Hukum & Kriminal
Pengawasan PGA Dicabar Penyeludup Petrol: Pembelian Berulang Bersubsidi Terus Marak
KOTA BHARU – Pasukan Gerakan Am (PGA) mendedahkan satu realiti yang membimbangkan: praktik penyeludupan bahan bakar bersubsidi masih berani dilakukan di stesen minyak sekitar Kota Bharu, Kelantan. Yang lebih mengkhawatirkan, kegiatan pembelian petrol secara berulang-ulang oleh individu atau sindiket penyeludup ini terus berlangsung meskipun stesen-stesen tersebut telah berada di bawah pengawasan ketat pihak berkuasa. Penemuan ini secara langsung menyoroti keberanian para penyeludup yang seolah tidak gentar menghadapi upaya pemantauan, serta menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas langkah-langkah pencegahan yang sedang berjalan dan strategi jangka panjang untuk membendung kerugian negara.
Isu penyeludupan bahan bakar bersubsidi bukanlah perkara baru di Malaysia, terutamanya di kawasan yang berdekatan dengan sempadan negara. Berita-berita terdahulu seringkali melaporkan penangkapan penyeludup dan rampasan bahan bakar, menunjukkan bahwa ini adalah perjuangan yang berterusan bagi pihak berkuasa. Namun, pendedahan terbaru oleh PGA ini menekankan bahwa masalah ini telah mencapai tahap di mana sindiket penyeludupan berani menantang langsung sistem pengawasan yang ada. Ini mengisyaratkan adanya celah atau metode baru yang digunakan penyeludup untuk mengakali sistem, atau mungkin juga terbatasnya sumber daya penegakan hukum dalam memantau setiap transaksi yang mencurigakan secara komprehensif.
Modus Operandi dan Tantangan Pemantauan
Penyeludup kerap menggunakan kenderaan peribadi atau lori kecil yang telah dimodifikasi secara rahsia untuk menampung jumlah petrol yang jauh lebih besar daripada tangki standar. Mereka akan melakukan pembelian berulang di stesen minyak yang sama atau berbeza dalam tempoh singkat, seringkali menggunakan kaedah pembayaran tunai untuk mengelakkan jejak digital dan mempersulit pengesanan. Walaupun PGA giat melakukan pemantauan dan operasi, taktik licik ini menyulitkan pengesanan secara real-time. Beberapa tantangan utama yang dihadapi pihak berkuasa dalam membanteras kegiatan ini meliputi:
- Sulitnya membezakan antara pembeli biasa dan penyeludup tanpa pemeriksaan mendalam yang boleh menyebabkan ketidakpuasan awam.
- Kekurangan bukti kukuh untuk mendakwa individu yang hanya membeli petrol secara “berulang” tanpa modifikasi kenderaan yang jelas atau aktiviti mencurigakan yang ketara.
- Potensi kolusi atau kurangnya kerjasama dari sesetengah pekerja stesen minyak, walaupun ini masih perlu disiasat secara terperinci oleh pihak berkuasa.
- Luasnya kawasan pemantauan, terutamanya di negeri-negeri yang bersempadan, berbanding dengan sumber daya manusia dan peralatan yang terhad.
- Keterbatasan teknologi dalam mengesan pola pembelian yang mencurigakan secara automatik di semua stesen minyak.
Dampak Ekonomi dan Kerugian Negara Akibat Penyeludupan
Keberlanjutan penyeludupan petrol bersubsidi ini menimbulkan dampak kerugian yang signifikan bagi negara. Subsidi bahan bakar ditujukan untuk meringankan beban rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, namun praktik penyeludupan mengalihkan manfaat ini kepada pihak yang tidak sepatutnya. Ini tidak hanya menciptakan kerugian kewangan kepada pendapatan negara, tetapi juga mengganggu pasaran bahan bakar tempatan dan menciptakan persaingan tidak sehat yang merugikan pengusaha stesen minyak yang jujur. Secara spesifik, kerugian dan implikasi yang timbul meliputi:
- Pembaziran Subsidi: Setiap liter petrol bersubsidi yang diseludup bermakna peruntukan wang pembayar cukai tidak sampai kepada rakyat yang memerlukan, tetapi menguntungkan sindiket haram.
- Ketidakstabilan Harga: Aktivitas penyeludupan boleh mempengaruhi ketersediaan dan harga bahan bakar di pasar gelap, yang pada gilirannya boleh memicu inflasi atau kekurangan stok lokal di kawasan tertentu.
- Risiko Keselamatan: Metode penyimpanan dan pengangkutan bahan bakar seludup seringkali tidak memenuhi standar keselamatan. Ini menimbulkan risiko kebakaran atau letupan yang serius, membahayakan nyawa dan harta benda awam.
- Penguatan Sindiket Kriminal: Keuntungan besar yang diperoleh dari penyeludupan bahan bakar dapat membiayai aktivitas kriminal lain, memperkuat jaringan sindiket dan pada akhirnya melemahkan keamanan awam.
- Pencemaran Alam Sekitar: Cara pembuangan atau pengendalian sisa bahan bakar oleh penyeludup yang tidak bertanggungjawab boleh menyebabkan pencemaran tanah dan air.
Strategi Penegakan Hukum dan Solusi Masa Depan
Untuk mengatasi masalah yang berlarutan ini, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan bersepadu. Selain pemantauan fizikal oleh PGA, agensi lain seperti Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup (KPDNHEP) memainkan peranan penting dalam penguatkuasaan. Peningkatan teknologi pengawasan, seperti penggunaan sistem pengenalan plat nombor automatik (ANPR) yang terhubung ke pangkalan data, atau analisis data transaksi yang canggih, dapat membantu mengesan pola pembelian yang mencurigakan dengan lebih efisien. Di samping itu, pengukuhan kerjasama antara pihak berkuasa, pengusaha stesen minyak, dan komuniti awam sangatlah krusial untuk menciptakan jaringan informasi yang kuat. Perlu juga dipertimbangkan langkah-langkah seperti:
- Pindaan Undang-Undang: Menilai semula hukuman yang dikenakan bagi kesalahan penyeludupan bahan bakar agar lebih berat dan bersifat pencegah, termasuk kemungkinan penyitaan aset.
- Program Insentif Pelapor: Memberikan insentif kepada pekerja stesen minyak atau orang awam yang melaporkan aktivitas mencurigakan secara rahsia dan selamat.
- Sistem Pemantauan Terpusat: Mengembangkan dan melaksanakan sistem database terpusat yang dapat melacak pembelian bahan bakar di seluruh stesen, memungkinkan identifikasi pola pembelian berulang dengan lebih efektif. Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup (KPDNHEP) seringkali mengeluarkan kenyataan media berkaitan isu ini dan strategi mereka.
- Kempen Kesedaran Awam: Mendidik masyarakat tentang kerugian penyeludupan bahan bakar kepada negara dan bahaya keselamatan yang ditimbulkannya.
- Audit Rutin dan Mengejut: Melakukan audit yang lebih kerap dan tidak berjadual di stesen minyak, terutama yang berdekatan dengan kawasan sempadan atau dikenal pasti sebagai “hotspot” penyeludupan.
Situasi di Kota Bharu ini adalah peringatan tegas bahwa perang melawan penyeludupan bahan bakar memerlukan komitmen berterusan dan adaptasi strategi yang dinamik. Selama ada keuntungan besar dari celah sistem, penyeludup akan terus mencari cara untuk mengakali pengawasan. Oleh itu, hanya dengan pendekatan holistik yang menggabungkan penguatkuasaan, teknologi, perundangan, dan kesedaran awam, Malaysia dapat berharap untuk akhirnya membendung kerugian besar akibat penyeludupan petrol bersubsidi, memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat yang berhak.
Hukum & Kriminal
Motif Ekonomi Picu Penusukan di Tigaraksa: Pemuda Incar Motor Teman
Kronologi Peristiwa Tragis di Tigaraksa
Kepolisian Sektor Tigaraksa berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial J (21) yang diduga kuat menjadi pelaku penusukan terhadap temannya sendiri di kawasan Tigaraksa, Tangerang. Insiden keji yang terjadi baru-baru ini ini bermula dari niat J untuk menguasai harta korban, yaitu sepeda motor dan telepon seluler, yang disinyalir dipicu oleh desakan kebutuhan ekonomi.
Peristiwa nahas tersebut terungkap setelah korban, yang identitasnya tidak disebutkan untuk melindungi privasinya, ditemukan dalam kondisi luka tusuk serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, kepolisian dengan cepat mengidentifikasi J sebagai terduga pelaku.
J diketahui menusuk korban menggunakan senjata tajam jenis pisau. Luka tusuk yang dialami korban cukup parah, mengindikasikan tindakan kekerasan yang direncanakan. Setelah melumpuhkan korban, J kemudian membawa kabur sepeda motor dan telepon genggam milik temannya tersebut, meninggalkan korban dalam keadaan tak berdaya.
Penangkapan Cepat dan Motif di Balik Kejahatan
Unit Reskrim Polsek Tigaraksa bergerak cepat setelah menerima laporan. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, petugas berhasil melacak keberadaan J dan melakukan penangkapan. J diamankan tanpa perlawanan berarti di sebuah lokasi yang dirahasiakan demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial:
- Satu unit sepeda motor milik korban yang sempat dibawa kabur.
- Satu unit telepon seluler korban.
- Pisau yang diduga digunakan J untuk menusuk temannya.
Saat ini, J tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tigaraksa. Dalam interogasi awal, J mengakui perbuatannya dan mengungkapkan motif di balik tindakannya. Dugaan sementara kepolisian, yang juga diakui oleh pelaku, adalah desakan masalah ekonomi. J merasa terhimpit kebutuhan finansial sehingga nekat merampas harta temannya sendiri, bahkan sampai melukai.
Dampak Hukum dan Ancaman Pidana
Korban penusukan kini masih dalam masa pemulihan di rumah sakit. Kondisinya dilaporkan stabil namun membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat luka yang dideritanya. Kepolisian terus memantau perkembangan kesehatan korban karena ini akan mempengaruhi dakwaan terhadap J.
J akan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang diatur dalam Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta pasal penganiayaan berat. Ancaman hukuman maksimal untuk kejahatan pencurian dengan kekerasan bisa mencapai sembilan tahun penjara, dan bahkan lebih berat lagi jika terbukti menyebabkan luka berat atau meninggal dunia.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kriminalitas di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang dipicu oleh faktor ekonomi. Fenomena ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, mengingat potensi peningkatan kasus serupa di tengah tekanan ekonomi masyarakat. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan setiap tindak kejahatan atau indikasi perilaku mencurigakan.
Kasus ini juga mengingatkan kita pada serangkaian kejahatan serupa yang pernah terjadi di beberapa daerah di Banten, di mana motif ekonomi seringkali menjadi pemicu utama. Seperti kasus pencurian kendaraan bermotor yang baru-baru ini diungkap di Serang, atau penganiayaan demi harta benda di Lebak, menunjukkan bahwa tekanan finansial dapat mendorong individu melakukan tindakan ekstrem. Informasi lebih lanjut mengenai penanganan kasus kriminal serupa dapat dilihat di situs resmi Kepolisian Republik Indonesia.
Hukum & Kriminal
Misteri Mayat Tanpa Kepala Gegerkan Perairan Bakauheni, Penyelidikan Intensif Dimulai
Misteri Mayat Tanpa Kepala Gegerkan Perairan Bakauheni, Penyelidikan Intensif Dimulai
Sebuah penemuan jenazah pria tanpa kepala yang mengapung di perairan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 10.00 WIB, sontak menggemparkan masyarakat dan aparat kepolisian setempat. Kondisi jenazah yang telah membusuk parah dan hanya menyisakan tengkorak di bagian kepala menimbulkan teka-teki besar dan memicu penyelidikan intensif.
Nelayan yang pertama kali menemukan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang, yang segera merespons dengan menerjunkan tim untuk mengevakuasi dan memulai proses identifikasi. Peristiwa ini bukan hanya mengundang rasa penasaran, tetapi juga kekhawatiran di kalangan warga sekitar pelabuhan yang padat aktivitas.
Kondisi Jenazah dan Tantangan Identifikasi Awal
Tim kepolisian dan medis yang mengevakuasi jenazah mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang pria. Namun, detail identitas lainnya masih menjadi misteri. Proses pembusukan lanjut pada tubuh menunjukkan bahwa jenazah kemungkinan sudah berada di dalam air selama beberapa waktu. Kondisi kepala yang hanya menyisakan tengkorak menjadi indikator krusial sekaligus tantangan terbesar bagi tim forensik dan kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Beberapa poin penting terkait kondisi jenazah dan tantangan identifikasi meliputi:
- Dampak Pembusukan Ekstrem: Kondisi tubuh yang sudah membusuk mempersulit penentuan penyebab kematian secara langsung serta perkiraan waktu kematian yang akurat. Organ-organ vital mungkin sudah tidak dapat dianalisis dengan baik.
- Hilangnya Bagian Kepala: Ketiadaan kepala menyulitkan identifikasi melalui fitur wajah, sidik jari, dan gigi, yang seringkali menjadi metode paling efektif dan cepat untuk mengenali seseorang.
- Peran Arus Laut dan Fauna Air: Arus laut yang kuat di perairan Bakauheni serta aktivitas biota laut dapat mempercepat proses kerusakan jenazah dan memindahkan bagian tubuh, termasuk kepala, ke lokasi yang jauh dari penemuan awal.
- Potensi Tindak Kriminal: Meskipun belum dapat dipastikan, kondisi jenazah yang terpisah dari kepalanya memunculkan dugaan kuat adanya tindak kriminal yang disengaja untuk menghilangkan identitas korban atau membuang bukti kejahatan.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tim medis untuk segera melakukan visum dan autopsi guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai identitas korban, penyebab kematian, dan perkiraan waktu kematian. Pengambilan sampel DNA dari bagian tubuh yang tersisa menjadi prioritas utama sebagai salah satu metode identifikasi yang paling valid.
Langkah Penyelidikan dan Pencarian Petunjuk
Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Selatan bergerak cepat pasca penemuan jenazah. Fokus penyelidikan saat ini terbagi menjadi beberapa lini vital untuk memecahkan misteri ini:
- Identifikasi Korban: Tim penyidik melakukan pencocokan data dengan laporan orang hilang di wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya, termasuk wilayah provinsi tetangga seperti Banten dan Sumatera Selatan, mengingat lokasi Bakauheni yang merupakan pintu gerbang pulau Sumatera.
- Pencarian Bukti Tambahan: Polisi menyisir area penemuan dan perairan sekitar Bakauheni untuk mencari petunjuk lain, termasuk bagian tubuh yang hilang, barang-barang milik korban, atau bukti-bukti yang mungkin relevan dengan kejadian.
- Analisis Forensik Mendalam: Tim forensik akan menganalisis sisa-sisa jenazah dengan cermat untuk menemukan jejak kekerasan, luka, atau petunjuk lain yang dapat mengarah pada penyebab kematian, apakah itu kecelakaan, bunuh diri, atau pembunuhan.
- Memeriksa Kesaksian: Mengumpulkan informasi dari nelayan yang menemukan jenazah dan warga sekitar yang mungkin memiliki informasi atau melihat aktivitas mencurigakan di perairan dalam beberapa hari terakhir.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tertentu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat dengan membawa dokumen pendukung. Setiap informasi sekecil apapun diharapkan dapat membantu mengungkap misteri ini dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban.
Mengatasi Misteri Jenazah Tak Dikenal di Perairan
Kasus penemuan jenazah tak dikenal, apalagi dengan kondisi yang sudah membusuk dan tanpa kepala seperti ini, bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Tantangan terbesar dalam kasus semacam ini adalah proses identifikasi yang membutuhkan ketelitian dan kerja sama lintas instansi. Pentingnya data laporan orang hilang yang akurat dan sistematis sangat krusial dalam membantu proses identifikasi forensik. Mengenai bagaimana identifikasi forensik bekerja untuk mengungkap jati diri korban, ini melibatkan berbagai disiplin ilmu mulai dari kedokteran, antropologi, hingga kimia forensik.
Kasus semacam ini seringkali menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum dalam mengembangkan teknik identifikasi forensik, terutama dalam kondisi ekstrem di mana bukti fisik sangat terbatas. Komunitas maritim juga didorong untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan di perairan. Penyelidikan akan terus berlanjut hingga identitas korban terungkap dan penyebab pasti kematian dapat dibuktikan, memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan keadilan di mata hukum.
Hukum & Kriminal
Lanskap Perbatasan Malaysia-Thailand: Tantangan Krusial Pengamanan Sempadan Darat
KANGAR – Pengamanan kawasan perbatasan Malaysia-Thailand di wilayah utara Semenanjung menghadapi tantangan serius akibat karakteristik geografis yang unik. Area yang membentang luas ini sebagian besar dipenuhi oleh hutan lebat, perbukitan terjal, perkebunan getah yang padat, serta tanah lapang yang secara langsung bersambung dengan negara tetangga. Kondisi medan yang kompleks ini menjadi faktor utama yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penyelundupan barang, narkoba, hingga perlintasan masuknya pendatang tanpa izin. Pihak berwenang terus melakukan upaya pengetatan pengawasan, namun sifat alami lanskap tersebut menambah kerumitan tugas para penjaga perbatasan.
Kawasan seperti di sekitar, misalnya, memperlihatkan bagaimana struktur tanah dan vegetasi menjadi ‘sekutu’ bagi para pelanggar hukum. Jalur-jalur tikus yang terbentuk secara alami atau sengaja dibuat di tengah rimbunnya pohon dan semak belukar menjadi rute favorit. Para penyelundup memanfaatkan minimnya visibilitas dan sulitnya akses kendaraan untuk menghindari patroli. Tidak hanya itu, perkebunan getah yang membentang luas juga menyediakan tempat persembunyian yang ideal, menyulitkan pendeteksian dan pengejaran. Situasi ini secara signifikan meningkatkan risiko terhadap keamanan nasional dan memerlukan pendekatan yang lebih inovatif serta terpadu dari berbagai pihak berwenang.
Ancaman di Balik Keindahan Alam Perbatasan
Keindahan alam yang hijau dan asri di sepanjang garis perbatasan darat antara Malaysia dan Thailand menyimpan kerentanan yang dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan transnasional. Geografi yang menantang ini bukan hanya sekadar pemandangan, melainkan medan operasional yang kompleks bagi para penegak hukum.
- Penyelundupan Narkoba: Jaringan pengedar seringkali menggunakan jalur-jalur rahasia ini untuk memasukkan narkotika dalam skala besar, menjadikannya rute kritis dalam peredaran obat-obatan terlarang regional.
- Perdagangan Manusia: Sindikat perdagangan manusia memanfaatkan celah ini untuk menyelundupkan individu, termasuk pekerja migran ilegal, dengan risiko tinggi bagi korban yang dieksploitasi.
- Penyelundupan Barang: Komoditas ilegal seperti rokok, minuman keras, bahkan satwa liar seringkali melintas tanpa terdeteksi, mengakibatkan kerugian pajak negara dan merusak pasar domestik yang sah.
Dampak dari aktivitas ilegal ini tidak hanya terbatas pada kerugian ekonomi semata, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan keamanan di kedua negara, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Strategi Terkini Memperketat Pertahanan
Menyadari eskalasi ancaman, berbagai agensi penguatkuasaan sempadan telah mengimplementasikan strategi komprehensif untuk meningkatkan kawalan. Langkah-langkah ini mencakup peningkatan frekuensi dan intensitas patroli darat serta udara, penggunaan teknologi pengawasan canggih, dan penguatan kolaborasi antar-lembaga.
Pihak berwenang seperti Angkatan Tentera Malaysia (ATM), Polis Diraja Malaysia (PDRM), dan Agensi Kawalan Sempadan Malaysia (AKSEM) terus-menerus berkoordinasi untuk memantau setiap pergerakan mencurigakan. Penerapan teknologi drone dan sistem pengawasan terintegrasi telah membantu dalam memetakan area-area rawan dan mempercepat respons terhadap insiden. Selain itu, pemasangan pagar sempadan dan pos kawalan bergerak juga menjadi bagian dari upaya fisik untuk memperketat benteng pertahanan negara. Namun, skala tantangan yang begitu besar menuntut lebih dari sekadar respons reaktif, melainkan pendekatan proaktif yang berkelanjutan. Berbagai agensi keamanan perbatasan menekankan pentingnya kerja sama untuk mengekang penyelundupan.
Peran Masyarakat dan Teknologi dalam Pengawasan
Efektivitas pengawasan sempadan tidak hanya bergantung pada kekuatan militer atau kepolisian, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat setempat dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Penduduk yang tinggal di sepanjang perbatasan adalah mata dan telinga penting bagi pihak berkuasa. Program-program kesedaran dan pelibatan komuniti telah digalakkan untuk mendorong warga melaporkan aktivitas mencurigakan yang mereka saksikan, menciptakan jaring pengawasan yang lebih luas dan responsif.
Dari segi teknologi, selain drone, penggunaan sensor gerak, kamera termal, dan analisis data prediktif semakin menjadi krusial. Integrasi data dari berbagai sumber dapat membantu menciptakan pola dan memprediksi area-area yang kemungkinan besar akan digunakan oleh penyelundup. Investasi dalam infrastruktur teknologi ini, meskipun mahal, merupakan langkah proaktif untuk menjaga kedaulatan negara. Seperti yang sering ditekankan dalam diskusi keamanan nasional, tantangan di perbatasan memerlukan solusi multi-dimensi, bukan sekadar penambahan personel, melainkan ekosistem keamanan yang cerdas dan terhubung.
Isu kompleksitas pengamanan sempadan darat ini bukanlah hal baru, seringkali menjadi sorotan dalam laporan keamanan nasional dan analisis kebijakan sebelumnya. Kondisi medan yang menantang di perbatasan Malaysia-Thailand merupakan pengingat konstan bahwa keamanan negara adalah upaya berkelanjutan yang menuntut adaptasi, inovasi, dan kolaborasi tanpa henti. Memahami karakteristik unik geografi ini adalah kunci untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dan mencegah bolos sempadan yang merugikan. Langkah ke depan harus mempertimbangkan pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan pemberdayaan komunitas lokal untuk menciptakan perbatasan yang aman dan lestari.
-
Daerah3 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Teknologi4 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Daerah4 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah5 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Olahraga5 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Hukum & Kriminal5 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Pemerintah3 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
-
Pemerintah5 bulan agoAnalisis Kritis Setahun Kepemimpinan Siska di Kendari: Menakar Janji dan Realisasi
