokal.
Beberapa bentuk sinergi yang diimplementasikan meliputi:
- Patroli Gabungan: Pembentukan tim patroli bersama untuk memantau situasi keamanan di seluruh wilayah.
- Pertukaran Informasi Intelijen: Berbagi data dan analisis intelijen untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan menentukan strategi pencegahan yang efektif.
- Edukasi dan Sosialisasi: Bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan melaporkan indikasi pelanggaran.
- Kesiapan Logistik: Koordinasi dalam menyiapkan fasilitas dan logistik pendukung keamanan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) dan titik-titik strategis lainnya.
Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan suasana Pilkades yang tidak hanya aman dari gangguan keamanan, tetapi juga terhindar dari praktik-praktik yang mencederai demokrasi.
Peran Serta Masyarakat Kunci Sukses Pilkades Damai
Keberhasilan Pilkades serentak sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kedewasaan masyarakat. Selain peran aparat keamanan, kesadaran kolektif warga untuk menjaga suasana kondusif adalah faktor penentu. Masyarakat diimbau untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak, tidak mudah terprovokasi, serta menghormati perbedaan pilihan.
Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga ketertiban dengan:
- Melaporkan Indikasi Pelanggaran: Segera melaporkan kepada pihak berwajib atau panitia Pilkades apabila menemukan indikasi kecurangan, intimidasi, atau tindak kekerasan.
- Menjaga Persatuan: Tetap menjaga tali silaturahmi dan persatuan, terlepas dari pilihan politik yang berbeda.
- Menerima Hasil: Menerima hasil pemilihan dengan lapang dada dan menyelesaikan setiap perselisihan melalui jalur hukum yang berlaku.
Dengan pengerahan personel yang masif dan strategi pengamanan terpadu, Polda Metro Jaya berharap Pilkades serentak dapat berjalan sukses, menghasilkan pemimpin desa yang berintegritas, serta memperkuat fondasi demokrasi di tingkat paling dasar. Komitmen ini selaras dengan upaya negara dalam menjamin setiap proses demokratis berjalan sesuai konstitusi. (Baca lebih lanjut tentang pentingnya netralitas Polri dalam pemilu)
Pemerintah
Seni Melawan Otoritarianisme: Pentas Tunggal di Hungaria Gagas Kebangkitan Budaya Baru
Seni Melawan Otoritarianisme: Pentas Tunggal di Hungaria Gagas Kebangkitan Budaya Baru
Sebuah pentas tunggal yang secara gamblang membahas bahaya otoritarianisme telah menjadi sorotan utama, memicu gelombang diskusi tentang kebebasan berekspresi dan arah budaya di sebuah negara di Eropa Tengah. Pertunjukan ini, yang mengadaptasi memoar mendalam dari penulis Hungaria-Amerika Kati Marton, tidak hanya menghadirkan narasi personal yang kuat tetapi juga secara signifikan mengisyaratkan apa yang banyak pihak sebut sebagai kebangkitan budaya baru. Kehadirannya sendiri, di tengah lanskap politik yang dikendalikan ketat oleh pemerintah saat ini, menyiratkan keberanian luar biasa dan potensi pergeseran dinamika artistik-politik yang krusial.
Fakta bahwa pertunjukan semacam ini kini bisa terwujud memunculkan pertanyaan mendalam tentang evolusi iklim sosial dan politik. Dalam kondisi pemerintahan di bawah Perdana Menteri Viktor Orban, sebuah karya seni yang secara terang-terangan menyoroti penindasan dan pembatasan kebebasan mungkin sebelumnya sulit, bahkan mustahil, untuk dipentaskan. Keberanian pementasan ini, dengan demikian, bukan sekadar sebuah peristiwa teater biasa, melainkan sebuah pernyataan berani yang berpotensi membuka ruang bagi lebih banyak suara kritis di masa mendatang.
Suara yang Menggema di Tengah Senyap
Pentas tunggal ini menghadirkan sebuah narasi personal yang kuat, berakar pada pengalaman hidup Kati Marton. Sebagai seorang penulis yang memahami betul seluk-beluk sejarah dan politik wilayahnya, Marton melalui memoarnya menawarkan perspektif unik tentang bagaimana otoritarianisme memengaruhi kehidupan individu dan masyarakat. Transformasi memoar ini menjadi pertunjukan panggung satu wanita memberikan dimensi baru pada pesan-pesan tersebut, menjadikannya lebih mudah diakses dan relevan bagi audiens kontemporer.
- Kritik Terhadap Penindasan: Inti dari pertunjukan ini adalah eksplorasi mendalam mengenai dampak merusak dari sistem otoriter, sebuah tema yang resonansinya terasa sangat kuat dalam konteks politik negara tersebut saat ini.
- Kisah Personal yang Universal: Meskipun didasarkan pada pengalaman pribadi Marton, cerita ini mampu menyentuh pengalaman universal tentang perjuangan melawan penindasan dan upaya mempertahankan integritas diri.
- Medium Teater sebagai Katalis: Pemilihan medium teater, khususnya format pentas tunggal, memberikan keintiman dan kekuatan emosional yang intens, memungkinkan pesan-pesan kompleks tersampaikan secara langsung dan menggugah.
Keberanian untuk mementaskan karya semacam ini di tengah iklim yang cenderung membatasi ekspresi artistik independen menempatkan pertunjukan ini sebagai penanda penting. Ini adalah momen di mana seni secara aktif menantang narasi yang dominan, menawarkan perspektif alternatif, dan mendorong audiens untuk merenungkan kebebasan mereka sendiri.
Iklim Budaya di Bawah Pemerintahan Orban
Selama bertahun-tahun, pemerintahan yang berkuasa telah dituduh melakukan konsolidasi kekuasaan yang ekstensif, tidak hanya di ranah politik tetapi juga di sektor budaya dan media. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan sering kali diinterpretasikan sebagai upaya untuk membentuk narasi nasional yang seragam dan membatasi perbedaan pendapat, termasuk di kalangan seniman dan intelektual. Institusi budaya dan media yang independen kerap menghadapi tekanan finansial atau politik, yang berdampak pada kebebasan mereka untuk beroperasi dan berekspresi.
Kondisi ini menciptakan iklim di mana karya-karya seni yang bersifat kritis atau non-konformis mungkin sulit mendapatkan dukungan, pendanaan, atau bahkan tempat untuk dipentaskan. Oleh karena itu, munculnya pentas tunggal anti-otoritarianisme ini dianggap sebagai anomali yang signifikan, sebuah celah yang mengejutkan dalam struktur kontrol yang ketat. Ini menandakan bahwa, meskipun ada tekanan, semangat untuk berekspresi bebas masih mencari dan menemukan jalannya.
Sinyal Kebangkitan dan Tantangan untuk Masa Depan
Reaksi positif terhadap pentas ini dan kemampuannya untuk menarik perhatian luas menegaskan adanya kerinduan publik terhadap narasi yang lebih beragam dan diskusi yang lebih terbuka. “Kebangkitan budaya” yang disinyalir oleh pertunjukan ini bisa diartikan sebagai bangkitnya kembali keberanian seniman untuk mengekspresikan diri secara jujur dan kritis, serta meningkatnya kesediaan publik untuk menerima dan mendukung karya-karya semacam itu.
Implikasinya melampaui dunia teater. Sebuah pertunjukan yang berani menantang otoritarianisme memiliki potensi untuk:
- Mendorong Diskusi Publik: Membuka ruang untuk dialog yang lebih luas tentang isu-isu kebebasan sipil, hak asasi manusia, dan batasan kekuasaan pemerintah.
- Menginspirasi Seniman Lain: Memberikan dorongan bagi seniman lain untuk mengeksplorasi tema-tema sensitif dan menantang status quo, memperkaya lanskap budaya dengan perspektif yang beragam.
- Memperkuat Masyarakat Sipil: Menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat yang ampuh untuk memperkuat masyarakat sipil dan menjadi wadah bagi suara-suara yang sebelumnya terpinggirkan.
Pentas tunggal ini adalah lebih dari sekadar hiburan; ia adalah barometer kesehatan kebebasan berekspresi di sebuah negara di Eropa Tengah. Keberhasilannya menandakan bahwa meskipun tantangan tetap ada, ada harapan baru untuk dialog budaya yang lebih terbuka dan berani, sebuah harapan yang mampu mengguncang fondasi kekuasaan yang telah lama mapan dan menggagas era baru ekspresi artistik yang lebih bebas.
Pemerintah
Kemenkeu Kaji Ulang Pembatalan Perombakan Pejabat Era Purbaya
Kementerian Keuangan Kaji Ulang Pembatalan Perombakan Pejabat Era Purbaya
Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara resmi mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah membahas secara mendalam permintaan untuk membatalkan keputusan perombakan pejabat yang pernah dilakukan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan sebelumnya memegang posisi penting seperti Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPK) di Kementerian Keuangan, membuat keputusan tersebut saat ia berada di puncak hierarki kementerian.
Pembahasan ini mencerminkan dinamika internal di tubuh birokrasi pemerintah, khususnya di salah satu kementerian paling vital. Permintaan pembatalan ini datang dari internal, yakni dari Direktur Jenderal (Dirjen) yang merasa terdampak atau memiliki keberatan terhadap keputusan Purbaya tersebut. Langkah Suahasil untuk membahas isu ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi keluhan pejabat dan menjaga stabilitas serta keadilan dalam sistem kepegawaian.
Keputusan perombakan pejabat, yang mencakup rotasi, mutasi, atau promosi, selalu memiliki dampak signifikan terhadap moral, kinerja, dan stabilitas organisasi. Ketika sebuah permintaan pembatalan diajukan, hal ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan atau potensi masalah yang lebih luas yang perlu segera diatasi oleh pimpinan kementerian.
Latar Belakang Polemik Perombakan Pejabat
Perombakan pejabat yang dilakukan Purbaya Yudhi Sadewa, yang saat itu menjabat di posisi strategis di Kementerian Keuangan, memicu diskusi panjang di kalangan internal. Meskipun detail spesifik mengenai lingkup dan alasan perombakan tersebut belum diungkapkan secara publik, fakta bahwa adanya permintaan pembatalan mengisyaratkan beberapa potensi masalah, antara lain:
- Ketidaksesuaian Prosedur: Adanya dugaan bahwa proses perombakan tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.
- Dampak Negatif pada Kinerja: Pejabat yang dirombak merasa penempatan barunya tidak optimal atau bahkan menghambat kinerja mereka.
- Motivasi dan Transparansi: Pertanyaan seputar motivasi di balik keputusan perombakan dan kurangnya transparansi dalam prosesnya.
- Kekhawatiran Stabilitas: Perombakan besar-besaran atau yang dianggap tidak adil dapat mengganggu stabilitas internal dan fokus pada tugas-tugas kementerian.
Polemik ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang bijaksana dan transparan dalam setiap pengambilan keputusan terkait sumber daya manusia, terutama di institusi sepenting Kementerian Keuangan.
Detail Pembahasan dan Mekanisme Pengkajian
Menteri Keuangan Suahasil Nazara tidak merinci jadwal pasti atau pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembahasan tersebut. Namun, proses pengkajian ulang biasanya melibatkan beberapa tahapan krusial:
- Analisis Regulasi: Memastikan apakah keputusan perombakan Purbaya sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku, termasuk Peraturan Pemerintah dan regulasi internal Kementerian Keuangan.
- Evaluasi Dampak: Mengkaji dampak perombakan terhadap kinerja unit kerja, moral pegawai, dan efektivitas organisasi secara keseluruhan.
- Klarifikasi dan Mediasi: Meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, baik yang mengajukan permintaan pembatalan maupun dari Purbaya sendiri atau timnya pada saat keputusan dibuat.
- Pertimbangan Komprehensif: Mempertimbangkan aspek keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem kepegawaian Kemenkeu.
Pembahasan ini kemungkinan besar akan melibatkan Sekretaris Jenderal, Kepala Biro Sumber Daya Manusia, dan unit-unit lain yang relevan di Kementerian Keuangan. Hasil dari pembahasan ini akan menjadi preseden penting bagi penataan birokrasi di masa mendatang.
Dampak Potensial Pembatalan Keputusan
Keputusan akhir apakah akan membatalkan atau mempertahankan perombakan pejabat era Purbaya memiliki implikasi ganda:
- Jika Dibatalkan:
- Mengembalikan pejabat ke posisi semula, yang mungkin memicu perombakan baru di unit lain yang telah diisi.
- Meningkatkan kepercayaan pegawai terhadap keadilan sistem, namun berisiko menciptakan persepsi ketidakpastian kebijakan.
- Menunjukkan responsibilitas pimpinan terhadap keluhan internal.
- Jika Dipertahankan:
- Menegaskan konsistensi keputusan manajemen, namun berisiko menurunkan moral sebagian pegawai yang merasa dirugikan.
- Membutuhkan komunikasi yang sangat jelas dan persuasif untuk menjelaskan dasar pertimbangan keputusan tersebut.
- Menghindari gejolak baru akibat perubahan posisi yang berulang.
Apapun hasil akhirnya, yang terpenting adalah proses yang transparan dan akuntabel. Kementerian Keuangan, sebagai tulang punggung ekonomi negara, membutuhkan birokrasi yang stabil, profesional, dan termotivasi.
Pentingnya Stabilitas Birokrasi dan Reformasi Berkelanjutan
Isu perombakan pejabat dan permintaan pembatalannya ini menggarisbawahi urgensi reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Stabilitas birokrasi bukan berarti stagnasi, melainkan penataan yang terencana, adil, dan berorientasi pada peningkatan kinerja. Setiap keputusan mutasi atau rotasi harus didasarkan pada prinsip-prinsip meritokrasi, objektivitas, dan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata preferensi individu atau kelompok.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan kini yang akan datang, selalu menekankan pentingnya birokrasi yang bersih, melayani, dan efisien. Penanganan kasus seperti ini oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan menjadi barometer sejauh mana komitmen tersebut diwujudkan dalam praktik sehari-hari. Diharapkan, keputusan yang diambil nanti dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas Kementerian Keuangan.
-
Daerah5 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Teknologi6 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Pemerintah7 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Daerah6 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah5 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
-
Hukum & Kriminal4 bulan agoNadiem Makarim Alih Status Tahanan Rumah Mulai 2026: Putusan Kontroversial Majelis Hakim
-
Olahraga7 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Hukum & Kriminal7 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
