Pemerintah
Kemenhub Sambut Rute Baru Batik Air Jakarta-Muara Bungo: Perkuat Konektivitas Jambi
MUARA BUNGO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyambut positif pengoperasian perdana rute penerbangan Batik Air yang menghubungkan Jakarta (CGK) dengan Muara Bungo (BUU). Peresmian rute baru ini ditandai dengan seremonial pendaratan dan penerbangan perdana yang berlangsung meriah di Bandar Udara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Senin, 15 Juni 2026.
Pembukaan rute strategis ini menandai langkah penting dalam upaya pemerintah untuk memperkuat konektivitas udara antar daerah, khususnya di wilayah Jambi. Kehadiran penerbangan reguler dari dan menuju Muara Bungo diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan pariwisata, serta kemudahan akses bagi masyarakat dan pelaku bisnis.
Peningkatan Konektivitas dan Dampak Ekonomi Regional
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, dalam sambutannya, menyatakan bahwa pembukaan rute Jakarta-Muara Bungo merupakan bagian integral dari visi pemerintah untuk pemerataan akses transportasi di seluruh penjuru Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Batik Air dalam membuka rute ini. Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan maskapai swasta untuk mewujudkan konektivitas yang lebih baik, sekaligus mendorong geliat ekonomi di daerah,” ujarnya.
Muara Bungo, sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, memiliki potensi ekonomi yang signifikan, terutama di sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan. Selama ini, aksesibilitas menjadi salah satu tantangan utama. Dengan adanya penerbangan langsung, waktu tempuh yang biasanya memakan banyak jam via darat, kini dapat dipersingkat secara drastis, membuka peluang baru bagi investasi dan mobilitas.
- Peningkatan Arus Wisatawan: Kemudahan akses akan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Jambi.
- Distribusi Barang dan Jasa: Jalur udara mempercepat distribusi komoditas unggulan daerah ke pasar nasional, serta mempermudah masuknya barang dan jasa dari ibu kota.
- Investasi dan Bisnis: Pelaku bisnis akan lebih mudah menjangkau Muara Bungo untuk menjajaki peluang investasi atau mengembangkan usaha yang sudah ada.
- Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat: Akses transportasi yang lebih baik meningkatkan kualitas hidup warga, termasuk untuk urusan pendidikan, kesehatan, dan keluarga.
Komitmen Kemenhub dan Rencana Pengembangan Infrastruktur Udara
Kemenhub secara konsisten menggarisbawahi pentingnya pengembangan infrastruktur transportasi udara sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Pembukaan rute baru seperti Jakarta-Muara Bungo ini sejalan dengan berbagai program Kemenhub yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bandara-bandara di daerah. Ini juga merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif strategis yang pernah kami ulas dalam artikel sebelumnya, yakni ‘Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Konektivitas Udara: Evaluasi Proyek Regional 2025‘, yang mengulas upaya serupa di berbagai wilayah lain.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus memantau dan mengevaluasi kebutuhan penerbangan di berbagai wilayah, termasuk potensi penambahan rute atau peningkatan frekuensi penerbangan di masa depan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan maskapai penerbangan menjadi kunci sukses dalam upaya ini.
Antusiasme Batik Air dan Prospek Rute Baru
Batik Air, sebagai bagian dari Lion Air Group, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rute baru ini. Pembukaan rute Jakarta-Muara Bungo menambah daftar destinasi yang dilayani oleh maskapai tersebut, sekaligus memperkuat jaringannya di Sumatera. “Kami yakin rute ini akan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan mendukung mobilitas serta perekonomian di Muara Bungo,” kata perwakilan Batik Air.
Inaugurasi rute ini juga menjadi sinyal positif bagi industri penerbangan nasional yang terus beradaptasi dan berekspansi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis. Dengan dukungan penuh dari Kemenhub, diharapkan lebih banyak lagi rute-rute strategis yang dapat dibuka di masa mendatang, sehingga konektivitas udara Indonesia semakin merata dan kuat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan dan program Kemenhub dalam sektor perhubungan udara, Anda dapat mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara: hubud.dephub.go.id.
Pemerintah
Dua Lurah Kendari Disidang Disiplin Usai Pesta Miras Kantor, Integritas ASN Terancam
KENDARI – Dua pejabat setingkat lurah di Kendari, Sulawesi Tenggara, segera menghadapi sidang disiplin menyusul terpergoknya mereka dalam sebuah pesta minuman keras (miras) bersama sejumlah wanita di lingkungan kantor kelurahan. Insiden yang memicu keresahan publik ini menjadi sorotan tajam terhadap penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan komitmen pemerintah setempat dalam menjaga integritas jajaran birokrasinya. Kasus ini bukan hanya tentang pelanggaran etika pribadi, tetapi juga mempertanyakan profesionalisme dan citra pelayanan publik yang seharusnya diusung oleh setiap abdi negara.
Pemerintah daerah Kendari telah menegaskan prioritas penegakan disiplin di kalangan ASN sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Peristiwa ini diperkirakan akan menjadi ujian serius bagi komitmen tersebut, mengingat posisi lurah yang merupakan ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat. Keputusan untuk membawa kedua lurah ke sidang disiplin menunjukkan respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat, sekaligus menggarisbawahi adanya sanksi tegas bagi setiap pelanggaran kode etik dan disiplin ASN.
Kronologi Singkat dan Ancaman Sanksi Disiplin
Kasus ini mencuat setelah informasi mengenai kegiatan tidak patut yang dilakukan oleh dua lurah di salah satu kantor kelurahan menyebar. Mereka diduga terlibat dalam pesta miras yang turut melibatkan beberapa wanita, sebuah perilaku yang jelas melanggar etika dan norma sebagai seorang pejabat publik, terlebih lagi di jam kerja atau di lingkungan kantor yang seharusnya menjadi tempat pelayanan dan ketertiban. Tindakan ini secara fundamental merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Menindaklanjuti temuan tersebut, inspektorat daerah atau badan kepegawaian setempat langsung mengambil langkah-langkah investigasi awal. Hasil investigasi kemudian menjadi dasar untuk menindaklanjuti kasus ini ke tingkat sidang disiplin. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, pelanggaran semacam ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat yang berpotensi menimbulkan sanksi administratif yang signifikan. Sanksi yang mungkin dikenakan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan hasil pemeriksaan, namun bisa mencakup:
- Penurunan jabatan atau pangkat.
- Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.
- Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
Proses sidang disiplin akan menjadi penentu nasib kedua lurah tersebut. Publik menanti transparansi dan ketegasan dalam setiap tahapannya, berharap agar keadilan ditegakkan dan menjadi pelajaran bagi ASN lainnya.
Integritas ASN dan Sorotan Publik
Kejadian pesta miras di kantor kelurahan ini menambah daftar panjang kasus pelanggaran disiplin dan kode etik yang melibatkan ASN di berbagai daerah. Hal ini secara langsung mengikis integritas institusi pemerintahan dan merusak citra ASN di mata masyarakat. Sebagai pelayan publik, setiap ASN, terutama yang menduduki jabatan struktural seperti lurah, dituntut untuk menjadi teladan dalam perilaku dan moralitas. Tindakan yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan profesionalisme di lingkungan kerja adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan.
Respons cepat pemerintah daerah Kendari dalam menindaklanjuti kasus ini adalah langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik. Kasus serupa di masa lalu seringkali memicu kritik karena dianggap lamban atau tidak transparan dalam penanganannya. Dengan menjadikan penegakan disiplin sebagai prioritas, pemerintah daerah diharapkan dapat mengirimkan pesan kuat bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang mencoreng nama baik birokrasi. Perilaku tidak profesional, apalagi yang melibatkan minuman keras dan tindakan asusila di kantor, adalah cerminan kegagalan dalam memahami esensi tugas dan fungsi sebagai abdi negara.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Harapan Perbaikan
Kasus ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kendari untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan program pembinaan etika bagi seluruh ASN. Selain memberikan sanksi yang tegas, upaya preventif perlu terus digalakkan melalui sosialisasi kode etik, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta peningkatan pemahaman tentang konsekuensi hukum dan sosial dari setiap pelanggaran.
Masyarakat berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan menjadi titik tolak untuk perbaikan berkelanjutan. Integritas ASN adalah fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan pemerintahan yang bersih. Penegakan disiplin yang konsisten dan tidak pandang bulu akan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan bahwa setiap pejabat negara benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan moralitas tinggi. Dengan demikian, diharapkan citra ASN sebagai pelayan dan teladan masyarakat dapat terus terjaga dan diperkuat.
Pemerintah
Pemerintah Perluas Program BSPS Kini Bidik Renovasi Toko Usaha Mikro Jakarta
Pemerintah Republik Indonesia secara agresif mempercepat realisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di kawasan padat penduduk. Langkah progresif ini tidak hanya fokus pada perbaikan hunian layak, melainkan kini turut merangkul sektor usaha mikro dengan merenovasi toko-toko yang kurang layak milik masyarakat berpenghasilan rendah.
Kebijakan ini menandai perluasan signifikan dari cakupan program BSPS yang selama ini dikenal sebagai inisiatif perbaikan rumah tinggal. Dengan menyasar renovasi toko, pemerintah bertujuan untuk memberikan dorongan ekonomi ganda bagi keluarga penerima manfaat, tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak tetapi juga memperkuat sumber pendapatan mereka melalui perbaikan fasilitas usaha. Perluasan ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih holistik dan berkelanjutan, khususnya bagi komunitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.
Meningkatkan Kualitas Hidup dan Daya Saing UMKM
Perluasan program BSPS ke toko-toko berpenghasilan rendah merupakan strategi cerdas pemerintah untuk mengatasi tantangan kemiskinan dari berbagai sisi. Banyak keluarga dengan pendapatan rendah menggantungkan hidupnya pada usaha mikro yang dijalankan di toko-toko kecil, seringkali dalam kondisi kurang memadai. Renovasi toko bukan hanya sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi dalam peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM.
Dengan kondisi toko yang lebih baik, pemilik usaha dapat menyajikan produk dan layanannya secara lebih profesional, menarik lebih banyak pelanggan, serta meningkatkan omzet penjualan. Lingkungan kerja yang bersih dan aman juga akan berdampak positif pada kesehatan dan semangat kerja para pelaku usaha. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam mendukung ekonomi kerakyatan, memastikan bahwa bantuan sosial tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga produktif.
Program ini menjadi angin segar bagi para pedagang kecil di Jakarta yang selama ini berjuang dengan fasilitas usaha seadanya. Pemerintah memahami bahwa rumah yang layak tanpa sumber penghasilan yang stabil tidak akan sepenuhnya mengangkat derajat ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara perbaikan hunian dan fasilitas usaha menjadi kunci keberhasilan program ini.
Mekanisme dan Target Program BSPS
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan skema bantuan sosial yang memberikan dukungan finansial bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk membangun atau memperbaiki rumah mereka secara swadaya. Dengan perluasan cakupan, kini BSPS juga mencakup renovasi toko. Kriteria ‘kurang layak’ untuk toko-toko ini akan ditetapkan berdasarkan standar tertentu, meliputi aspek keamanan struktur, sanitasi, dan fungsi komersialnya.
- Target Penerima: Masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki toko atau tempat usaha mikro yang kondisi fisiknya tidak memadai dan memerlukan perbaikan.
- Jenis Bantuan: Stimulan finansial yang dapat digunakan untuk membeli material bangunan serta biaya tukang. Penerima bantuan diharapkan turut berkontribusi dalam proses renovasi secara swadaya.
- Prioritas Lokasi: Fokus awal di kawasan Jakarta, dengan potensi perluasan ke daerah lain yang memiliki karakteristik serupa.
- Tujuan Utama: Meningkatkan kondisi fisik toko agar lebih layak, aman, dan higienis, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari fokus pemerintah yang sebelumnya gencar menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah tinggal, seperti yang pernah kami ulas dalam artikel berjudul ‘BSPS: Harapan Baru Warga Miskin Punya Rumah Layak Huni’. Kini, fokus tersebut diperluas untuk mencakup dimensi ekonomi yang lebih luas.
Dampak Berlipat Ganda Bagi Ekonomi Lokal
Renovasi toko melalui program BSPS diprediksi akan menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal. Ketika sebuah toko direnovasi, akan ada peningkatan aktivitas ekonomi mulai dari pembelian material dari pemasok lokal, penggunaan jasa tukang, hingga peningkatan daya beli masyarakat di sekitar toko yang sudah diperbaiki. Ini akan mendorong perputaran uang di tingkat mikro dan menengah.
Selain itu, peningkatan kualitas toko dapat menarik lebih banyak konsumen, baik dari lingkungan sekitar maupun luar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dari bawah, membantu UMKM bertransformasi menjadi pilar ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.
Tantangan dan Harapan Implementasi
Meskipun memiliki potensi besar, implementasi program BSPS yang diperluas ini tentu menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Pemerintah perlu memperkuat mekanisme pengawasan dan pendampingan bagi para penerima bantuan.
Definisi ‘toko kurang layak’ juga harus jelas dan terukur untuk menghindari interpretasi yang beragam. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas lokal sangat esensial untuk menjamin keberlanjutan program dan dampak yang maksimal. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi model percontohan yang sukses dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih berdaya bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Ibu Kota.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mencari inovasi dalam program-program kesejahteraan rakyat. Dengan BSPS yang kini merambah ke renovasi toko, harapan untuk melihat lebih banyak UMKM lokal yang berkembang dan maju semakin terbuka lebar.
Pemerintah
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Program Padat Karya, Ribuan Pekerja Diserap hingga 2026
JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta secara resmi meluncurkan program padat karya berskala besar, membuka ribuan peluang kerja bagi masyarakat Ibu Kota. Inisiatif strategis ini dirancang untuk secara signifikan menekan angka pengangguran serta mempercepat pemulihan ekonomi daerah pasca-pandemi. Program multi-tahun ini menargetkan penyerapan tenaga kerja secara bertahap hingga tahun 2026, dengan fokus pada proyek-proyek yang membutuhkan intensitas tenaga kerja tinggi di berbagai sektor vital.
Peluncuran program ini menjadi angin segar bagi ribuan warga yang mencari pekerjaan, khususnya di tengah tantangan ekonomi global. Melibatkan empat perangkat daerah kunci, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pemeliharaan lingkungan kota. Rekrutmen yang dilakukan secara bertahap memungkinkan program ini beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja dan kondisi ekonomi yang dinamis, memastikan alokasi sumber daya yang efektif dan efisien.
Akselerasi Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Berkelanjutan
Program padat karya ini bukan sekadar upaya temporer, melainkan bagian dari visi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat. Dengan menyerap tenaga kerja lokal, pemerintah daerah bertekad menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif langsung pada infrastruktur dan lingkungan kota. Fokus utamanya adalah memberikan kesempatan bagi warga berpenghasilan rendah, kelompok rentan, dan mereka yang terdampak oleh fluktuasi ekonomi untuk berkontribusi pada pembangunan kota sambil memperoleh penghasilan yang layak.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat menstimulasi perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Dengan gaji yang diterima oleh para pekerja, daya beli masyarakat akan meningkat, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Efek berganda ini krusial dalam upaya Pemprov DKI untuk menggerakkan roda perekonomian dari bawah ke atas, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Peran Sentral Empat Perangkat Daerah dalam Implementasi Program
Empat perangkat daerah yang terlibat memainkan peran krusial dalam implementasi program padat karya ini. Meskipun detail spesifik mengenai departemen yang terlibat belum diumumkan secara luas, pengalaman menunjukkan bahwa dinas-dinas seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota seringkali menjadi garda terdepan dalam program padat karya. Mereka bertanggung jawab atas berbagai proyek mulai dari pemeliharaan saluran air, perbaikan jalan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penataan ruang terbuka hijau.
Keterlibatan berbagai dinas ini memastikan bahwa program memiliki cakupan yang luas dan dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Setiap dinas akan mengelola proyek padat karyanya sesuai dengan bidang tugas masing-masing, memastikan efisiensi dan relevansi pekerjaan dengan kebutuhan kota.
- Jenis Pekerjaan Umum yang Tersedia:
- Pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lokal, jembatan kecil, dan saluran drainase.
- Pengelolaan kebersihan lingkungan, pengumpulan sampah, serta dukungan pada program daur ulang.
- Penghijauan kota, perawatan taman, serta penataan ruang terbuka publik.
- Bantuan sosial dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat RW atau Kelurahan.
- Pekerjaan umum lain yang membutuhkan intensitas tenaga manual, baik terampil maupun tidak terampil.
Syarat dan Prosedur Pendaftaran untuk Calon Pekerja
Bagi masyarakat Jakarta yang tertarik untuk bergabung dalam program padat karya ini, terdapat beberapa syarat umum yang perlu diperhatikan. Meskipun detail persyaratan spesifik akan diumumkan oleh masing-masing perangkat daerah secara berkala, umumnya program ini memprioritaskan warga DKI Jakarta yang belum memiliki pekerjaan tetap, berpenghasilan rendah, atau berada dalam kelompok rentan ekonomi.
Persyaratan dasar yang biasa diberlakukan meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.
- Berada dalam rentang usia produktif (misalnya, 18 hingga 58 tahun).
- Memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik.
- Tidak sedang terikat kontrak kerja dengan instansi pemerintah atau swasta lainnya.
- Prioritas dapat diberikan kepada warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.
Mekanisme pendaftaran akan dilakukan secara bertahap dan dapat diakses melalui portal resmi Pemprov DKI Jakarta atau kantor kelurahan/kecamatan setempat. Calon pelamar diimbau untuk memantau informasi terbaru secara cermat dari saluran komunikasi resmi pemerintah untuk menghindari penipuan atau informasi yang tidak valid. Informasi lebih lanjut terkait program ketenagakerjaan di DKI Jakarta dapat diakses melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta.
Membangun Jakarta yang Lebih Resilien dan Inklusif
Program padat karya ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan kota yang lebih resilien dan berkelanjutan. Sebelumnya, Pemprov DKI juga telah meluncurkan berbagai inisiatif serupa untuk mengurangi angka pengangguran, seperti program pelatihan vokasi dan fasilitasi kerja melalui Dinas Tenaga Kerja. Artikel sebelumnya juga pernah menyoroti pentingnya diversifikasi program penyerapan tenaga kerja untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota.
Program padat karya ini melengkapi upaya tersebut dengan menyediakan jalur alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dan pengalaman kerja, terutama di masa-masa ketidakpastian ekonomi. Melalui investasi pada sumber daya manusia dan infrastruktur lokal, Jakarta tidak hanya mengatasi masalah pengangguran jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata di masa depan. Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial di masyarakat, di mana warga secara langsung terlibat dalam pembangunan dan pemeliharaan lingkungan tempat tinggal mereka, menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif.
-
Daerah2 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Daerah3 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Pemerintah3 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Teknologi3 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Pemerintah3 bulan agoAnalisis Kritis Setahun Kepemimpinan Siska di Kendari: Menakar Janji dan Realisasi
-
Hukum & Kriminal4 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Olahraga3 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Pemerintah3 bulan agoBPJS Kesehatan Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2026
