Connect with us

Daerah

Dampak Positif Bantuan Ekonomi Produktif Pemprov Kaltim Dirasakan Ribuan Keluarga Miskin

Published

on

Menguatkan Ekonomi Lokal Melalui Program Usaha Ekonomi Produktif

Sejumlah besar keluarga prasejahtera di Provinsi Kalimantan Timur kini mulai merasakan angin segar perubahan ekonomi berkat implementasi program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang digulirkan oleh pemerintah provinsi setempat. Inisiatif strategis ini tidak sekadar memberikan bantuan finansial, melainkan juga menyertakan dukungan permodalan serta alat-alat usaha yang esensial, membuka jalan bagi terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat.

Program UEP dirancang untuk menjembatani kesenjangan ekonomi di lapisan masyarakat terbawah, memberikan mereka kesempatan untuk membangun dan mengembangkan usaha mikro kecil yang berkelanjutan. Berbagai jenis bantuan disalurkan, mulai dari modal usaha, peralatan produksi seperti mesin jahit, alat pertanian, hingga perangkat pendukung usaha kuliner dan kerajinan. Fokus utamanya adalah memberdayakan individu dan keluarga agar mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial semata.

“Sebelumnya, kami sering bingung mencari modal untuk usaha kue rumahan. Dengan bantuan UEP ini, saya dapat membeli oven baru dan bahan baku yang lebih berkualitas, alhamdulillah omzet penjualan meningkat signifikan,” tutur Ibu Siti Aisyah, salah satu penerima manfaat di Kabupaten Kutai Kartanegara, menggambarkan dampak langsung yang ia rasakan. Testimoni serupa datang dari berbagai daerah, menunjukkan efektivitas program dalam menstimulasi aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.

Dampak Nyata dan Perluasan Jangkauan Program

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program-program inovatif. Bantuan UEP ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi pembangunan sosial yang lebih luas, yang telah diinisiasi sejak beberapa periode sebelumnya. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian, melainkan juga pada pendampingan dan pelatihan agar para penerima dapat mengelola usaha mereka dengan lebih profesional dan berkelanjutan.

Sejauh ini, ribuan keluarga telah terdata sebagai penerima manfaat UEP. Data awal menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pendapatan keluarga penerima mencapai dua puluh hingga tiga puluh persen dalam kurun waktu enam bulan setelah menerima bantuan. Angka ini menjadi indikator positif bahwa bantuan UEP mampu menjadi katalisator perubahan ekonomi yang signifikan. Program ini juga diintegrasikan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, misalnya melalui pelatihan manajemen usaha sederhana, pemasaran produk, dan literasi keuangan bagi para pelaku UMKM baru.

Berikut adalah beberapa dampak konkret yang telah dirasakan oleh keluarga penerima bantuan UEP:

  • Peningkatan Pendapatan Keluarga: Usaha yang didanai mampu menghasilkan laba, menambah pemasukan bulanan.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Beberapa usaha bahkan mampu mempekerjakan anggota keluarga lain atau tetangga.
  • Peningkatan Kemandirian Ekonomi: Keluarga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pekerjaan musiman atau bantuan pihak lain.
  • Diversifikasi Usaha: Mendorong inovasi dan pengembangan jenis usaha baru di komunitas.
  • Peningkatan Kualitas Hidup: Akses pada kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan menjadi lebih baik.

Visi Keberlanjutan dan Tantangan ke Depan

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, dalam beberapa kesempatan, menegaskan bahwa program UEP ini bukan sekadar proyek sesaat, melainkan bagian dari visi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan masyarakat Kaltim yang sejahtera dan mandiri. “Kami terus berupaya memperluas jangkauan program UEP ini, tidak hanya dari sisi jumlah penerima, tetapi juga jenis bantuan yang disesuaikan dengan potensi ekonomi lokal masing-masing daerah,” ujarnya, menekankan pentingnya keberlanjutan dan adaptasi program.

Meski demikian, implementasi program sebesar ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Verifikasi data penerima yang akurat, monitoring pasca-penyaluran, serta memastikan keberlanjutan usaha adalah beberapa aspek krusial yang terus menjadi perhatian pemerintah. Koordinasi antar instansi dan partisipasi aktif dari masyarakat serta pihak swasta menjadi kunci dalam mengoptimalkan dampak positif UEP. Program ini juga diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial yang efektif, terutama dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global atau regional.

Dengan adanya program UEP, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya memberikan harapan baru bagi keluarga prasejahtera, tetapi juga meletakkan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengentaskan kemiskinan secara sistematis dan terarah.

Daerah

Pasangan Suami Istri Padang Besar Kritis Akibat Keracunan Cendawan Liar Berbahaya

Published

on

PADANG BESAR – Sepasang suami istri dari Rancangan Tanah Pinggir, Mukim Jeneri, semalam dilarikan ke hospital dalam kondisi kritis setelah dipercayai mengonsumsi cendawan beracun yang mereka kutip dari area berhampiran kandang lembu di rumah mereka. Insiden tragis ini kembali menyoroti bahaya mengonsumsi hasil hutan liar tanpa identifikasi yang akurat, khususnya cendawan yang seringkali memiliki rupa serupa antara spesies yang dapat dimakan dan yang mematikan.

Kejadian yang menimpa pasangan ini segera memicu respons cepat dari pihak berkuasa tempatan dan petugas medis. Mereka dikejarkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat intensif. Informasi awal menunjukkan bahwa pasangan tersebut mungkin mengira cendawan yang mereka temukan adalah jenis yang aman untuk dikonsumsi, sebuah kesalahan fatal yang berujung pada kondisi keracunan serius.

Meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Cendawan Liar

Cendawan liar, meskipun sebagian besar tidak berbahaya dan bahkan lezat, menyimpan potensi risiko yang sangat tinggi. Kesalahan identifikasi adalah penyebab utama dari sebagian besar kasus keracunan cendawan. Lingkungan seperti kandang lembu atau area dengan kotoran hewan seringkali menjadi habitat bagi berbagai jenis cendawan, termasuk beberapa spesies beracun yang tumbuh subur di materi organik yang membusuk.

Masyarakat seringkali memiliki mitos atau kepercayaan keliru tentang cara membedakan cendawan beracun dari yang aman, seperti melihat apakah serangga memakannya atau apakah warnanya cerah. Namun, para ahli mikologi (ilmuwan cendawan) selalu menekankan bahwa satu-satunya cara aman untuk mengidentifikasi cendawan liar adalah melalui pengetahuan botani yang mendalam atau konsultasi dengan pakar. Tanpa kepastian 100%, mengonsumsi cendawan liar adalah tindakan yang sangat berisiko.

  • Jangan Pernah Mengambil Risiko: Jika Anda ragu sedikit pun tentang jenis cendawan, jangan pernah mengonsumsinya.
  • Edukasi Diri: Pelajari jenis-jenis cendawan umum di daerah Anda dari sumber terpercaya, namun tetap prioritaskan kehati-hatian.
  • Area Berisiko: Waspada terhadap cendawan yang tumbuh di dekat area pembuangan sampah, kandang hewan, atau tempat-tempat yang tidak lazim.

Gejala Keracunan Cendawan dan Langkah Penanganan Cepat

Gejala keracunan cendawan dapat bervariasi secara dramatis tergantung pada spesies cendawan yang dikonsumsi dan jumlah toksin yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa gejala mungkin muncul dalam hitungan menit hingga jam, sementara yang lain bisa memakan waktu hingga 24 jam atau lebih untuk bermanifestasi. Penundaan dalam mencari pertolongan medis dapat memperburuk prognosis dan menyebabkan kerusakan organ permanen, bahkan kematian.

Dalam kasus pasangan di Padang Besar ini, kecepatan respons medis menjadi kunci. Gejala umum keracunan cendawan meliputi:

  • Mual dan muntah parah
  • Diare hebat
  • Sakit perut dan kram
  • Pusing dan kebingungan
  • Kelemahan dan lesu
  • Pada kasus yang lebih parah: kerusakan hati atau ginjal, halusinasi, koma.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal dicurigai keracunan cendawan, segera cari bantuan medis darurat. Bawalah sisa cendawan yang dikonsumsi (jika ada) ke hospital untuk membantu identifikasi dan penentuan pengobatan yang tepat. Jangan mencoba menginduksi muntah tanpa instruksi dari profesional medis, karena beberapa toksin dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut saat dimuntahkan.

Pentingnya Identifikasi Akurat Sebelum Konsumsi

Kesalahan identifikasi sering terjadi karena banyak cendawan beracun memiliki kemiripan yang mencolok dengan spesies yang aman dimakan. Misalnya, beberapa jenis Amanita yang sangat beracun (seperti Death Cap) sering disalahartikan sebagai jenis kuliner yang populer. Warnanya, bentuknya, atau baunya bisa sangat menipu. Bahkan ahli sekalipun terkadang menghadapi tantangan dalam membedakannya.

Insiden seperti yang terjadi di Padang Besar ini adalah pengingat keras bahwa pengetahuan turun-temurun atau pengamatan sepintas tidak cukup sebagai dasar untuk mengonsumsi cendawan liar. Selalu utamakan keselamatan dan hindari risiko yang tidak perlu. Badan kesehatan global seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga secara konsisten mengeluarkan peringatan tentang bahaya ini. Baca lebih lanjut mengenai keracunan dan pencegahannya dari WHO.

Pelajaran dari Insiden di Padang Besar

Kasus keracunan cendawan yang menimpa pasangan suami istri di Padang Besar ini menambah panjang daftar insiden serupa yang pernah dilaporkan di berbagai daerah, mengingatkan kembali akan bahaya konsumsi cendawan liar tanpa pengetahuan yang memadai. Setiap tahun, ada saja laporan mengenai individu atau keluarga yang jatuh sakit parah akibat kesalahan fatal ini. Ini bukan sekadar berita, melainkan sebuah pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah daerah dan lembaga kesehatan perlu terus menggalakkan kampanye kesadaran publik mengenai bahaya cendawan beracun. Informasi yang jelas dan mudah diakses mengenai jenis-jenis cendawan beracun lokal serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan pertama harus tersedia luas. Dengan demikian, diharapkan dapat meminimalkan kejadian serupa di masa mendatang dan menyelamatkan lebih banyak nyawa dari ancaman tersembunyi di alam liar.

Continue Reading

Daerah

Kisah Harapan Alya: Perjuangan Inspiratif Bocah Penglihatan Masuk Sorotan Media Lokal

Published

on

Kisah Harapan Alya: Perjuangan Inspiratif Bocah Penglihatan Masuk Sorotan Media Lokal

Sebuah kisah yang menyentuh hati kini menjadi perbincangan, setelah seorang ibu mengungkapkan harapannya agar putrinya, Alya, suatu hari nanti dapat ‘melihat’ kembali cerita perjuangannya yang kini dimuat di surat kabar. Pernyataan pilu namun penuh optimisme tersebut mencerminkan kekuatan cinta orang tua di tengah tantangan hidup yang berat.

“Hari ini cerita adik masuk dalam surat khabar… bila besar nanti adik boleh tengok balik,” ujar sang ibu dengan suara bergetar, merujuk pada putrinya yang saat ini menghadapi gangguan penglihatan. Ungkapan ini tidak hanya sekadar kata-kata, melainkan sebuah janji dan doa yang dalam, menggambarkan keinginan agar Alya, terlepas dari kondisinya, kelak dapat memahami dan menghargai perjalanan hidupnya yang heroik.

Kisah Alya menyoroti realitas pahit yang dihadapi banyak keluarga dengan anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus menyoroti peran penting media dalam mengangkat isu-isu kemanusiaan. Publikasi ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi Alya pribadi, tetapi juga memicu kesadaran dan dukungan lebih luas dari masyarakat.

Perjalanan Alya: Sebuah Optimisme di Tengah Keterbatasan

Alya, seorang bocah berusia lima tahun, telah berjuang melawan gangguan penglihatan sejak lahir. Diagnosa medis menunjukkan kondisi yang memerlukan penanganan berkelanjutan dan dukungan khusus. Meskipun menghadapi keterbatasan, semangat Alya tidak pernah padam. Ia dikenal sebagai anak yang ceria dan penuh rasa ingin tahu, mencoba memahami dunia di sekitarnya melalui indra lainnya.

Ibunya, Puan Suriani (nama samaran), menjelaskan bahwa keputusan untuk membagikan kisah Alya ke media massa bukanlah hal yang mudah. “Kami ingin orang tahu bahwa anak-anak seperti Alya juga memiliki potensi besar. Mereka hanya butuh sedikit penyesuaian dan banyak dukungan,” jelas Puan Suriani. Artikel di surat kabar tersebut, diharapkan dapat menjadi platform untuk menyuarakan pengalaman anak-anak dengan disabilitas penglihatan dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengakses pendidikan, fasilitas, serta inklusi sosial.

Beberapa poin penting dari perjuangan Alya dan keluarganya:

  • Dukungan Keluarga: Puan Suriani dan suaminya aktif mencari informasi dan terapi terbaik untuk Alya, meski terkendala biaya dan akses.
  • Semangat Belajar: Alya menunjukkan minat tinggi dalam mendengarkan cerita dan musik, yang menjadi jendela dunianya.
  • Harapan Medis: Keluarga terus berdoa dan mencari kemungkinan perawatan atau teknologi yang dapat membantu meningkatkan kualitas penglihatan Alya di masa depan.

Peran Media dan Reaksi Komunitas

Pemuatan kisah Alya dalam surat kabar lokal bukan hanya sekadar berita, melainkan sebuah seruan untuk empati. “Ini adalah contoh bagaimana media dapat menjadi jembatan antara kisah-kisah pribadi yang inspiratif dengan kesadaran publik yang lebih luas,” ujar seorang pegiat sosial setempat. Artikel tersebut berhasil menarik perhatian banyak pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang disabilitas.

Sejumlah inisiatif telah muncul sebagai respons dari publikasi ini. Beberapa individu dan kelompok masyarakat mulai menawarkan bantuan, mulai dari donasi sukarela hingga penawaran program pendampingan bagi Alya dan keluarganya. Ini menunjukkan bahwa kekuatan cerita, terutama yang disebarkan melalui media, mampu menggerakkan hati nurani dan aksi nyata.

“Kami sangat terharu dengan respons positif yang kami terima. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk masa depan Alya dan anak-anak lain dengan kondisi serupa,” tambah Puan Suriani. Kisah ini juga mengingatkan kita akan pentingnya aksesibilitas dan inklusi bagi semua individu, terlepas dari kemampuan fisik mereka. Persatuan Orang Buta Malaysia (MAB) secara aktif mengadvokasi hak-hak dan kesejahteraan individu dengan gangguan penglihatan, memberikan harapan serta dukungan bagi banyak keluarga seperti Alya.

Membangun Masa Depan yang Lebih Inklusif

Kasus Alya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Ini bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Edukasi tentang disabilitas, penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas, serta dukungan psikologis bagi keluarga adalah langkah-langkah krusial yang harus terus ditingkatkan.

Dengan kisah Alya yang kini menjadi sorotan, harapan besar terpancar agar lebih banyak inisiatif dan kebijakan pro-inklusif dapat diimplementasikan. Kisah seperti ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen kita terhadap pembangunan masyarakat yang adil dan setara bagi semua, di mana setiap ‘Alya’ mendapatkan kesempatan untuk bersinar.

Continue Reading

Daerah

Rumah Kreasi Damar Kurung Diresmikan, Bupati Gresik Dorong Integrasi Seni dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Published

on

Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi meluncurkan Rumah Kreasi Damar Kurung, sebuah inisiatif strategis yang diharapkan menjadi lokomotif pelestarian seni budaya sekaligus pendorong utama ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Peresmian fasilitas ini menegaskan komitmen pemerintah setempat dalam menjaga warisan budaya dan menciptakan nilai tambah ekonomi melalui kreativitas masyarakat.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara langsung meresmikan fasilitas tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Yani tidak hanya menekankan pentingnya pelestarian Damar Kurung sebagai ikon budaya Gresik, tetapi juga menyuarakan harapannya agar Rumah Kreasi ini tumbuh menjadi pusat kreativitas yang dinamis. Visi Bupati adalah menciptakan sebuah ekosistem di mana seni Damar Kurung tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang, menarik minat generasi muda, dan terintegrasi secara harmonis dengan sektor pariwisata yang sedang menggeliat.

Damar Kurung, lampion khas Gresik dengan motif unik yang menceritakan kehidupan sehari-hari, telah lama menjadi simbol kebanggaan lokal. Rumah Kreasi ini hadir untuk memberikan ruang bagi para seniman, pengrajin, dan pegiat budaya untuk berkreasi, berinovasi, dan mentransformasi seni tradisional ini menjadi produk yang relevan dengan zaman. Ini merupakan langkah progresif pemerintah daerah dalam memahami bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaganya, melainkan juga harus menghidupkannya melalui ekonomi kreatif.

Merajut Kembali Warisan Budaya Lewat Rumah Kreasi

Rumah Kreasi Damar Kurung dirancang sebagai sentra multifungsi. Fasilitas ini menyediakan berbagai sarana pendukung, mulai dari area pameran untuk memajang karya-karya Damar Kurung, hingga workshop yang memungkinkan pengunjung, khususnya wisatawan, untuk merasakan langsung proses pembuatan lampion tersebut. Program-program edukasi juga menjadi fokus utama, menyasar pelajar dan komunitas lokal agar mereka memahami nilai sejarah dan filosofi di balik setiap goresan dan warna pada Damar Kurung. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan melestarikan teknik pembuatan, tetapi juga mewariskan semangat dan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus. Melalui kegiatan interaktif, Rumah Kreasi ini berharap mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat, terutama anak muda, terhadap seni Damar Kurung yang otentik.

Salah satu misi pentingnya adalah memberikan kesempatan bagi seniman lokal untuk mengembangkan keterampilan mereka dan menjangkau pasar yang lebih luas. Berbagai pelatihan akan diselenggarakan secara berkala, mencakup aspek desain, pemasaran, hingga penggunaan teknologi digital untuk promosi. Hal ini diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi baru dalam bentuk dan fungsi Damar Kurung, tanpa menghilangkan esensi aslinya.

Dorong Ekonomi Kreatif dan Potensi Pariwisata

Bupati Yani secara tegas menyampaikan bahwa Rumah Kreasi Damar Kurung harus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Gresik. Integrasi dengan sektor pariwisata menjadi kunci utama. Pengunjung dan wisatawan tidak hanya akan disuguhi keindahan Damar Kurung sebagai objek seni, tetapi juga diajak berpartisipasi dalam pengalaman otentik budaya. Ini menciptakan daya tarik unik yang membedakan Gresik dari destinasi lain. Produk-produk Damar Kurung, mulai dari lampion hias, cinderamata, hingga aplikasi dalam desain interior, berpotensi besar untuk dieksportasi dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, Rumah Kreasi ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan para seniman serta pelaku UMKM yang terlibat.

Beberapa potensi integrasi yang diharapkan:
* Paket Wisata Tematik: Menggabungkan kunjungan ke Rumah Kreasi Damar Kurung dengan situs sejarah atau religi Gresik lainnya.
* Workshop Interaktif: Menawarkan pengalaman membuat Damar Kurung bagi wisatawan, menjadikannya suvenir personal yang berkesan.
* Pusat Penjualan Produk Kreatif: Menyediakan galeri dan toko yang menjual aneka produk olahan Damar Kurung, dari lampion hingga kerajinan tangan.
* Festival dan Event Budaya: Rumah Kreasi dapat menjadi lokasi penyelenggaraan festival seni yang berpusat pada Damar Kurung, menarik lebih banyak pengunjung.

Komitmen Pemerintah Daerah untuk Kemajuan Gresik

Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan kelanjutan dari visi besar Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara holistik. Langkah ini sejalan dengan berbagai inisiatif sebelumnya dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal, seperti yang pernah diulas dalam artikel kami mengenai pengembangan desa wisata di Gresik yang berfokus pada potensi keunikan lokal. Bupati Yani secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan adanya Rumah Kreasi ini, pemerintah berharap dapat memberikan fasilitas yang memadai bagi komunitas seni dan budaya, serta menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor-sektor strategis lainnya di Kabupaten Gresik.

Kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas, dan pelaku usaha menjadi esensial untuk mewujudkan harapan ini. Pihak pemerintah daerah mendorong kemitraan lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan operasional dan pengembangan program-program di Rumah Kreasi Damar Kurung. Ini mencakup kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk penelitian, dengan biro perjalanan untuk promosi, dan dengan investor untuk ekspansi pasar.

Masa Depan Damar Kurung dan Gresik yang Berkelanjutan

Rumah Kreasi Damar Kurung bukan sekadar gedung baru, melainkan simbol harapan untuk masa depan seni, budaya, dan ekonomi Gresik yang lebih cerah dan berkelanjutan. Dengan fokus pada kreativitas, inovasi, dan integrasi pariwisata, fasilitas ini memiliki potensi besar untuk mengangkat derajat Damar Kurung dari sekadar seni tradisional menjadi aset ekonomi yang berharga. Keberhasilan inisiatif ini akan diukur tidak hanya dari jumlah produk yang terjual atau wisatawan yang datang, tetapi juga dari sejauh mana Damar Kurung mampu menginspirasi generasi baru untuk berkreasi dan menjaga identitas budaya Gresik. Pelestarian Damar Kurung melalui ekonomi kreatif menjadi jembatan antara masa lalu yang kaya akan warisan dan masa depan yang penuh dengan peluang. Harapannya, Damar Kurung akan terus menyala terang, menerangi jalan bagi kemajuan Kabupaten Gresik. (Sumber Informasi terkait Damar Kurung: Wikipedia – Damar Kurung)

Continue Reading

Trending