Connect with us

Pemerintah

Potongan Komisi Aplikator Ojol 8 Persen Berlaku, Taksi Online Masih Dikaji Kemenhub

Published

on

Aplikasi Potongan Komisi 8 Persen: Ojol Lebih Dulu

Kabar gembira bagi sebagian mitra pengemudi transportasi online telah tiba. Mulai 1 Juli 2024, kebijakan potongan komisi aplikator transportasi daring maksimal 8 persen resmi berlaku. Namun, implementasi aturan progresif ini ternyata belum menyeluruh. Pembatasan potongan komisi ini secara eksklusif hanya menyasar layanan ojek online (ojol), sementara sektor taksi online masih harus menanti keputusan serupa dari pemerintah.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan bahwa diskrepansi dalam penerapan kebijakan ini disebabkan oleh perbedaan fundamental dalam pengaturan antara ojol dan taksi online. Proses kajian mendalam masih berlangsung untuk taksi online, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif. Kebijakan ini merupakan respons atas tuntutan para pengemudi yang merasa terbebani oleh potongan komisi aplikator yang dianggap terlalu tinggi, mengurangi pendapatan bersih mereka secara signifikan. Para pemangku kepentingan berharap adanya kesetaraan regulasi di masa mendatang demi menciptakan iklim usaha yang adil bagi seluruh mitra pengemudi.

Mengapa Ada Perbedaan Aturan?

Perbedaan regulasi antara ojek online dan taksi online bukanlah hal baru. Kedua moda transportasi ini diatur oleh payung hukum yang berbeda, mencerminkan karakteristik operasional dan risiko yang melekat pada masing-masing jenis layanan. Untuk ojek online, pengaturan umum seringkali merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan (PM) terkait perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor. Sementara itu, taksi online masuk dalam kategori angkutan orang tidak dalam trayek yang diatur oleh PM terpisah, dengan standar keselamatan dan operasional yang lebih ketat, mirip dengan taksi konvensional.

Kemenhub secara aktif sedang mengkaji aspek-aspek krusial yang mempengaruhi potongan komisi taksi online, termasuk:

  • Struktur Biaya Operasional: Biaya perawatan kendaraan, bahan bakar, dan amortisasi yang mungkin berbeda antara sepeda motor dan mobil.
  • Standar Pelayanan: Persyaratan keselamatan, kenyamanan, dan standar layanan yang lebih tinggi untuk taksi online.
  • Dampak Ekonomi: Analisis terhadap pendapatan bersih pengemudi, keberlanjutan bisnis aplikator, dan potensi dampaknya terhadap tarif konsumen.
  • Model Bisnis Aplikator: Menilai model bisnis dan strategi penetapan harga yang diterapkan oleh berbagai platform penyedia layanan taksi online.

Proses kajian ini menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati agar regulasi yang dihasilkan tidak hanya menguntungkan pengemudi, tetapi juga menjaga stabilitas industri dan memastikan kualitas layanan bagi masyarakat. Ini juga mengharuskan Kemenhub untuk menimbang berbagai masukan dari asosiasi pengemudi, aplikator, hingga akademisi.

Dampak Kebijakan Terhadap Mitra Pengemudi

Penerapan potongan komisi maksimal 8 persen bagi ojol tentu membawa angin segar. Pengemudi ojol dapat mengharapkan peningkatan pendapatan bersih yang signifikan, berpotensi memperbaiki kesejahteraan mereka di tengah tantangan ekonomi. Ini juga dapat mendorong motivasi kerja dan mengurangi beban finansial yang selama ini dirasakan akibat potongan komisi yang kadang mencapai 15% hingga 20% atau lebih.

Di sisi lain, belum berlakunya kebijakan serupa untuk taksi online memicu kekhawatiran di kalangan mitra pengemudi mobil. Mereka merasa adanya disparitas perlakuan dan menuntut kesetaraan regulasi. “Kami berharap Kemenhub segera menyelesaikan kajiannya dan menerapkan kebijakan yang adil untuk taksi online juga. Beban operasional kami juga tinggi,” ujar salah satu perwakilan komunitas taksi online. Isu ini seringkali menjadi sorotan dalam diskusi tentang kesejahteraan pengemudi. Sebelumnya, Kemenhub juga pernah menghadapi tantangan serupa dalam penetapan tarif dan struktur komisi, menandakan bahwa isu ini berulang dan memerlukan solusi jangka panjang.

Tantangan dan Harapan untuk Taksi Online

Kajian Kemenhub menghadapi beberapa tantangan kompleks. Industri taksi online memiliki dinamika pasar yang berbeda, dengan persaingan yang ketat dan beragam model bisnis. Penerapan batas komisi yang terlalu rendah tanpa pertimbangan matang dapat berisiko mengganggu keberlanjutan operasional aplikator atau bahkan berdampak pada kualitas layanan. Sebaliknya, komisi yang terlalu tinggi akan membebani pengemudi dan berpotensi memicu gejolak.

Harapan utama adalah terwujudnya regulasi yang komprehensif, transparan, dan berkelanjutan. Mitra taksi online menginginkan kejelasan kapan kebijakan potongan komisi akan diterapkan dan bagaimana skemanya. Transparansi dalam proses kajian dan komunikasi yang efektif dari Kemenhub sangat dibutuhkan untuk meredakan ketidakpastian dan membangun kepercayaan di antara para pemangku kepentingan. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya fokus pada persentase potongan, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem transportasi online secara keseluruhan.

Langkah Kemenhub Selanjutnya

Kemenhub berkomitmen untuk menyelesaikan kajian terkait potongan komisi taksi online secepatnya. Pihak kementerian menegaskan bahwa setiap keputusan akan diambil berdasarkan data dan analisis yang kuat, serta mempertimbangkan masukan dari semua pihak terkait. Langkah selanjutnya kemungkinan besar melibatkan serangkaian pertemuan dan dialog dengan aplikator, asosiasi pengemudi, dan pakar ekonomi untuk mencapai konsensus yang paling optimal.

Pengumuman lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi ribuan mitra pengemudi taksi online di seluruh Indonesia. Pemerintah memiliki peran vital dalam menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan adil, mendorong inovasi, sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja di sektor ekonomi gig. Kebijakan yang akan datang akan menjadi tolok ukur komitmen pemerintah terhadap seluruh ekosistem transportasi online.

Pemerintah

Bandara IKN Komersial: Menhub Ajukan Perpres Demi Akses Publik dan Dorong Ekonomi Nusantara

Published

on

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi telah mengajukan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang substansial mengenai perubahan status operasional Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi komersial. Langkah strategis ini menandai babak baru bagi konektivitas dan geliat ekonomi di pusat pemerintahan yang baru, menggeser status bandara dari sebelumnya yang bersifat khusus.

Pengajuan Perpres ini menjadi indikator kuat komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan operasional IKN sebagai kota yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai magnet ekonomi dan destinasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Perubahan status ini akan membuka pintu bagi maskapai penerbangan untuk mengoperasikan rute penerbangan berjadwal secara reguler, baik domestik maupun internasional, menghubungkan IKN dengan kota-kota besar lainnya.

Strategi di Balik Perubahan Status

Sebelumnya, Bandara IKN Nusantara dirancang dengan status ‘khusus’, yang umumnya berarti operasionalnya terbatas untuk kepentingan VVIP, kargo tertentu, atau penerbangan dengan izin khusus. Dengan berubah menjadi status ‘komersial’, pemerintah secara fundamental mengubah filosofi penggunaan bandara ini. Ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan sebuah instrumen kebijakan untuk:

  • Meningkatkan Aksesibilitas: Memudahkan mobilitas pejabat, pelaku bisnis, investor, dan masyarakat umum yang ingin berkunjung atau tinggal di IKN.
  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Penerbangan komersial akan memicu investasi, perdagangan, dan pariwisata di wilayah sekitar IKN dan Kalimantan Timur secara umum.
  • Mendukung Fungsi IKN: Sejalan dengan visi IKN sebagai kota dunia yang dinamis, keberadaan bandara komersial adalah prasyarat mutlak untuk menunjang segala aktivitas vital kota.
  • Percepatan Pembangunan: Dengan aksesibilitas yang lebih baik, proses pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya di IKN diharapkan dapat berjalan lebih efisien.

Langkah ini selaras dengan progres pembangunan fisik Bandara IKN yang terus dikebut. Pemerintah menargetkan bandara tersebut dapat beroperasi penuh pada tahun-tahun mendatang, dengan fase uji coba dan pembukaan bertahap yang telah direncanakan.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas

Transformasi Bandara IKN menjadi komersial akan membawa dampak berganda yang signifikan bagi perekonomian regional dan nasional. Pertama, ini akan secara dramatis meningkatkan konektivitas udara ke jantung Pulau Kalimantan, yang sebelumnya mungkin hanya mengandalkan bandara di kota-kota terdekat seperti Balikpapan atau Samarinda. Kedua, sektor pariwisata berpotensi besar untuk berkembang pesat, mengingat IKN dirancang dengan konsep kota hutan yang menarik wisatawan.

Pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, menengah, maupun korporasi besar, akan mendapatkan keuntungan dari kemudahan logistik dan akses pasar. Pertumbuhan penerbangan akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor penerbangan, perhotelan, transportasi darat, dan industri jasa pendukung lainnya. Inisiatif ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak investor asing dan domestik untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis IKN.

Kesiapan Operasional dan Tantangan ke Depan

Meskipun Perpres ini menjadi langkah maju yang krusial, implementasi operasional Bandara IKN sebagai entitas komersial akan menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan infrastruktur bandara secara fisik, termasuk landasan pacu, terminal penumpang, menara kontrol, dan fasilitas pendukung lainnya, harus memenuhi standar internasional untuk penerbangan komersial. Sebelumnya, berbagai laporan mengenai progres pembangunan bandara ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam memastikan infrastruktur kelas dunia.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan maskapai yang tertarik untuk membuka rute ke IKN, mempertimbangkan proyeksi jumlah penumpang, serta keberlanjutan operasional. Pengaturan slot penerbangan, tarif layanan bandara, dan integrasi dengan sistem transportasi darat di IKN juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara matang. Koordinasi antarlembaga dan kementerian akan sangat vital untuk memastikan transisi yang mulus dari status khusus menjadi komersial.

Mendukung Visi IKN sebagai Kota Dunia

Pengajuan Perpres ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang visi jangka panjang pemerintah untuk IKN. Dengan bandara komersial, IKN akan lebih siap untuk menjalankan perannya sebagai Ibu Kota Negara yang modern, inklusif, dan terkoneksi secara global. Ini adalah elemen kunci dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang layak huni, berdaya saing, dan berkelanjutan, sebagaimana yang selalu dicanangkan dalam berbagai forum dan kebijakan pemerintah. Percepatan pembangunan infrastruktur dasar IKN, termasuk bandara, adalah prioritas utama untuk mencapai tujuan ini.

Langkah Menhub Dudy Purwagandhi ini secara fundamental mengukuhkan bahwa IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat administrasi, tetapi sebagai simpul penting dalam jaringan konektivitas nasional dan internasional, siap menyambut masa depan dengan aksesibilitas tanpa batas.

Continue Reading

Pemerintah

Padang Makin Dekat Jadi Kota Kreatif UNESCO Bidang Gastronomi 2027

Published

on

Pemerintah kota berhasil menembus Tahap II Seleksi Nasional Kota Kreatif UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Keberhasilan ini menempatkan kota ini selangkah lebih dekat untuk meraih predikat bergengsi sebagai bagian dari jejaring kota kreatif dunia, khususnya dalam bidang gastronomi. Pencapaian ini bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah peluang emas untuk mengangkat kekayaan kuliner Minangkabau ke kancah global.

Proses seleksi nasional yang ketat telah menyaring sejumlah kota dari berbagai daerah di Indonesia. Kota yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera ini menunjukkan komitmen kuat dan potensi luar biasa dalam mengembangkan dan melestarikan warisan kulinernya. Tim seleksi nasional tampaknya terkesan dengan presentasi mendalam mengenai keunikan bumbu, teknik memasak, dan filosofi di balik setiap hidangan khas Minang.

Mengapa Gastronomi dan Apa Itu UCCN?

Pemilihan gastronomi sebagai fokus utama dalam ajang UCCN bukan tanpa alasan. Gastronomi, sebagai seni dan ilmu makanan, merupakan salah satu elemen terkuat dari identitas budaya daerah. Kuliner Minangkabau, yang dikenal dengan cita rasa kaya, rempah-rempah yang kuat, dan beragam hidangan ikonik seperti rendang, sate Padang, dan dendeng balado, telah lama menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun internasional.

UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sendiri adalah sebuah inisiatif global yang diluncurkan oleh UNESCO pada tahun 2004 untuk mempromosikan kerja sama antar kota yang menempatkan kreativitas sebagai faktor strategis untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan. Jaringan ini mencakup tujuh bidang kreatif: Kerajinan dan Seni Rakyat, Desain, Film, Gastronomi, Sastra, Seni Media, dan Musik. Menjadi bagian dari UCCN berarti kota tersebut diakui secara internasional atas kontribusinya dalam mengembangkan sektor kreatifnya, sekaligus membuka pintu bagi pertukaran budaya, inovasi, dan pembangunan ekonomi.

Manfaat Bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Status Kota Kreatif UCCN di bidang gastronomi akan membawa beragam manfaat signifikan bagi daerah ini. Berikut beberapa di antaranya:

  • Pengakuan Internasional: Mengangkat profil kuliner Minangkabau di mata dunia, menarik lebih banyak wisatawan dan investor.
  • Peningkatan Pariwisata: Menjadikan kota ini destinasi gastronomi unggulan, mendorong kunjungan wisata kuliner yang berkelanjutan.
  • Pengembangan Ekonomi Lokal: Mendorong pertumbuhan UMKM kuliner, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
  • Pelestarian Warisan Budaya: Memperkuat upaya pelestarian resep tradisional, teknik memasak kuno, dan ritual makan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Minang.
  • Pertukaran Pengetahuan: Membuka peluang untuk berkolaborasi dengan kota-kota kreatif lain di seluruh dunia, berbagi praktik terbaik, dan inovasi dalam pengembangan gastronomi.
  • Peningkatan Kualitas Hidup: Mendorong kebanggaan lokal dan partisipasi masyarakat dalam memajukan warisan kuliner mereka.

Perjalanan Panjang Menuju Pengakuan Dunia

Upaya pemerintah kota untuk menonjolkan potensi gastronominya bukanlah hal baru. Sebelumnya, kota ini aktif mengadakan berbagai festival kuliner tahunan yang sukses menarik perhatian nasional, seperti Festival Kuliner Minangkabau yang secara konsisten memperkenalkan kekayaan rasa dan tradisi lokal. Inisiatif-inisiatif ini, yang seringkali melibatkan koki lokal, pakar kuliner, dan komunitas adat, telah membangun fondasi kuat bagi pengajuan UCCN ini. Pengalaman sukses dalam mengelola promosi kuliner Minang di tingkat nasional menjadi modal berharga dalam menghadapi seleksi global.

Langkah maju ini menunjukkan hasil dari kerja keras kolektif pemerintah daerah, pelaku industri kuliner, akademisi, dan masyarakat. Mereka bersama-sama menyusun proposal yang komprehensif, menyoroti tidak hanya kelezatan makanan, tetapi juga nilai sejarah, sosial, dan ekonomi yang melekat pada setiap hidangan.

Langkah Selanjutnya: Tahap II Seleksi Nasional

Memasuki Tahap II, pemerintah kota dan tim pengusul akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Mereka diharapkan untuk menyajikan rencana aksi yang lebih detail dan berkelanjutan, termasuk strategi jangka panjang untuk pengembangan gastronomi, inisiatif pendidikan dan pelatihan, serta komitmen terhadap inovasi berkelanjutan. Tahap ini kemungkinan akan melibatkan kunjungan lapangan dari tim penilai nasional untuk memverifikasi data dan melihat langsung implementasi program-program yang telah berjalan.

Partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, asosiasi koki, pengusaha kuliner, hingga masyarakat umum, akan menjadi kunci keberhasilan. Kolaborasi ini penting untuk menunjukkan bahwa visi kota kreatif tidak hanya menjadi milik segelintir orang, melainkan aspirasi bersama yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan segala potensi dan persiapan yang matang, kota ini optimis dapat melewati Tahap II dan melaju ke seleksi internasional, membawa nama Indonesia, khususnya Minangkabau, sebagai salah satu pusat gastronomi dunia yang diakui oleh UNESCO. Ini adalah perjalanan panjang, namun setiap langkah maju membawa harapan besar bagi masa depan budaya dan ekonomi lokal.

Continue Reading

Pemerintah

Peningkatan Infrastruktur: 59 KM Jalan Protokol Kuala Lumpur Diturap Bertahap

Published

on

KUALA LUMPUR – Upaya masif peremajaan infrastruktur jalan tengah digencarkan di ibu kota. Sebanyak 59 kilometer (km) ruas jalan protokol dan utama di seantero Kuala Lumpur akan mengalami penurapan serta perawatan menyeluruh secara berperingkat. Proyek ambisius ini menargetkan peningkatan jangka hayat turapan hingga 50 persen, sebuah langkah signifikan dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan jaringan jalan di salah satu kota tersibuk di Asia Tenggara.

Inisiatif ini bukan sekadar perbaikan kosmetik, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk memastikan mobilitas yang lancar, keselamatan pengendara, dan efisiensi transportasi di Kuala Lumpur. Jaringan jalan yang prima merupakan tulang punggung aktivitas ekonomi dan sosial, sehingga pemeliharaan rutin dengan standar tinggi menjadi krusial bagi pertumbuhan kota.

Manfaat Peningkatan Kualitas Jalan bagi Warga dan Ekonomi

Penurapan jalan protokol dan utama memiliki dampak langsung dan tidak langsung yang positif bagi berbagai sektor. Dari perspektif harian, pengendara akan merasakan perbedaan signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari proyek peningkatan kualitas jalan ini:

  • Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas: Permukaan jalan yang rata dan bebas lubang mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat kondisi basah atau malam hari. Ini juga meningkatkan cengkeraman ban kendaraan, memberikan kendali yang lebih baik kepada pengemudi.
  • Efisiensi Transportasi dan Pengurangan Kemacetan: Jalan yang mulus memungkinkan aliran lalu lintas yang lebih lancar, mengurangi waktu tempuh dan potensi kemacetan yang sering terjadi akibat hambatan di jalan.
  • Penghematan Biaya Pemeliharaan Kendaraan: Kerusakan jalan seperti lubang dan retakan adalah penyebab utama keausan ban, suspensi, dan komponen kendaraan lainnya. Dengan jalan yang terpelihara baik, biaya perbaikan dan perawatan kendaraan dapat diminimalisir.
  • Peningkatan Estetika Kota: Jalan yang terawat rapi berkontribusi pada citra kota yang bersih, modern, dan terorganisir, penting bagi pariwisata dan daya tarik investasi.
  • Dampak Ekonomi Positif: Jalan yang baik mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan produktivitas bisnis. Hal ini secara tidak langsung dapat merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.

Strategi Pelaksanaan dan Potensi Tantangan

Pelaksanaan proyek penurapan 59 km jalan ini akan dilakukan secara berperingkat, sebuah pendekatan yang bijaksana untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas harian warga Kuala Lumpur. Strategi ini memungkinkan pengerjaan dilakukan di beberapa segmen jalan pada waktu berbeda, dengan perencanaan lalu lintas yang cermat.

Namun, proyek infrastruktur skala besar seperti ini tidak lepas dari potensi tantangan. Koordinasi yang efektif antara Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL), kontraktor, dan lembaga utilitas lainnya sangat penting untuk menghindari penundaan. Pengelolaan lalu lintas selama masa konstruksi juga akan menjadi kunci, dengan sosialisasi informasi kepada publik mengenai rute alternatif atau jadwal pengerjaan menjadi prioritas untuk mengurangi frustrasi warga.

“Pendekatan berperingkat ini memungkinkan kami untuk menjaga lalu lintas tetap mengalir semaksimal mungkin sambil memastikan kualitas pengerjaan tetap optimal. Komunikasi yang transparan dengan masyarakat adalah inti dari keberhasilan proyek ini,” ujar seorang pejabat terkait yang enggan disebutkan namanya, menggarisbawahi komitmen pemerintah kota.

Komitmen Berkelanjutan untuk Infrastruktur Kuala Lumpur

Proyek penurapan 59 km jalan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian inisiatif yang lebih luas dalam kerangka kerja pembangunan infrastruktur Kuala Lumpur. Pemerintah kota secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup warganya melalui penyediaan fasilitas publik yang memadai.

Beberapa proyek sebelumnya telah fokus pada perluasan jaringan transportasi publik, peningkatan drainase kota, dan pengembangan ruang hijau. Inisiatif penurapan jalan ini melengkapi upaya tersebut, menciptakan sebuah ekosistem urban yang lebih efisien dan nyaman bagi penduduk maupun pengunjung.

Masa Depan Infrastruktur Jalan di Kuala Lumpur

Visi jangka panjang untuk infrastruktur jalan di Kuala Lumpur tidak hanya berhenti pada pemeliharaan, tetapi juga mencakup integrasi teknologi cerdas dan prinsip keberlanjutan. Penerapan material turapan yang lebih tahan lama, penggunaan teknologi pemantauan kondisi jalan secara real-time, dan perencanaan berbasis data akan menjadi fondasi masa depan manajemen jalan.

Dengan menargetkan peningkatan jangka hayat turapan hingga 50 persen, proyek ini tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga meletakkan dasar untuk mengurangi frekuensi pemeliharaan besar di masa mendatang, sehingga menghemat anggaran dan sumber daya kota. Ini adalah langkah proaktif yang mencerminkan pemikiran ke depan dalam mengelola aset publik yang vital.

Secara keseluruhan, proyek penurapan jalan di Kuala Lumpur ini adalah manifestasi dari dedikasi pemerintah kota untuk terus meningkatkan kualitas hidup warganya dan memastikan Kuala Lumpur tetap menjadi kota yang dinamis, efisien, dan nyaman untuk dihuni.

Continue Reading

Trending