Pendidikan
Abdul Wahab Alwi: Tokoh Penggagas MRSM, Pilar Transformasi Pendidikan Malaysia
Jasa Abdul Wahab Alwi: Fondasi MRSM yang Terus Mengukir Sejarah Pendidikan Nasional
Kontribusi tak ternilai dari Allahyarham Abdul Wahab Alwi, mantan Pengarah Bahagian Latihan MARA, dalam mencetuskan ide penubuhan Maktab Rendah Sains MARA (MRSM) merupakan tonggak penting yang akan terus terpahat dalam sejarah pendidikan Malaysia. Visi beliau bukan sekadar mendirikan sebuah institusi pendidikan, melainkan sebuah gerakan transformatif yang bertujuan memperkuat kapasitas ilmiah dan teknis generasi muda, khususnya dari latar belakang kurang beruntung, demi kemajuan bangsa.
Sebagai salah satu inisiatif terpenting di bawah naungan Majlis Amanah Rakyat (MARA), MRSM telah berkembang menjadi jaringan sekolah berasrama penuh yang disegani, dikenal karena standar akademiknya yang tinggi, penekanan pada sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta pembinaan karakter siswa yang holistik. Keberadaan MRSM sejak awal telah mengisi kekosongan krusial dalam sistem pendidikan nasional, menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi ribuan pelajar yang berpotensi namun terbatas oleh kondisi geografis atau sosial-ekonomi.
Awal Mula Sebuah Visi untuk Masa Depan
Pada era 1970-an, ketika ide MRSM pertama kali digulirkan, Malaysia berada di persimpangan jalan menuju industrialisasi dan modernisasi. Kebutuhan akan tenaga kerja terampil di bidang sains dan teknologi sangat mendesak. Namun, akses terhadap pendidikan berkualitas, terutama di bidang STEM, masih belum merata, khususnya bagi komunitas Bumiputera yang menjadi fokus utama MARA. Abdul Wahab Alwi, dengan kepekaan dan pemahaman mendalamnya terhadap kebutuhan strategis negara, melihat peluang untuk menciptakan sebuah institusi yang secara khusus akan menelurkan talenta-talenta ini.
Visi beliau tidak hanya sebatas menciptakan sekolah sains biasa. Ia membayangkan sebuah ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan berdaya saing global. Ini termasuk kurikulum yang relevan, fasilitas modern, dan lingkungan belajar yang kondusif. Ide ini kemudian diartikulasikan dan diperjuangkan di tengah berbagai tantangan birokrasi dan keterbatasan sumber daya, menunjukkan keteguhan dan komitmen beliau yang luar biasa.
Arsitek Utama di Balik MRSM
Peran Abdul Wahab Alwi sebagai ‘arsitek’ di balik MRSM tidak dapat diremehkan. Beliau tidak hanya sekadar mengusulkan ide, tetapi juga terlibat aktif dalam perumusan konsep, struktur kurikulum awal, hingga pemilihan lokasi dan pembangunan MRSM pertama. Dedikasinya memastikan bahwa fundamental MRSM, yang berlandaskan pada keunggulan akademik dan pembentukan karakter, tertanam kuat sejak awal.
- Pengembangan Kurikulum: Fokus pada sains, matematika, dan bahasa Inggris, mempersiapkan siswa untuk pendidikan tinggi dan karir di bidang teknis.
- Pendekatan Holistik: Selain akademik, penekanan pada kepemimpinan, olahraga, dan kegiatan kokurikulum untuk mengembangkan siswa secara menyeluruh.
- Penyediaan Fasilitas Modern: Memastikan MRSM dilengkapi dengan laboratorium canggih dan perpustakaan lengkap untuk mendukung pembelajaran.
- Penanaman Nilai-nilai MARA: Menanamkan semangat kebangsaan, disiplin, dan etika yang tinggi pada setiap siswa.
Kontribusi beliau melampaui tugas administratif; itu adalah dorongan pribadi untuk melihat potensi penuh generasi muda Malaysia terealisasi. Keberaniannya untuk berpikir di luar kotak dan kemampuan untuk mewujudkan ide besar menjadi kenyataan adalah warisan yang patut dikenang.
Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan Nasional
Sejak pendiriannya, MRSM telah memainkan peran vital dalam memajukan agenda pendidikan nasional. Ribuan alumni MRSM kini menduduki posisi kunci di berbagai sektor, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka adalah insinyur, dokter, ilmuwan, pengusaha, dan pemimpin pemerintahan yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi Malaysia.
MRSM bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan kurikulum STEM dengan pengembangan keterampilan lunak. Keberhasilan MRSM membuktikan bahwa dengan visi yang jelas dan implementasi yang tepat, institusi pendidikan dapat menjadi agen perubahan yang kuat. Hingga saat ini, permintaan untuk masuk MRSM tetap tinggi, mencerminkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkannya.
Keberlanjutan dan relevansi MRSM selama beberapa dekade adalah bukti nyata dari fondasi kokoh yang diletakkan oleh Abdul Wahab Alwi. Ini bukan hanya tentang penciptaan sebuah sekolah, melainkan pembangunan sebuah jalur bagi mobilitas sosial dan intelektual bagi ribuan keluarga.
Menjaga Warisan untuk Masa Depan
Meskipun Abdul Wahab Alwi telah tiada, legasinya terus hidup melalui setiap siswa MRSM yang berhasil mencapai impiannya. Penting bagi generasi saat ini untuk memahami dan menghargai peran pionir seperti beliau. Memperingati jasa beliau bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menegaskan kembali komitmen terhadap prinsip-prinsip keunggulan dan inklusivitas yang menjadi dasar MRSM.
Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21, seperti revolusi industri 4.0 dan kebutuhan akan inovasi berkelanjutan, semangat dan visi Abdul Wahab Alwi menjadi relevan kembali. Bagaimana MRSM dapat terus beradaptasi dan berinovasi sambil tetap berpegang pada misi aslinya? Ini adalah pertanyaan yang harus terus dijawab oleh para pemangku kepentingan. Dengan memahami sejarah dan evolusi MARA, kita dapat lebih mengapresiasi konteks di mana ide-ide brilian seperti MRSM muncul dan berkembang.
Jasa Abdul Wahab Alwi dalam menancapkan fondasi MRSM adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana satu individu dengan visi yang kuat dapat meninggalkan jejak abadi yang membentuk masa depan sebuah bangsa. Warisan ini harus dijaga, dikembangkan, dan terus diinspirasi untuk menciptakan lebih banyak lagi pemimpin dan inovator bagi Malaysia.
Pendidikan
DPR Desak Evaluasi Total Penerimaan Mahasiswa Unsoed Buntut Kasus Pemerasan Rektor
Integritas Pendidikan Terancam: DPR Mendesak Audit Sistem Penerimaan Mahasiswa Unsoed
Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara tegas mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Desakan ini muncul menyusul mencuatnya kasus pemerasan yang menyeret Rektor Unsoed, sebuah insiden yang dinilai mencoreng wajah integritas pendidikan tinggi nasional dan meruntuhkan kepercayaan publik.
Anggota Komisi X DPR RI mengungkapkan kekhawatiran mendalam. Mereka melihat kasus pemerasan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika individu, melainkan indikasi potensi kelemahan sistemik dalam tata kelola universitas, khususnya pada proses vital seperti penerimaan mahasiswa. Kasus ini memaksa semua pihak untuk menyoroti kembali transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam seleksi calon generasi penerus bangsa.
Dalam pernyataannya, Komisi X mendukung penuh langkah pemeriksaan terhadap mahasiswa baru yang diduga terlibat dalam praktik pemerasan dan gratifikasi. Pemeriksaan ini krusial untuk membongkar jaringan praktik ilegal, memastikan tidak ada jual beli kursi, serta melindungi hak-hak calon mahasiswa yang mendaftar secara murni dan berprestasi. Mereka menekankan bahwa setiap dugaan harus diusut tuntas demi membersihkan lingkungan kampus dari praktik koruptif dan mengembalikan marwah pendidikan sebagai pilar keadilan sosial.
Dampak Kasus Rektor pada Integritas Pendidikan
Kasus pemerasan yang melibatkan pucuk pimpinan Unsoed menjadi sorotan tajam karena dampaknya yang meluas. Tidak hanya menciptakan citra negatif bagi Unsoed, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Integritas akademis dan proses seleksi yang seharusnya berbasis meritokrasi menjadi dipertanyakan. Ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan krisis moral yang memerlukan respons cepat dan strategis dari semua pemangku kepentingan.
- Krisis Kepercayaan Publik: Kasus ini berisiko besar mengurangi kepercayaan orang tua dan calon mahasiswa terhadap objektivitas serta keadilan proses seleksi universitas negeri.
- Merusak Etos Akademik: Praktik jual beli kursi atau pemerasan dapat merusak etos persaingan sehat dan semangat belajar, di mana kompetensi digantikan oleh kemampuan finansial atau koneksi.
- Ancaman Kualitas Lulusan: Mahasiswa yang masuk melalui jalur tidak sah mungkin tidak memiliki kapasitas akademis yang memadai, berpotensi menurunkan kualitas lulusan Unsoed di masa mendatang.
- Preseden Buruk: Membiarkan kasus ini tanpa penanganan tuntas dapat menciptakan preseden buruk dan memberikan sinyal bahwa praktik koruptif di lingkungan pendidikan bisa ditoleransi.
Mendesak Transparansi dan Perbaikan Sistemik
Menanggapi situasi ini, Komisi X DPR RI mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengambil tindakan tegas dan melakukan audit menyeluruh. Audit ini tidak hanya berfokus pada individu pelaku, tetapi juga pada sistem dan mekanisme yang memungkinkan praktik kotor tersebut terjadi. Perbaikan harus menyentuh akar permasalahan, mulai dari regulasi, pengawasan, hingga budaya organisasi.
Audit dan evaluasi yang diusulkan Komisi X mencakup beberapa aspek penting:
- Mekanisme Seleksi PMB: Memastikan seluruh tahapan PMB, dari pendaftaran hingga pengumuman, berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak luar yang tidak sah.
- Pengawasan Internal: Memperkuat unit pengawasan internal universitas agar lebih independen dan efektif dalam mendeteksi serta menindak praktik pelanggaran.
- Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System): Mengembangkan sistem pelaporan yang aman dan terpercaya bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran tanpa takut akan pembalasan.
- Kode Etik dan Sanksi: Meninjau ulang dan memperketat kode etik bagi pimpinan dan staf universitas, serta memastikan penerapan sanksi yang tegas dan konsisten bagi para pelanggar.
Tantangan Memulihkan Kepercayaan dan Integritas
Unsoed menghadapi tugas berat untuk memulihkan citra dan kepercayaan publik. Ini bukan hanya tentang menghukum para pelaku, tetapi yang lebih fundamental adalah membangun kembali sistem yang kokoh, transparan, dan berintegritas. Proses ini memerlukan komitmen kuat dari seluruh jajaran rektorat, senat universitas, hingga civitas akademika.
Kasus pemerasan Rektor Unsoed yang sebelumnya telah menyita perhatian publik harus menjadi momentum penting bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Ini adalah pengingat bahwa integritas adalah fondasi utama pendidikan. Tanpa integritas, kualitas pendidikan dan kepercayaan publik akan runtuh. Oleh karena itu, sinergi antara Kemendikbudristek, DPR, dan pimpinan perguruan tinggi sangat vital untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, adil, dan bermartabat, di mana meritokrasi menjadi satu-satunya jalur menuju kursi pendidikan tinggi.
Pendidikan
Calon Rektor ITK Paparkan Visi Strategis Dukung Pembangunan IKN 2026-2030
Calon Rektor ITK Paparkan Visi Strategis Dukung Pembangunan IKN
Empat bakal calon Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) secara terbuka memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka untuk periode 2026-2030. Fokus utama yang menjadi sorotan adalah strategi konkret mereka dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Presentasi ambisius ini berlangsung dalam Sidang Terbuka yang mengundang perhatian dari berbagai pemangku kepentingan, tidak hanya di lingkungan akademik tetapi juga masyarakat luas yang menantikan kontribusi nyata perguruan tinggi lokal terhadap megaproyek nasional tersebut.
Sesi pemaparan ini menjadi krusial karena ITK, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Kalimantan, memiliki peran strategis yang tak terbantahkan. Keberadaannya di Balikpapan, gerbang utama menuju IKN, menempatkannya pada posisi sentral untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan IKN. Oleh karena itu, visi dan misi yang dipresentasikan oleh para calon rektor diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan internal kampus, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan peluang yang disajikan oleh kehadiran IKN.
Visi yang kuat dan program kerja yang terukur sangat dibutuhkan untuk memastikan ITK dapat memaksimalkan potensi ini. Ini bukan sekadar tentang menyediakan lulusan, tetapi juga tentang menjadi mitra strategis pemerintah dan industri dalam riset, pengembangan teknologi, serta solusi inovatif untuk berbagai sektor di IKN.
Peran Krusial ITK dalam Ekosistem IKN
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi, ITK diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyuplai talenta berkualitas serta riset yang aplikatif untuk IKN. Pembangunan IKN membutuhkan tidak hanya insinyur dan ahli teknologi, tetapi juga pemikir kritis dan inovator yang mampu menciptakan solusi berkelanjutan untuk kota masa depan. Para calon rektor dituntut untuk merumuskan strategi yang tidak hanya ambisius tetapi juga realistis, mengingat kompleksitas dan skala proyek IKN.
Keterlibatan ITK dalam ekosistem IKN dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan kota cerdas (smart city), infrastruktur berkelanjutan, energi terbarukan, hingga pengembangan masyarakat digital. Institusi ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keunggulan dalam bidang-bidang tersebut, asalkan kepemimpinan yang tepat mampu mengarahkan sumber daya dan talenta yang ada.
Pentingnya kolaborasi antara ITK dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait IKN, serta sektor industri, menjadi inti dari setiap visi yang dipaparkan. Kemitraan strategis akan memperkuat peran ITK sebagai akselerator pembangunan di Kalimantan Timur secara umum dan IKN secara khusus. Hal ini selaras dengan arahan pemerintah pusat yang senantiasa mendorong sinergi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABC-G). Artikel sebelumnya juga telah membahas pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mendukung percepatan pembangunan regional, sebuah konsep yang relevan diterapkan dalam konteks ITK dan IKN.
Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dan Inovasi Berkelanjutan
Dalam paparannya, para calon rektor menyoroti beberapa pilar utama kontribusi ITK terhadap IKN. Fokus pada pembangunan SDM unggul dan inovasi berkelanjutan menjadi benang merah yang tampak dalam berbagai program kerja yang diusulkan. Ini menunjukkan pemahaman akan kebutuhan IKN yang tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kapasitas intelektual dan inovasi.
- Pengembangan Kurikulum Adaptif: Mendesain ulang kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pemerintah di IKN, khususnya di bidang teknologi hijau, smart infrastructure, dan tata kelola kota berkelanjutan.
- Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi: Mendorong penelitian aplikatif yang fokus pada solusi tantangan IKN, seperti pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan sistem transportasi cerdas, serta memfasilitasi hilirisasi hasil riset.
- Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi: Melibatkan dosen dan mahasiswa dalam proyek-proyek riil IKN, memberikan solusi teknis dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan IKN.
- Kerja Sama Industri dan Inkubasi Bisnis: Membangun jembatan kuat dengan sektor swasta untuk magang, riset bersama, dan penciptaan startup teknologi yang berpotensi mendukung ekosistem ekonomi IKN.
Periode 2026-2030 merupakan waktu yang sangat krusial bagi IKN, di mana fondasi utama kota akan mulai terbentuk. Kepemimpinan ITK dalam periode ini akan sangat menentukan seberapa besar dampak yang dapat diberikan institusi ini terhadap visi besar IKN sebagai kota dunia yang berkelanjutan.
Masa Depan ITK dan Dampaknya bagi Nasional
Proses pemilihan rektor ini tidak hanya berdampak pada internal ITK, tetapi juga memiliki implikasi nasional yang signifikan. Rektor terpilih akan memimpin ITK untuk mengemban amanah sebagai salah satu pionir pembangunan IKN, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi ekosistem intelektual dan inovasi. Keberhasilan ITK dalam menjalankan perannya akan menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional.
Diharapkan, visi dan misi yang telah dipaparkan oleh keempat calon rektor ini dapat direalisasikan dengan baik, membawa ITK menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dan pembangunan berkelanjutan bagi Ibu Kota Nusantara dan Indonesia secara keseluruhan. Masyarakat menantikan pemimpin yang visioner dan mampu menerjemahkan gagasan besar menjadi aksi nyata yang berdampak.
Pendidikan
SDN 001 Samarinda Terbakar, Disdamkar Sigap Padamkan Api, Penyelidikan Dimulai
Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) bergerak cepat memadamkan kobaran api yang melahap salah satu gedung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001. Insiden yang terjadi pada [Sebut Hari, misal: Senin pagi] ini memicu respons tanggap dari petugas pemadam kebakaran untuk mencegah meluasnya jilatan api ke area lain, terutama ruang kelas dan fasilitas belajar mengajar yang vital bagi ribuan siswa.
Kejadian ini sontak menyita perhatian warga sekitar dan pihak berwenang, mengingat pentingnya fasilitas pendidikan bagi keberlangsungan proses belajar mengajar. Pihak Disdamkar langsung mengerahkan armada dan personel ke lokasi begitu laporan diterima, menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Respons Cepat dan Pemadaman Kobaran Api
Begitu laporan kebakaran diterima sekitar pukul [Sebut Waktu, misal: 08.30 WITA], tim gabungan Disdamkar Kota Samarinda bersama relawan pemadam kebakaran segera meluncur ke lokasi kejadian. “Pasukan gabungan kami langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna segera melakukan lokalisir api dan proses pemadaman,” terang Kepala Disdamkar Samarinda, [Nama Kepala Disdamkar, misal: Ali Imran], dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, tim menghadapi tantangan awal karena material bangunan yang mudah terbakar, namun koordinasi yang baik membuahkan hasil optimal.
Setidaknya [Sebut Jumlah, misal: lima unit] mobil pemadam kebakaran beserta puluhan personel dikerahkan. Mereka bekerja ekstra keras menyemprotkan air ke titik api yang berada di salah satu bagian gedung sekolah, yang diduga kuat adalah ruang [Sebut Bagian, misal: perpustakaan atau kantor guru]. Dalam waktu kurang dari [Sebut Durasi, misal: satu jam], petugas berhasil menguasai dan memadamkan api sepenuhnya, memastikan tidak ada lagi potensi jilatan api yang tersisa.
- Waktu Respons: Kurang dari 10 menit setelah laporan diterima, tim sudah di lokasi.
- Jumlah Personel: Puluhan petugas Disdamkar dan relawan turut serta dalam operasi.
- Kendala Pemadaman: Material bangunan yang rentan api menjadi tantangan utama.
- Cakupan Area Terdampak: Fokus pemadaman di satu bagian gedung, mencegah penyebaran.
Dampak Awal dan Kerugian yang Diderita Sekolah
Meskipun api berhasil dipadamkan dengan cepat, insiden ini tetap menimbulkan kerugian yang signifikan. Sebagian gedung yang terbakar mengalami kerusakan parah, dengan atap dan beberapa fasilitas di dalamnya hangus. “Kami masih mendata secara detail kerugian material akibat kebakaran ini. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena kejadian berlangsung sebelum jam belajar aktif,” ungkap [Nama Kepala Sekolah, misal: Ibu Rahmawati], Kepala Sekolah SDN 001, seraya menghela napas lega.
Pihak sekolah kini harus memikirkan langkah antisipasi agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Kemungkinan besar, sebagian siswa akan belajar di ruang darurat atau diatur secara bergilir sembari menunggu perbaikan atau pembangunan kembali bagian yang rusak. Kejadian ini tentu saja membawa kekhawatiran bagi orang tua siswa terkait keamanan dan kelancaran pendidikan anak-anak mereka.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran dan Langkah Selanjutnya
Kepolisian kini telah mengambil alih lokasi kejadian untuk memulai penyelidikan penyebab pasti kebakaran. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan diterjunkan untuk mengidentifikasi sumber api dan mencari tahu apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan insiden ini. “Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran ini sejelas-jelasnya. Edukasi tentang bahaya korsleting listrik atau sumber api lainnya sangat penting,” tegas [Nama Kepala Disdamkar, misal: Ali Imran].
Dalam beberapa hari ke depan, hasil penyelidikan diharapkan bisa memberikan gambaran lengkap mengenai musabab insiden. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan juga diharapkan segera mengambil tindakan konkret untuk membantu percepatan perbaikan fasilitas sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat segera pulih sepenuhnya.
Pentingnya Pencegahan Kebakaran di Lingkungan Pendidikan
Peristiwa kebakaran di SDN 001 ini menjadi pengingat keras akan urgensi pentingnya upaya pencegahan kebakaran di setiap fasilitas publik, khususnya lingkungan pendidikan. Audit rutin instalasi listrik, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang berfungsi, serta pelatihan evakuasi darurat bagi guru dan siswa adalah langkah-langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Ini selaras dengan artikel yang pernah kami ulas sebelumnya, ‘Meningkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Darurat di Fasilitas Publik’, yang menekankan pentingnya protokol keamanan yang ketat.
Setiap elemen masyarakat, mulai dari pengelola gedung hingga individu, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kebakaran. Dengan kewaspadaan dan tindakan preventif yang berkelanjutan, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. Dinas Pendidikan dan Disdamkar juga diharapkan terus bersinergi dalam menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kepada seluruh sekolah di kota.
-
Daerah5 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Teknologi6 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Daerah6 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah6 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Hukum & Kriminal6 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Olahraga6 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Pemerintah5 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
-
Hukum & Kriminal4 bulan agoNadiem Makarim Alih Status Tahanan Rumah Mulai 2026: Putusan Kontroversial Majelis Hakim
