Connect with us

Pemerintah

Kaltim Genjot Ekowisata 3T Melalui Infrastruktur Krusial: Membangun Destinasi Berkelanjutan

Published

on

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara agresif mendorong pertumbuhan sektor ekowisata di wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Terluar). Strategi ini berfokus pada pembangunan serta peningkatan akses infrastruktur sebagai tulang punggung utama. Langkah proaktif ini diharapkan tidak hanya membuka potensi ekonomi baru bagi masyarakat setempat, tetapi juga menegaskan komitmen daerah terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam yang menjadi daya tarik utama ekowisata.

Strategi Komprehensif Pembangunan Infrastruktur

Pengembangan ekowisata di daerah 3T Kaltim tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai. Pemerintah provinsi mengidentifikasi beberapa sektor kunci yang menjadi prioritas pembangunan. Ini mencakup peningkatan kualitas jalan darat yang menghubungkan sentra-sentra produksi dan destinasi wisata dengan pusat-pusat kota. Selain itu, transportasi sungai, yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan di banyak wilayah pedalaman Kaltim, juga akan diperkuat melalui perbaikan dermaga dan penambahan armada yang aman serta nyaman.

Dukungan fundamental lainnya datang dari penyediaan layanan listrik dan komunikasi. Listrik berperan vital dalam menghidupkan fasilitas akomodasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal, sedangkan akses komunikasi yang stabil akan memudahkan promosi wisata, transaksi digital, serta meningkatkan keamanan bagi para pengunjung. Tanpa kedua layanan ini, potensi ekowisata sulit terwujud secara optimal.

Pemerintah daerah meyakini bahwa dengan infrastruktur yang mumpuni, wilayah 3T di Kaltim, yang kaya akan keindahan alam liar seperti hutan tropis, sungai-sungai alami, dan budaya lokal yang unik, akan lebih mudah dijangkau dan dinikmati oleh wisatawan. Ini juga sejalan dengan agenda nasional pemerataan pembangunan yang kerap menjadi fokus pembahasan dalam berbagai pertemuan tingkat pusat, seperti yang pernah disorot dalam artikel terkait program pembangunan daerah sebelumnya, yang menekankan pentingnya sinergi antarlembaga.

Dampak Ekonomi dan Sosial Bagi Daerah 3T

Program genjot ekowisata ini memiliki dampak multiaspek bagi masyarakat di daerah 3T. Secara ekonomi, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan mampu:

  • Menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor pariwisata, perhotelan, dan jasa pendukung.
  • Meningkatkan pendapatan UMKM lokal yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan pemandu wisata.
  • Mendorong investasi di sektor pariwisata dari pihak swasta, baik lokal maupun nasional.
  • Mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Secara sosial, inisiatif ini juga berpotensi memperkuat identitas budaya lokal. Masyarakat akan semakin menghargai warisan budaya mereka sebagai daya tarik wisata, yang pada gilirannya dapat mendorong pelestarian tradisi dan kearifan lokal. Peningkatan aksesibilitas juga berarti masyarakat 3T akan lebih mudah mengakses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, memberikan dampak positif jangka panjang bagi kualitas hidup.

Tantangan dan Peluang Ekowisata Berkelanjutan

Meskipun menjanjikan, pengembangan ekowisata di daerah 3T tidak lepas dari tantangan. Kondisi geografis yang sulit seringkali membutuhkan biaya pembangunan infrastruktur yang besar dan waktu yang panjang. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa pembangunan tidak merusak lingkungan alam yang justru menjadi aset utama ekowisata. Aspek keberlanjutan menjadi kunci, di mana konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata.

Peluang besar terletak pada keunikan Kaltim yang memiliki banyak area alami yang masih perawan dan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk habitat orangutan dan bekantan. Dengan strategi yang tepat, Kaltim dapat memposisikan diri sebagai destinasi ekowisata premium yang menawarkan pengalaman otentik dan bertanggung jawab. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan pakar lingkungan akan menjadi krusial dalam merumuskan kebijakan yang seimbang dan efektif, memastikan daya tarik alam tetap lestari untuk generasi mendatang.

Visi Kaltim untuk Masa Depan Pariwisata

Visi Pemerintah Provinsi Kaltim adalah menjadikan ekowisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan, Kaltim tidak hanya membangun destinasi wisata, tetapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi warganya di daerah 3T. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mewujudkan Kalimantan Timur sebagai salah satu episentrum pariwisata berkelanjutan di Indonesia, menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari pengalaman unik dan bermakna. Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen Kaltim dalam mencapai target pembangunan daerah yang lebih merata dan berkualitas, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah

Kemenpora dan Nestle Milo Bersinergi Dorong Budaya Hidup Aktif Nasional

Published

on

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Nestle MILO. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat upaya pengembangan olahraga nasional dan mendorong budaya hidup aktif di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya sejak usia dini. Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak baru-baru ini menandai komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berprestasi.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, bersama Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestle Indonesia, Alaa Shaaban, dan Sekretaris Kemenpora, Gunawan Suswantoro, turut hadir dalam sesi diskusi penandatanganan kerja sama tersebut. Diskusi ini menyoroti urgensi pembinaan olahraga yang komprehensif, mulai dari aspek pembudayaan hingga pengembangan industri olahraga yang berkelanjutan. Inisiatif ini diproyeksikan menjangkau lebih dari 60.000 masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Kemitraan strategis ini hadir sebagai respons terhadap tantangan rendahnya tingkat aktivitas fisik di tengah masyarakat modern serta kebutuhan akan ekosistem olahraga yang lebih kuat dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, Kemenpora dan Nestle MILO tidak hanya berfokus pada pembentukan atlet berprestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Memperkuat Ekosistem Olahraga Nasional

Kemenpora dan Nestle MILO mengidentifikasi beberapa pilar utama dalam kerja sama ini untuk menciptakan dampak yang maksimal:

  • Pembudayaan Olahraga: Program-program edukasi dan aktivasi akan digalakkan untuk menanamkan pentingnya olahraga dan gaya hidup aktif sejak dini. Ini termasuk penyelenggaraan kegiatan komunitas di berbagai daerah yang mudah diakses oleh masyarakat.
  • Pengembangan Industri Olahraga: Kolaborasi ini diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekosistem industri olahraga di Indonesia. Ini bisa mencakup dukungan terhadap UMKM yang bergerak di bidang perlengkapan olahraga, pelatihan pelatih lokal, hingga pengembangan fasilitas olahraga yang lebih memadai.
  • Pembinaan Usia Dini: Fokus utama adalah membina bakat-bakat muda melalui berbagai program pelatihan dan kompetisi yang terstruktur. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi atlet sejak dini dan memberikan jalur pembinaan yang jelas.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, dalam pernyataannya, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat krusial dalam mencapai target pembangunan olahraga nasional. “Kami sangat antusias dengan kerja sama ini. Nestle MILO telah lama dikenal sebagai pendukung olahraga dan hidup aktif, dan kolaborasi ini akan memperluas jangkauan program-program kami. Ini bukan hanya tentang membentuk atlet, tetapi juga tentang membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki semangat juang,” ujar Taufik Hidayat.

Senada dengan itu, Alaa Shaaban dari PT Nestle Indonesia mengungkapkan komitmen perusahaannya untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui gaya hidup sehat. “Milo percaya pada kekuatan olahraga untuk membentuk anak-anak menjadi pribadi yang tangguh. Melalui kemitraan dengan Kemenpora, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak anak-anak dan keluarga, menginspirasi mereka untuk bergerak aktif dan menemukan potensi terbaik dalam diri mereka,” tutur Shaaban.

Dampak Jangka Panjang dan Tantangan ke Depan

Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan global terkait masalah kesehatan masyarakat, seperti obesitas dan gaya hidup sedentari. Dengan target menjangkau puluhan ribu masyarakat, program ini berpotensi besar dalam mengubah paradigma dan kebiasaan hidup masyarakat Indonesia secara positif.

Program-program yang akan dijalankan mencakup serangkaian kegiatan mulai dari seminar gizi dan olahraga, festival olahraga tingkat sekolah dan komunitas, hingga dukungan untuk pengembangan infrastruktur olahraga sederhana di daerah-daerah. Harapannya, melalui pendekatan holistik ini, semangat berolahraga akan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meski demikian, keberlanjutan program dan evaluasi dampak menjadi kunci. Tantangan terbesar adalah memastikan program dapat berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil, serta memastikan keberlanjutan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Kemenpora dan Nestle MILO perlu merancang mekanisme monitoring dan evaluasi yang kuat untuk mengukur efektivitas program dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Kerja sama ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kemitraan publik-swasta dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya dan keahlian masing-masing pihak, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan gelombang perubahan positif yang berkelanjutan bagi masa depan olahraga dan kesehatan generasi muda Indonesia. Kemenpora terus berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Kolaborasi semacam ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan. Investasi pada pembinaan olahraga dan gaya hidup aktif sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan komunitas olahraga lokal.

Continue Reading

Pemerintah

Potongan Komisi Aplikator Ojol 8 Persen Berlaku, Taksi Online Masih Dikaji Kemenhub

Published

on

Aplikasi Potongan Komisi 8 Persen: Ojol Lebih Dulu

Kabar gembira bagi sebagian mitra pengemudi transportasi online telah tiba. Mulai 1 Juli 2024, kebijakan potongan komisi aplikator transportasi daring maksimal 8 persen resmi berlaku. Namun, implementasi aturan progresif ini ternyata belum menyeluruh. Pembatasan potongan komisi ini secara eksklusif hanya menyasar layanan ojek online (ojol), sementara sektor taksi online masih harus menanti keputusan serupa dari pemerintah.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan bahwa diskrepansi dalam penerapan kebijakan ini disebabkan oleh perbedaan fundamental dalam pengaturan antara ojol dan taksi online. Proses kajian mendalam masih berlangsung untuk taksi online, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif. Kebijakan ini merupakan respons atas tuntutan para pengemudi yang merasa terbebani oleh potongan komisi aplikator yang dianggap terlalu tinggi, mengurangi pendapatan bersih mereka secara signifikan. Para pemangku kepentingan berharap adanya kesetaraan regulasi di masa mendatang demi menciptakan iklim usaha yang adil bagi seluruh mitra pengemudi.

Mengapa Ada Perbedaan Aturan?

Perbedaan regulasi antara ojek online dan taksi online bukanlah hal baru. Kedua moda transportasi ini diatur oleh payung hukum yang berbeda, mencerminkan karakteristik operasional dan risiko yang melekat pada masing-masing jenis layanan. Untuk ojek online, pengaturan umum seringkali merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan (PM) terkait perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor. Sementara itu, taksi online masuk dalam kategori angkutan orang tidak dalam trayek yang diatur oleh PM terpisah, dengan standar keselamatan dan operasional yang lebih ketat, mirip dengan taksi konvensional.

Kemenhub secara aktif sedang mengkaji aspek-aspek krusial yang mempengaruhi potongan komisi taksi online, termasuk:

  • Struktur Biaya Operasional: Biaya perawatan kendaraan, bahan bakar, dan amortisasi yang mungkin berbeda antara sepeda motor dan mobil.
  • Standar Pelayanan: Persyaratan keselamatan, kenyamanan, dan standar layanan yang lebih tinggi untuk taksi online.
  • Dampak Ekonomi: Analisis terhadap pendapatan bersih pengemudi, keberlanjutan bisnis aplikator, dan potensi dampaknya terhadap tarif konsumen.
  • Model Bisnis Aplikator: Menilai model bisnis dan strategi penetapan harga yang diterapkan oleh berbagai platform penyedia layanan taksi online.

Proses kajian ini menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati agar regulasi yang dihasilkan tidak hanya menguntungkan pengemudi, tetapi juga menjaga stabilitas industri dan memastikan kualitas layanan bagi masyarakat. Ini juga mengharuskan Kemenhub untuk menimbang berbagai masukan dari asosiasi pengemudi, aplikator, hingga akademisi.

Dampak Kebijakan Terhadap Mitra Pengemudi

Penerapan potongan komisi maksimal 8 persen bagi ojol tentu membawa angin segar. Pengemudi ojol dapat mengharapkan peningkatan pendapatan bersih yang signifikan, berpotensi memperbaiki kesejahteraan mereka di tengah tantangan ekonomi. Ini juga dapat mendorong motivasi kerja dan mengurangi beban finansial yang selama ini dirasakan akibat potongan komisi yang kadang mencapai 15% hingga 20% atau lebih.

Di sisi lain, belum berlakunya kebijakan serupa untuk taksi online memicu kekhawatiran di kalangan mitra pengemudi mobil. Mereka merasa adanya disparitas perlakuan dan menuntut kesetaraan regulasi. “Kami berharap Kemenhub segera menyelesaikan kajiannya dan menerapkan kebijakan yang adil untuk taksi online juga. Beban operasional kami juga tinggi,” ujar salah satu perwakilan komunitas taksi online. Isu ini seringkali menjadi sorotan dalam diskusi tentang kesejahteraan pengemudi. Sebelumnya, Kemenhub juga pernah menghadapi tantangan serupa dalam penetapan tarif dan struktur komisi, menandakan bahwa isu ini berulang dan memerlukan solusi jangka panjang.

Tantangan dan Harapan untuk Taksi Online

Kajian Kemenhub menghadapi beberapa tantangan kompleks. Industri taksi online memiliki dinamika pasar yang berbeda, dengan persaingan yang ketat dan beragam model bisnis. Penerapan batas komisi yang terlalu rendah tanpa pertimbangan matang dapat berisiko mengganggu keberlanjutan operasional aplikator atau bahkan berdampak pada kualitas layanan. Sebaliknya, komisi yang terlalu tinggi akan membebani pengemudi dan berpotensi memicu gejolak.

Harapan utama adalah terwujudnya regulasi yang komprehensif, transparan, dan berkelanjutan. Mitra taksi online menginginkan kejelasan kapan kebijakan potongan komisi akan diterapkan dan bagaimana skemanya. Transparansi dalam proses kajian dan komunikasi yang efektif dari Kemenhub sangat dibutuhkan untuk meredakan ketidakpastian dan membangun kepercayaan di antara para pemangku kepentingan. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya fokus pada persentase potongan, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem transportasi online secara keseluruhan.

Langkah Kemenhub Selanjutnya

Kemenhub berkomitmen untuk menyelesaikan kajian terkait potongan komisi taksi online secepatnya. Pihak kementerian menegaskan bahwa setiap keputusan akan diambil berdasarkan data dan analisis yang kuat, serta mempertimbangkan masukan dari semua pihak terkait. Langkah selanjutnya kemungkinan besar melibatkan serangkaian pertemuan dan dialog dengan aplikator, asosiasi pengemudi, dan pakar ekonomi untuk mencapai konsensus yang paling optimal.

Pengumuman lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi ribuan mitra pengemudi taksi online di seluruh Indonesia. Pemerintah memiliki peran vital dalam menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan adil, mendorong inovasi, sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja di sektor ekonomi gig. Kebijakan yang akan datang akan menjadi tolok ukur komitmen pemerintah terhadap seluruh ekosistem transportasi online.

Continue Reading

Pemerintah

Agus Fatoni, Dirjen Keuda Kemendagri, Resmi Pimpin IKAPTK Usai Kongres Luar Biasa

Published

on

Agus Fatoni Nakhodai IKAPTK: Penguatan Jaringan Alumni Pamong Praja

Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK). Pemilihan ini berlangsung dalam sebuah Kongres Nasional Luar Biasa (Konaslub) yang menjadi titik krusial bagi organisasi alumni pamong praja ini. Penunjukan Fatoni diharapkan mampu membawa angin segar dan memperkuat peran strategis IKAPTK dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif di Indonesia.

Konaslub ini diselenggarakan sebagai respons atas berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya, yang secara teknis memicu kebutuhan akan kepemimpinan baru untuk mengarahkan roda organisasi. Proses pemilihan yang berlangsung dalam forum Konaslub menegaskan komitmen IKAPTK untuk menjaga keberlanjutan organisasi serta memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai mekanisme internal. Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru setelah estafet kepemimpinan yang diemban pada periode sebelumnya, membuka lembaran baru bagi perjalanan IKAPTK ke depan.

Profil dan Kapasitas Kepemimpinan Agus Fatoni

Terpilihnya Agus Fatoni bukanlah tanpa alasan. Sebagai seorang birokrat berpengalaman dengan jabatan strategis sebagai Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri, beliau memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika pemerintahan daerah dan pusat. Latar belakangnya di Kemendagri memberikan nilai tambah signifikan, mengingat IKAPTK merupakan wadah bagi para alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan yang notabene banyak berkiprah di pemerintahan, khususnya di daerah. Kapasitas dan jaringannya diyakini akan menjadi modal kuat dalam memimpin organisasi ini. Pengalamannya dalam mengelola keuangan daerah juga relevan untuk membantu alumni memahami tantangan fiskal di tingkat lokal.

Kemendagri sendiri memiliki peran sentral dalam pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah di Indonesia. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang peran kementerian ini melalui situs resminya: kemendagri.go.id.

Kepemimpinan Fatoni diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan profesionalisme di antara para alumni, serta mengoptimalkan kontribusi mereka bagi kemajuan bangsa. Pengalamannya di birokrasi level nasional akan sangat berguna dalam merumuskan kebijakan organisasi yang selaras dengan arah pembangunan pemerintah.

Penguatan Soliditas dan Arah Kebijakan Organisasi

Salah satu fokus utama Konaslub adalah memperkuat soliditas organisasi. Dalam konteks IKAPTK, soliditas berarti memastikan setiap alumni merasa terhubung, memiliki rasa memiliki, dan siap bekerja sama demi tujuan bersama. Hal ini sangat penting mengingat alumni pamong praja tersebar di berbagai level dan sektor pemerintahan di seluruh Indonesia. Berikut adalah beberapa poin kunci terkait penguatan organisasi:

  • Peningkatan Jaringan dan Komunikasi: Mengembangkan platform yang efektif untuk komunikasi dan kolaborasi antar alumni.
  • Program Pengembangan Profesional: Menyediakan pelatihan dan seminar berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi alumni.
  • Advokasi Kebijakan Publik: Menjadi suara kolektif alumni dalam isu-isu pemerintahan dan kebijakan publik.
  • Welfare Alumni: Menginisiasi program-program yang mendukung kesejahteraan anggota.

Selain soliditas, Konaslub juga menjadi momentum untuk menyusun arah kebijakan strategis IKAPTK ke depan. Arah kebijakan ini akan menjadi panduan bagi program-program kerja organisasi, memastikan bahwa setiap inisiatif selaras dengan visi misi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan IKAPTK dapat merumuskan kebijakan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman, seperti digitalisasi pemerintahan dan isu-isu keberlanjutan. Kebijakan ini juga harus mampu mengakomodasi aspirasi dari berbagai generasi alumni, dari senior hingga yunior.

IKAPTK dan Kontribusinya bagi Birokrasi Indonesia

IKAPTK memiliki sejarah panjang dalam mencetak kader-kader pemimpin di berbagai tingkatan pemerintahan. Sebagai organisasi alumni, perannya bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga inkubator ide dan sumber daya manusia berkualitas bagi birokrasi. Dengan terpilihnya Agus Fatoni, sinergi antara IKAPTK dan institusi pemerintahan diharapkan semakin erat, memungkinkan transfer pengetahuan dan pengalaman secara lebih efektif dari alumni kepada para pengambil keputusan.

Kehadiran seorang pimpinan dari jajaran eselon I Kemendagri di pucuk pimpinan IKAPTK mengirimkan sinyal kuat tentang pentingnya konektivitas antara dunia alumni dengan kebijakan strategis di pusat pemerintahan. Hal ini membuka peluang bagi IKAPTK untuk tidak hanya berfokus pada internal organisasi, tetapi juga secara proaktif memberikan masukan konstruktif bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di berbagai daerah. Tentunya, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga independensi dan objektivitas organisasi dalam memberikan kontribusi sembari tetap mempertahankan etos kepamongprajaan yang menjadi ciri khasnya.

Dengan kepemimpinan Agus Fatoni, IKAPTK diharapkan mampu mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dan penyumbang gagasan inovatif bagi kemajuan birokrasi di Indonesia.

Continue Reading

Trending