Hukum & Kriminal
Pelajar Penembak Sekolah Kamphaeng Phet Didakwa Serius, Keamanan Sekolah Dievaluasi
Pelajar Penembak Sekolah Kamphaeng Phet Hadapi Dakwaan Berat, Keamanan Sekolah Diperketat
Seorang pelajar remaja yang bertanggung jawab atas penembakan di sebuah sekolah menengah di provinsi tersebut kini menghadapi serangkaian dakwaan hukum yang serius. Insiden yang menggemparkan ini, di mana pelaku melepaskan beberapa tembakan di lingkungan sekolah, telah memicu respons cepat dari pihak berwenang dan manajemen sekolah. Sebagai tanggapan langsung, pihak sekolah mengambil langkah drastis dengan menutup operasional selama dua hari penuh guna meninjau dan memperbaiki protokol keselamatan serta langkah-langkah keamanan yang ada.
Kejadian ini bukan hanya sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga cerminan dari tantangan kompleks yang dihadapi institusi pendidikan dalam menjaga lingkungan yang aman dan kondusif. Penyelidikan mendalam sedang berlangsung untuk mengungkap motif di balik tindakan pelaku dan memastikan keadilan ditegakkan, sekaligus menjadi momentum krusial bagi evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan sekolah di seluruh wilayah.
Proses Hukum dan Dakwaan Serius Menanti Pelaku
Remaja yang tidak disebutkan namanya karena masih di bawah umur tersebut diduga melakukan penembakan dengan menggunakan senjata api, menimbulkan kepanikan luar biasa di antara siswa dan staf pengajar. Meskipun laporan awal tidak menyebutkan adanya korban luka serius, tindakan tersebut sudah cukup untuk memicu berbagai dakwaan pidana. Pihak kepolisian setempat, setelah melakukan penahanan, sedang menyusun berkas perkara yang kemungkinan besar akan mencakup:
- Kepemilikan Senjata Api Ilegal: Undang-undang Thailand sangat ketat mengenai kepemilikan senjata api. Jika terbukti menggunakan atau memiliki senjata api tanpa izin, pelaku akan menghadapi hukuman berat.
- Percobaan Pembunuhan atau Penyerangan: Bergantung pada niat dan detail insiden, pelaku bisa didakwa dengan percobaan pembunuhan atau penyerangan yang membahayakan nyawa orang lain.
- Menyebabkan Kepanikan Publik: Tindakan penembakan di tempat umum seperti sekolah secara otomatis menciptakan kepanikan massal, yang merupakan pelanggaran hukum tersendiri.
- Pelanggaran Hukum Anak dan Remaja: Sebagai pelaku di bawah umur, kasus ini akan ditangani sesuai dengan sistem peradilan anak dan remaja, yang mungkin melibatkan rehabilitasi di samping hukuman.
Penyelidikan saat ini berfokus pada asal-usul senjata, motif pelaku, serta ada tidaknya pihak lain yang terlibat atau memfasilitasi tindakan tersebut. Keluarga pelaku juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan, mengingat peran mereka dalam pengawasan dan pendidikan anak.
Respons Sekolah dan Penguatan Langkah Keamanan
Keputusan untuk menutup sekolah selama dua hari mencerminkan keseriusan pihak manajemen dalam menangani krisis ini. Periode penutupan ini dimanfaatkan untuk:
- Audit Keamanan Menyeluruh: Melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pengawasan (CCTV), akses masuk dan keluar, serta pelatihan staf keamanan.
- Pengembangan Protokol Darurat: Memperbarui dan melatih ulang staf serta siswa mengenai prosedur evakuasi dan tindakan pengamanan diri dalam situasi darurat.
- Dukungan Psikologis: Mengidentifikasi siswa dan staf yang mungkin mengalami trauma pasca-kejadian dan menyediakan konseling.
- Dialog dengan Orang Tua: Menyelenggarakan pertemuan dengan orang tua untuk menjelaskan langkah-langkah yang diambil dan membangun kembali kepercayaan.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di lingkungan pendidikan yang kerap menjadi sorotan, mengingatkan kembali pada diskusi mendalam mengenai kesehatan mental remaja yang pernah kami angkat dalam artikel berjudul Membendung Krisis Kesehatan Mental di Kalangan Pelajar. Pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung kesejahteraan mental siswa menjadi semakin relevan.
Isu Lebih Luas: Kesehatan Mental Remaja dan Pencegahan Kekerasan
Kasus penembakan di sekolah seperti yang terjadi ini bukan fenomena tunggal. Di banyak belahan dunia, isu kekerasan di sekolah, terutama yang melibatkan senjata, seringkali berakar pada masalah kesehatan mental, intimidasi (bullying), atau tekanan akademik dan sosial yang dialami remaja. Kondisi ini menuntut pendekatan multi-sektoral yang komprehensif.
Pemerintah dan institusi terkait perlu lebih gencar dalam mengimplementasikan program-program pencegahan kekerasan yang meliputi:
- Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental: Menyediakan layanan konseling dan psikologis yang mudah diakses di sekolah.
- Edukasi Anti-Bullying: Membangun budaya sekolah yang inklusif dan bebas dari intimidasi.
- Pembatasan Akses Senjata Api: Memperketat regulasi kepemilikan senjata api, terutama bagi kalangan remaja dan di lingkungan sipil.
- Keterlibatan Orang Tua: Mendorong komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta memberikan edukasi tentang tanda-tanda peringatan dini kekerasan atau masalah mental.
Insiden di Kamphaeng Phet menjadi pengingat pahit bahwa keamanan di lingkungan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan langkah-langkah hukum yang tegas dan perbaikan sistematis di tingkat sekolah serta dukungan psikologis yang memadai, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, memastikan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk belajar dan berkembang.
Hukum & Kriminal
Warga Rumpin Bogor Tewas Tragis Tersetrum Saat Perbaiki Lampu Jalan, Jatuh dari Ketinggian Empat Meter
BOGOR – Seorang pria dilaporkan meninggal dunia secara tragis setelah tersetrum listrik saat berupaya memperbaiki lampu penerangan jalan di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor. Korban, yang kemudian diketahui berinisial S (40), dilaporkan sempat terjatuh dari ketinggian sekitar empat meter usai mengalami insiden nahas tersebut. Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan mengundang keprihatinan masyarakat akan standar keselamatan kerja.
Insiden fatal yang terjadi pada Rabu sore itu, tepatnya di salah satu ruas jalan desa di Rumpin, mengejutkan warga setempat. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, korban yang sehari-hari dikenal sebagai pekerja serabutan dan kerap membantu memperbaiki fasilitas umum, terlihat tengah menaiki tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) yang diduga rusak. Ia berinisiatif untuk memperbaiki lampu tersebut agar penerangan di lingkungan sekitarnya kembali berfungsi, tanpa disadari risiko besar yang mengintai.
Kronologi Nahas yang Menimpa Korban
Detik-detik tragis bermula ketika S, tanpa peralatan keselamatan yang memadai, berupaya menjangkau bagian lampu yang rusak. Tiba-tiba, warga mendengar suara ledakan kecil yang disertai percikan api. Seketika itu juga, tubuh korban terhempas dari tiang, jatuh membentur tanah dari ketinggian sekitar empat meter. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sontak berteriak histeris dan segera berbondong-bondong mendekat untuk memberikan pertolongan pertama.
Meskipun upaya penyelamatan segera dilakukan oleh warga sekitar dengan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, nyawa S tidak dapat tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat sengatan listrik bertegangan tinggi dan benturan keras saat terjatuh. Pihak kepolisian dari Polsek Rumpin, setelah menerima laporan dari warga, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta barang bukti.
Penyelidikan Kepolisian dan Seruan Keselamatan
Kapolsek Rumpin, melalui keterangan pers singkat, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami penyebab pasti insiden. “Kami telah mengamankan lokasi dan meminta keterangan dari beberapa saksi mata. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tersetrum listrik saat berupaya memperbaiki lampu jalan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak, serta untuk edukasi publik tentang bahaya listrik,” jelasnya.
Kejadian serupa bukan yang pertama kali terjadi di berbagai wilayah, menggarisbawahi urgensi kesadaran akan bahaya listrik yang sering kali diabaikan. Perbaikan instalasi listrik, terutama pada fasilitas umum seperti lampu jalan yang memiliki tegangan tinggi, memerlukan keahlian khusus dan standar prosedur operasional (SOP) keselamatan yang ketat. Mengabaikan aspek keselamatan dapat berakibat fatal, seperti yang menimpa S dalam peristiwa tragis ini.
Poin Penting Keselamatan Kerja Listrik:
- Pemutusan Aliran Listrik: Selalu pastikan listrik dalam keadaan mati atau terputus sepenuhnya sebelum memulai perbaikan atau penanganan instalasi listrik.
- Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan APD standar yang sesuai seperti sarung tangan isolator, sepatu keselamatan berinsulasi, helm, dan kacamata pengaman.
- Bekerja dalam Tim: Jangan bekerja sendirian. Selalu ada rekan kerja yang bisa mengawasi, membantu, atau segera memberikan pertolongan pertama jika terjadi insiden.
- Peralatan Aman dan Stabil: Pastikan tangga, perancah, atau alat bantu lain yang digunakan dalam kondisi stabil, kuat, dan aman untuk menopang pekerja.
- Keahlian Profesional: Jika tidak memiliki keahlian atau sertifikasi yang relevan, serahkan pekerjaan perbaikan listrik kepada teknisi profesional, pihak berwenang, atau petugas PLN.
Kecelakaan kerja yang melibatkan listrik, meskipun kerap dianggap remeh karena tidak terlihat bahayanya, menyimpan potensi bahaya yang sangat besar dan mematikan. Artikel ini tidak hanya memberitakan sebuah tragedi, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya kesadaran akan bahaya listrik, sebagaimana telah sering diulas dalam berbagai kesempatan, dan mendesak masyarakat untuk tidak mengambil risiko dalam menangani instalasi listrik tanpa keahlian dan peralatan yang memadai. Ini merupakan pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas yang berisiko tinggi demi mencegah terulangnya insiden serupa.
Masyarakat dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai panduan keselamatan kerja listrik dari sumber-sumber resmi pemerintah, seperti Kementerian Ketenagakerjaan RI, guna meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan. Baca panduan keselamatan kerja listrik secara lengkap di sini.
Hukum & Kriminal
Insiden Penembakan di Sekolah Thailand: Pelajar 15 Tahun Ditahan Usai Lepaskan 8 Tembakan
Insiden Penembakan di Sekolah Thailand: Pelajar 15 Tahun Ditahan Usai Lepaskan 8 Tembakan
Pihak berwenang di Thailand menahan seorang pelajar lelaki berusia 15 tahun setelah insiden mengejutkan di sebuah sekolah di provinsi Kamphaeng Phet kemarin. Remaja tersebut diduga melepaskan delapan das tembakan di area sekolah, memicu kepanikan dan kekhawatiran mendalam mengenai keamanan institusi pendidikan di negara tersebut. Beruntung, laporan awal tidak mengindikasikan adanya korban cedera dalam peristiwa ini, namun dampak psikologis dan sosialnya terhadap komunitas sekolah patut menjadi perhatian serius.
Insiden ini terjadi dalam waktu yang cepat, memaksa respons sigap dari pihak kepolisian setempat. Setelah laporan penembakan diterima, aparat segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan pelajar yang bersangkutan. Motif di balik aksi kekerasan ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh kepolisian, yang berupaya mengungkap alasan di balik tindakan nekat remaja tersebut. Fokus utama penyelidikan mencakup kemungkinan adanya perselisihan pribadi, tekanan akademik, masalah kesehatan mental, atau pengaruh faktor eksternal lainnya yang mungkin mendorong pelaku melakukan penembakan.
Meningkatnya Ancaman Kekerasan Senjata di Lingkungan Pendidikan
Peristiwa di Kamphaeng Phet ini menambah daftar panjang kekhawatiran global terhadap kekerasan senjata di lingkungan sekolah, sebuah fenomena yang semakin sering terlihat di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Insiden semacam ini bukan hanya merusak rasa aman di kalangan pelajar dan tenaga pengajar, tetapi juga mengancam esensi pendidikan itu sendiri. Lingkungan belajar seharusnya menjadi tempat yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan, bebas dari ancaman kekerasan.
Analisis kritis terhadap insiden ini menyoroti beberapa poin penting:
- Akses Senjata Api: Bagaimana seorang remaja 15 tahun bisa mendapatkan akses ke senjata api dan amunisinya? Ini menjadi pertanyaan krusial yang harus dijawab oleh penyelidikan.
- Kesehatan Mental Remaja: Apakah ada indikasi masalah kesehatan mental pada pelaku yang tidak terdeteksi atau teratasi sebelumnya? Banyak kasus penembakan sekolah sering kali memiliki akar pada isu psikologis yang kompleks.
- Tindakan Pencegahan di Sekolah: Sejauh mana protokol keamanan sekolah diterapkan dan efektif dalam mencegah insiden semacam ini? Apakah ada deteksi dini terhadap perilaku mencurigakan atau tanda-tanda peringatan?
Tinjauan Insiden Serupa dan Dampaknya
Thailand sendiri tidak asing dengan insiden kekerasan di sekolah. Beberapa tahun terakhir, kasus-kasus kekerasan baik fisik maupun yang melibatkan senjata, telah memicu perdebatan publik mengenai perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih komprehensif. Menghubungkan kejadian ini dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, kita melihat pola yang mengkhawatirkan yang membutuhkan pendekatan multisektoral.
Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu berkolaborasi lebih erat untuk menciptakan strategi yang efektif. Ini termasuk:
- Meningkatkan pengawasan dan keamanan fisik di sekolah.
- Mengimplementasikan program dukungan kesehatan mental yang lebih baik bagi siswa.
- Melatih staf sekolah untuk mengidentifikasi dan merespons tanda-tanda peringatan kekerasan.
- Membangun budaya sekolah yang mendorong komunikasi terbuka dan mengatasi perundungan (bullying) secara tegas.
Implikasi Hukum dan Sosial bagi Pelaku Remaja
Mengingat pelaku masih di bawah umur, kasus ini akan ditangani sesuai dengan sistem peradilan pidana remaja Thailand. Hukum biasanya memberikan perlindungan dan fokus pada rehabilitasi untuk pelaku di bawah umur, namun beratnya tindakan yang dilakukan tetap akan membawa konsekuensi serius. Proses hukum yang akan dihadapi remaja tersebut diharapkan tidak hanya memberikan keadilan tetapi juga menemukan solusi yang tepat untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Secara sosial, insiden ini berpotensi memicu ketakutan di kalangan orang tua dan masyarakat umum. Kepercayaan terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman bisa terkikis, menuntut upaya pemulihan yang masif dari pihak sekolah dan pemerintah. Diskusi publik tentang peran keluarga, komunitas, dan lembaga pemerintah dalam membentuk karakter remaja serta memberikan dukungan yang memadai akan menjadi krusial pasca-insiden ini.
Mencegah Tragedi di Masa Depan: Langkah Kolektif Mendesak
Insiden penembakan di Kamphaeng Phet ini adalah panggilan darurat bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil tindakan nyata. Keselamatan dan kesejahteraan siswa harus menjadi prioritas utama. Tidak cukup hanya dengan merespons setelah tragedi terjadi; pencegahan proaktif adalah kunci.
Pemerintah Thailand didesak untuk meninjau kembali kebijakan tentang kepemilikan senjata api, khususnya yang berkaitan dengan pengawasan dan penyimpanan yang aman. Sekolah-sekolah harus memperkuat program konseling, intervensi dini untuk siswa yang berisiko, dan melibatkan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Tanpa upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat, ancaman kekerasan di lingkungan pendidikan akan terus membayangi, merenggut potensi generasi muda dan merusak fondasi masyarakat. [Baca lebih lanjut mengenai upaya pencegahan kekerasan sekolah di Thailand]
Hukum & Kriminal
Mobil Ceper Terlalu Berat Ungkap Kasus Pencurian Makanan Rp100 Juta di Inggris
Mobil Ceper Terlalu Berat Ungkap Kasus Pencurian Makanan Rp100 Juta di Inggris
Sebuah insiden mengejutkan di Peterborough, Inggris, mengungkap modus pencurian barang dagangan dengan nilai fantastis. Sebuah kendaraan yang melaju dengan kondisi sangat rendah akibat beban muatan berlebih, berhasil menarik perhatian aparat kepolisian setempat. Pemeriksaan lanjutan kemudian membongkar praktik kejahatan, di mana ditemukan barang-barang makanan disyaki hasil curian senilai lebih dari 5.000 Pound Sterling atau setara dengan sekitar Rp100 juta di dalam bagasi mobil.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden serupa yang menunjukkan peningkatan kejahatan ritel, sebuah isu yang telah kami sorot dalam beberapa laporan sebelumnya. Fenomena ini menyoroti tantangan yang terus-menerus dihadapi aparat penegak hukum serta sektor perdagangan dalam memerangi praktik-praktik ilegal yang merugikan ekonomi dan masyarakat luas.
Awal Mula Kecurigaan Petugas
Kejadian bermula ketika petugas patroli di Peterborough, sebuah kota di Cambridgeshire, Inggris, melihat sebuah mobil yang tampak mencurigakan. Mobil tersebut terlihat sangat rendah atau ‘ceper’, seolah-olah membawa beban yang jauh melampaui kapasitas normalnya. Penampakan fisik kendaraan yang tidak biasa ini menjadi pemicu utama bagi kepolisian untuk melakukan intervensi. Petugas yang terlatih dalam mengidentifikasi anomali di jalan raya, segera menyadari ada yang tidak beres. Kendaraan yang kelebihan muatan tidak hanya berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas karena stabilitas yang terganggu, tetapi juga seringkali menjadi indikasi aktivitas ilegal. Dengan profesionalisme tinggi, petugas menghentikan kendaraan tersebut untuk melakukan pemeriksaan rutin berdasarkan kewenangan yang dimiliki.
Modus Operandi dan Nilai Kerugian
Setelah kendaraan berhasil dihentikan, petugas mulai melakukan inspeksi. Kecurigaan mereka terbukti benar saat membuka bagasi mobil. Di sana, mereka menemukan tumpukan besar barang-barang makanan yang disinyalir hasil curian. Nilai total barang tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 Pound Sterling, angka yang sangat signifikan untuk kategori barang konsumsi. Meskipun rincian jenis makanan dan dari mana barang-barang tersebut dicuri belum diungkapkan secara spesifik oleh pihak kepolisian, insiden ini mengindikasikan kemungkinan aksi pencurian terorganisir yang menargetkan supermarket besar atau gudang penyimpanan. Kejahatan ritel semacam ini tidak hanya merugikan secara finansial bagi para pengusaha dan pemilik toko, tetapi juga dapat berdampak pada harga jual barang bagi konsumen akhir karena biaya kerugian yang harus ditanggung oleh sektor bisnis. Investigasi lebih lanjut kini sedang dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku, mengungkap jaringan di baliknya, serta menemukan lokasi pasti pencurian barang-barang tersebut. Pihak berwenang kemungkinan besar akan mencari rekaman CCTV dan mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memperkuat kasus ini dan menyeret para pelaku ke meja hijau.
Dampak dan Upaya Pencegahan Kejahatan Ritel
Kejahatan ritel, seperti yang terjadi di Peterborough, menjadi masalah serius yang terus meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk Inggris. Faktor-faktor seperti tekanan ekonomi, inflasi, dan krisis biaya hidup seringkali disebut-sebut sebagai pemicu peningkatan kasus pencurian. Namun, kasus dengan nilai kerugian sebesar ini juga menunjukkan adanya sindikat yang beroperasi secara lebih terorganisir dan sistematis, bukan sekadar pencurian kecil-kecilan. Pemerintah dan kepolisian di Inggris terus berupaya memerangi kejahatan semacam ini melalui berbagai strategi, termasuk peningkatan patroli di area rawan, penggunaan teknologi pengawasan canggih, serta kerja sama erat dengan pihak swasta dan masyarakat. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan melaporkan segala aktivitas yang dianggap mencurigakan kepada pihak kepolisian setempat. Kolaborasi yang solid antara penegak hukum dan publik adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan menekan angka kejahatan.
Berikut beberapa contoh upaya pencegahan yang bisa dilakukan:
- Meningkatkan kewaspadaan di area pertokoan, gudang, dan sekitar tempat tinggal.
- Melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang tanpa ragu.
- Memperkuat sistem keamanan fisik seperti CCTV dan alarm, serta keamanan digital.
- Edukasi publik tentang dampak merugikan dari kejahatan ritel bagi seluruh komunitas.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pencegahan kejahatan ritel dan bagaimana Anda dapat berkontribusi, Anda bisa mengunjungi sumber resmi kepolisian. [Ketahui Lebih Lanjut tentang Pencegahan Kejahatan Ritel dari Polisi Inggris](https://www.police.uk/advice/retail-crime/)
Insiden di Peterborough ini adalah pengingat penting akan tantangan berkelanjutan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sementara penyelidikan terus berlanjut, fokus tetap pada upaya pencegahan dan penindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan yang merugikan banyak pihak, demi terciptanya masyarakat yang lebih adil dan aman.
-
Daerah5 bulan agoSoal Penertiban Dishub Samarinda, Berita Media Online Indcyber Menuduh dan Mengandung Fitnah..?
-
Teknologi6 bulan agoWaspada Penipuan Top Up Free Fire Jelang THR, Kenali Ciri Platform Palsu dan Cara Aman Transaksi
-
Pemerintah6 bulan agoDPR RI Desak Tangsel Integrasikan Layanan Perizinan dan Pembiayaan UMKM
-
Daerah6 bulan agoBupati Bandung Tegaskan Larangan Keras Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran ASN 2026
-
Hukum & Kriminal4 bulan agoNadiem Makarim Alih Status Tahanan Rumah Mulai 2026: Putusan Kontroversial Majelis Hakim
-
Hukum & Kriminal6 bulan agoFBI Geledah Kediaman dan Kantor Kepala LAUSD Alberto Carvalho, Selidiki Kontrak Teknologi $6 Juta
-
Olahraga6 bulan agoAnalisis Mendalam: Layakkah Joao Pedro Disandingkan dengan Haaland dan Mbappe?
-
Pemerintah5 bulan agoTuduhan Pelecehan Seksual Mantan Staf Guncang Kampanye Gubernur Eric Swalwell di California
